Terkait Larangan Membangun Masjid di Samalanga; LBH PP Muhammadiyah Datangi Mabes Polri

KABAR BIREUEN – Tim Layanan Bantuan Hukum Pimpinan Pusat (LBH-PP) Muhammadiyah dengan mengikutsertakan Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Provinsi Aceh dan Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kabupaten Bireuen dr. Athaillah A Latief, SpOG mendatangi Markas Besar (Mabes) Kepolisian Republik Indonesia di Jakarta, Kamis (22/12/2022).

Selain ke Mabes Polri, tim itu juga bertemu Komisioner KOMNAS HAM di Lantai 3 Gedung KOMNAS HAM Latuharhari.

Kunjungan ke Mabes Polri dan Komnas Ham dilakukan Tim dari organisasi Islam tertua dan terbesar di Republik ini terkait dengan pelarangan membangun Masjid Taqwa Muhamadiyah di Desa Sangso Kecamatan Samalanga Kabupaten Bireuen Provinsi Aceh.

Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Bireuen dr. Athaillah A Latief, SpOG dalam rilisnya yang diterima Kabar Bireuen, Rabu (28/12/2022) menyebutkan, ketika berkunjung ke Mabes Polri diterima Kepala Posko Presisi Irjen Slamet Uliandi di Lantai 3, Gedung Bareskrim.

Alasan mendatangi Mabes Polri dan Komisioner Komnas HAM sebut PDM Athaillah A Latief terkait dengan penolakan membangun Masjid Taqwa Muhammadiyah di Desa Sangso Kecamatan Samalanga Kabupaten Bireuen.

Disebutkan juga pada audiensi di Mabes Polri, Taufiq Nugroho selaku Direktur LBH PP Muhammadiyah beserta perwakilan Pengurus menyampaikan permasalahan terkait hak untuk mendirikan mesjid bagi warga Muhammadiyah di beberapa daerah tertentu seperti di Kabupaten Bireuen Provinsi Aceh dan Banyuwangi.

“Warga Muhammadiyah di Sangso membutuhkan mesjid sebagai basis kegiatan ibadah dan dakwahnya. Masjid Muhammadiyah tetap terbuka untuk semua golongan yang ingin beribadah, tidak ada Masjid Muhammadiyah di seluruh Indonesia yang ekslusif,” kata dr. Athaillah A Latief, SpOG penerima Maarif Award dari kalangan dokter yang aktif di dunia pendidikan dan menyebarluaskan kemajemukan serta nilai nilai toleransi di Bireuen.

Pada pertemuan di Mabes Polri juga disebutkan tentang kegiatan-kegiatan Ke-Muhammadiyahan tidak dapat dilaksanakan di mesjid-mesjid jamik karena Muhammadiyah dianggap berbeda mahzab fiqih dengan golongan mayoritas di Kabupaten Bireuen.

Sementara Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Aceh A Malik Moesa, SH MHum saat audiensi itu memaparkan perbedaan di antara umat Islam seharusnya tidak menimbulkan perpecahan apabila setiap golongan saling menghormati dan tidak merasa paling berkuasa.

Muhammadiyah, sebut A Malik Moesa adalah bagian dari gerakan dakwah Islam yang terbukti diterima oleh semua golongan Islam di Indonesia dan telah banyak berkontribusi untuk kemajuan ummat, bangsa dan negara.

“Tetapi kenapa di Kabupaten Bireuen, aparatur negara seolah-olah membiarkan mereka yang intoleran menghalang-halangi pembangunan mesjid, padahal apa masalahnya dengan membangun mesjid yang bukan kegiatan ilegal, justru amal sholeh, apalagi Aceh sebagai daerah dengan otonomi khusus penerapan syariat Islam,” ujarnya.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Posko Presisi Irjen Slamet Uliandi mengaku akan menindaklanjuti permasalahan tersebut dengan melakukan pendalaman dan memastikan aparat penegak hukum bertindak sesuai dengan standar Presisi.

“Saya akan pastikan, aparat penegak hukum di daerah bertindak Presisi,“ ujarnya seperti ditulis dalam rilis yang dikeluarkan PDM Bireuen.

Sedangkan di hadapan Komisioner KOMNAS HAM, Direktur LBH PP Muhammadiyah, Taufiq Nugroho juga menyampaikan permasalahan terkait hak untuk mendirikan mesjid bagi warga Muhammadiyah di beberapa daerah tertentu seperti di Kabupaten Bireuen Provinsi Aceh dan di Kabupaten Banyuwangi.

“Di daerah itu telah terjadi penolakan pembangunan mesjid oleh kelompok mayoritas dan ketidaktegasan Aparat Penegak Hukum dalam menindak mereka yang menghalang-halangi pembangunan mesjid secara melawan hukum,” sebutnya.

