KABAR BIREUEN, Bireuen – Dalam rangka mendukung peningkatan kompetensi guru jenjang Sekolah Dasar (SD) dalam Kabupaten Bireuen di era digital, Bidang Pembinaan Ketenagaan (PTK) Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Bireuen, menggelar pelatihan Transformasi Pembelajaran Digital.
Kegiatan dengan tema “Membangun Ekosistem Pembelajaran Abad 21” dibuka Kepala Disdikbud Bireuen, Dr, Muslim, M.Si, di Aula Hotel Bireuen Jaya, Senin 1 September 2025.
Dalam arahannya Muslim mengatakan, transformasi digital dalam pendidikan menawarkan peluang besar untuk meningkatkan aksesibilitas, personalisasi, keterlibatan, dan kolaborasi dalam pembelajaran.
Namun, untuk mewujudkan potensi ini, guru perlu dilengkapi dengan keterampilan dan pengetahuan yang memadai melalui pelatihan yang efektif.
Menurutnya, pentingnya mendukung transformasi ini di jenjang SD, agar meningkatkan kapasitas guru dalam mengembangkan, mengonversi, dan mengintegrasikan materi ajar ke dalam format digital interaktif yang sesuai dengan karakteristik dan kebutuhan peserta didik usia sekolah dasar.

Diharapkan, melalui pelatihan ini, para guru tidak hanya mampu menguasai alat dan teknologi, tetapi juga dapat mendesain pengalaman belajar yang bermakna, menyenangkan, dan sesuai dengan kebutuhan siswa sekolah dasar di abad ke-21.
“Dengan semangat kolaborasi dan inovasi, pelatihan ini menjadi langkah nyata dalam mendukung transformasi digital pendidikan Indonesia, dimulai dari jenjang yang paling fundamental pendidikan dasar,” tutup Muslim.
Kepala Bidang (Kabid) Pembinaan PTK Disdikbud Bireuen, Abdul Majid, S.H., MM melaporkan, transformasi pembelajaran digital ini diikuti 90 peserta terdiri guru jenjang SD dalam Kabupaten Bireuen.
Pelatihan ini dilaksanakan selama tiga hari mulai 1 September hingga 3 September 2025, di Meeting Room Hotel Bireuen Jaya dan peserta dibagi tiga kelas.
Ada tiga narasumber yang dihadirkan pada pelatihan ini yakni, Dr. Yusmadi, M.Pd, Eka Rosdiana, S.Pd, MM dan Yunita, S.Pd.
“Dalam pelatihan ini para narasumber akan membahas pentingnya transformasi digital dalam pendidikan, tantangan yang dihadapi, serta strategi pelatihan yang efektif untuk guru,” pungkas Abdul Majid. (Hermanto)











