Tgk H Lahmudin sedang menyampaikan ceramah subuh di Masjid Agung Sultan Jeumpa, Minggu subuh (26/4/2020)

KABAR BIREUEN – Dalam Agama Islam terdapat enam rukun Iman yang wajib diketahui  dan diamalkan dalam kehidupan yakni Iman kepada Allah SWT, Iman kepada Malaikat, Iman kepada kitab-kitab Allah, Iman kepada Rasul Allah, Iman kepada hari Akhir dan Iman kepada Qada danQadar.

Demikian antara lain disampaikan Tgk H Lahmuddin (Pens Kemenag Birueun) dalam menyampaikan ceramah subuh di hadapan jamaah subuh Masjid Agug Sultan Jeumpa minggu subuh (26/4/2020).

Dikatakan, Iman kepada Allah SWT,  pada urutan pertama karena dasar dari pada Islam ialah beriman kepada Allah.

Iman berasal bahasa Arab yang berarti percaya sedang menurut istilah, iman berarti membenarkan dengan hati, diucapkan dengan lidah dan dilaksanakan atau dikerjakan dengan perbuatan.

Maka iman kepada Allah SWT berarti percaya dan membenarkan dengan hati bahwa zat Allah SWT itu ada, dengan segala sifat-NYA yang sempurna, dibuktikan dengan wujud ucapan lisan dan perbuatan amal ibadah.

Seseorang dikatakan beriman kepada Allah SWT apabila telah terpenuhi tiga hal tersebut (percaya dengan hati, diucapkan dengan lisan dan dibukikan dengan amal perbuatan).

Ketiganya merupakan unsur penting yang tak boleh dan tak dapat dipisahkan sebagai seorang muslim yang benar-benar beriman kepada Allah SWT.

Adapun dalil atau pembuktian tentang Iman kepada Allah dapat dilihat dari Dalil Aqli dan Dalil Naqli.

Dalil Aqli dengan mnggunakan akal yang telah dianugerahkan oleh Allah SWT kepada manusia. Melalui akal manusia dapat menunjukkan kekagumannya melalui segala apa ciptaaan Allah SWT. Iapun beriman kepada Allah.

Firman Allah yang artinya,  Dan Tuhan itu, Tuhan Yang Maha Esa tiada Tuhan selain Dia. Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyanang (QS.Albaqarah : 163).

Sebagai makhuk ciptaan Allah yang jauh dari kata sempurna untuk menjalani kehidupan sehari-hari memerlukan iman sebagai pedoman dan pegangan hidup. Iman adalah sebagai adalah penuntun kita kepada jalan yang benar kearah yang tidak tersesat.

Tidak ada iman dalam hidup seseorang menjadi orang itu mudah putus asa lalu menyerah. Ketidak adanya iman  menjadikan seseorang bersifat buruk karena jauh dari petunjuk Allah SWT.

“Iman sangat penting  terutama sekali yang menjadi dasar utama ialah Iman kepada Allah SWT,” ujar Tgk H Lahmudin (H.AR Djuli).

BAGIKAN