Sementara PDM Bireuen dr. Athaillah A Latief,SpOG menyampaikan warga Muhammadiyah di Gampong Sangso, Samalanga Kabupaten Bireuen dihalang – halangi kelompok tertentu dalam mendirikan Masjid Taqwa Muhammadiyah, dan tidak ada tindakan tegas terhadap mereka, justru sebaliknya pihak Muhammadiyah di Bireuen yang diminta menghentikan pembangunan Mesjid oleh Pemerintah Kabupaten Bireuen.

Menanggapi keluhan Muhammadiyah karena dilarang membangun mesjid, Ubaid Tanthowi selaku Wakil Ketua KOMNAS HAM menyampaikan, masalah intoleransi beragama menjadi concern KOMNAS HAM periode ini dan untuk kasus itu juga akan menjadi perhatian serius pihaknya.

Ketua KOMNAS HAM Atnike Nova Sigiro menyampaikan sebaiknya mengupayakan terjadinya mediasi sesuai kewenangan KOMNAS HAM.

Sementara Komisioner Bidang Pemantauan Ulli Parulian Sihombing menyampaikan, KOMNAS HAM dapat memanggil pihak-pihak yang menghalang-halangi pembangunan mesjid, termasuk Pemda untuk dimintai keterangan. (Rizanur

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

BACA JUGA

KABAR TERBARU

Bupati Bireuen Letakkan Batu Pertama Pembangunan 34 Unit Rumah Layak Huni

0
KABAR BIREUEN, Bireuen–Bupati Bireuen, Ir. H. Mukhlis, ST, secara simbolis melakukan peletakan batu pertama pembangunan rumah layak huni di tiga lokasi berbeda di Kabupaten...

Bupati Bireuen Kukuhkan 35 Anggota Paskibraka 2026

0
KABAR BIREUEN, Bireuen - Bupati Bireuen, Ir, H, Mukhlis, ST mengukuhkan 35 anggota Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Kabupaten Bireuen 2026, di Aula Lama Setdakab...

Peringati Hari Damai Aceh, Dinsos Bireuen Santuni Keluarga Almarhum Nek Amat

0
KABAR BIREUEN, Peusangan – Memperingati Hari Damai Aceh, Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Bireuen menunjukkan kepedulian kepada keluarga almarhum Sunardi alias Nek Amat, salah seorang...

Jaga Keamanan Masyarakat, Polres Bireuen Patroli Rutin di Sejumlah Lokasi

0
KABAR BIREUEN, Bireuen—Dalam upaya menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, Polres Bireuen terus meningkatkan patroli rutin di sejumlah wilayah. Patroli dilaksanakan oleh Tim Patroli Presisi Satsamapta,...

Bank Aceh Gandeng LPPI Percepat Persiapan Menjadi Bank Devisa ‎

0
KABAR BIREUEN, ‎Jakarta – PT Bank Aceh Syariah memperkuat langkah strategis dalam mempersiapkan diri menjadi bank devisa melalui pertemuan dengan Lembaga Pengembangan Perbankan Indonesia...

KABAR POPULER

Peringati Milad Al-Albab dan Haul Abu Tumin, Ulama Muda Aceh Gelar Mubahasah

0
KABAR BIREUEN, Bireuen – Memperingati Milad Al-Albab ke-66 dan Haul ke-4 Abu Tumin Blang Bladeh, ulama muda dari berbagai daerah di Aceh akan menggelar...

Calon Paskibraka Bireuen Gladi Bersih Upacara HUT ke-81 RI

0
KABAR BIREUEN, Bireuen-Menjelang peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, Calon Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Kabupaten Bireuen 2026 melakukan gladi bersih...

215 Personel Polda Aceh dan Polresta Banda Aceh Amankan Expo Hari Damai Aceh ‎

0
‎KABAR BIREUEN, Banda Aceh – Sebanyak 215 personel gabungan Polda Aceh dan Polresta Banda Aceh diturunkan untuk mengamankan pelaksanaan Expo dalam rangka memperingati Hari...

Polisi Tangkap Maling Pembobol 10 Sekolah di Bireuen, Kerugian Capai Rp1 Miliar

0
KABAR BIREUEN, Bireuen - Polres Bireuen melalui Tim Opnal Satreskrim dan Sat Intelkam berhasil mengungkap kasus pencurian yang selama ini terjadi di sejumlah sekolah...

Sediakan Doorprize Menarik, Ratusan Siswa MIN 14 Bireuen Antusias Ikuti Jalan Santai Meriahkan HUT...

0
KABAR BIREUEN , Peulimbang - Ratusan siswa Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 14 Bireuen, Kecamatan Peulimbang, Bireuen sangat antusias mengikuti jalan santai dalam rangka memeriahkan...