KABAR BIREUEN-Desa Salah Sirong Jaya, Kecamatan Jeumpa, Kabupaten Bireuen, akan dijadikan proyek percontohan bebas stunting di Kabupaten Bireuen.

Hal itu dikatakan dr Irwan A Gani, Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Bireuen dr Irwan A Gani pada sosialisasi pencegahan Stunting di desa tersebut, Kamis (7/11/2019).

Kegiatan tersebut berlangsung sangat meriah, apalagi dengan hadirnya, ibu-ibu hamil, ibu menyusui beserta putra/putrinya yang begitu ramai.

Menurut dr Irwan, Desa Salah Sirong Jaya sangat wajar untuk dijadikan Proyek Percontohan bebas stunting, mengingat di desa tersebut, tidak ada angka kematian ibu hamil, dan tidak ada gizi buruk di desa tersebut, serta tidak ada anak stunting.

“Kepada ibu-ibu yang melahirkan anaknya untuk memberi asi ekslusif kepada anaknya selama enam bulan non stop (optimal). Setelah tu, bayi harus menerima makanan pelengkap dengan terus menyusu hingga dua tahun,” harapnya.

Keuchik Salah Sirong Jaya, Yusri A Rahman mengemukakan pada dasarnya, warga yang dipimpinnya nengaku tidak mengenal apa yang namanya stunting, tapi dengan adanya acara seperti ini, masyarakat akan semakin tahu apa itu stunting dan pencegahannya,” sebutnya.

Disebutkannya, jika desanya ditabalkan sebagai pilot projek bebas stunting, sangat mengapresiasinya serta memuji pula Bidan Desa Ulyana, Amd.Keb yang pernah menjadi bidan teladan yang membuat berbagai kegiatan kesehatan di desa pebukitan itu.

Sementara itu, Camat Jeumpa, Zulbahri, S.Sos yang mengatakan sangat bangga dengan kemajuan di bidang kesehatan di Desa Salah Sirong Jaya, sehingga kelak perlu ditingkatkan lagi.

Sedangkan bidang lainnya, yaitu infratuktur jalan pada tahun 2020, akan semakin banyak jalan yang akan mudah dilintasi, seperti hubungan Salah Sirong Jaya ke Pante Peusangan.

Tenaga Ahli PSD Kabupaten Breuen, Mukhlis Aminullah yang menjadi pemateri ke dua menyebutkan jika pencegahan stunting itu, merupakan program nasional yang harus harus dilaksanakan setiap desa di Indonesia.

Dana yang digunakan untuk kegiatan stunting dengan diwarnai pemberian pengahargaan, paket sehat, dan berbagai paket sehat lainnya, bersumber dari dana desa.

“Jadi sudah ada komitmen, bila Sarah Sirong Jaya menjadi desa bebas Stunting,” sebut Mukhlis.

Dia bersyukur jika desa tersebut tidak ada gizi buruk, dan lain-lain, mengingat aktifnya posyandu yang dipimpin bidan desa setempat, serta upaya keuchik Salah Sirong Jaya dalam meningkatkan pelayanan kesehatan di desanya serta andil pula pendamping desa dalam kegiatan pembangunan di desanya

Hadir dalam kesempatan unsur Forkopincam Jeumpa, Sekcam Jeumpa, Chaidir Abed, Kepala Puskesmas Jeumpa, Nana Dhiana, SKM yang sekaligus menjadi pemandu pemberrian penghargaan dan paket sehat, yang didukung Bides Desa Salah Sirong Jaya, Ulyana, Amd.Keb.(Ihkwati)

BAGIKAN