Sinkronisasi Peran Lembaga Adat, Keurukon Katibul Wali Gelar Raker

KABAR BIREUEN – Sebagai upaya sinkronisasi peran lembaga adat di Aceh, Keurukon Katibul Wali Nanggroe menggelar Rapat Kerja (Raker) Perangkat Lembaga Wali Nanggroe di Aula Keurukon Katibul Wali, mulai 2 hingga 3 Maret 2020.

Kegiatan ini diikuti Majelis Tinggi Wali Lembaga Nanggroe (Tuha Peut, Majelis fatwa, dan Tuha lapan), para kepala SKPA Keistimewaan Aceh, Ketua dan Kepala Sekretariat MAA kabupaten/kota, pemerhati adat, serta para Kabag dan Kasubbag di Sekretariat Lembaga Wali Nanggroe.

“Saya memberikan penghargaan yang tinggi atas dilaksanakannya rapat kerja seperti ini. Dan ini menunjukkan kesungguhan dari para stakeholder, dan para pimpinan di Pemerintahan Aceh serta seluruh jajaran, untuk menyukseskan pembangunan dengan tujuan untuk peningkatan kesejahteraan rakyat Aceh,” kata Wali Nanggroe, Paduka Yang Mulia Tgk. Malik Mahmud Al Haytar, dalam sambutannya saat membuka Raker, pada Senin pagi, 2 Maret 2020.

Kepada peserta Raker, Wali Nanggroe juga mengingatkan, meskipun saat ini Aceh diperkuat oleh dua UU yang tidak dimiliki oleh daerah lain, dalam realitanya sampai hari ini Aceh masih belum mampu tampil beda dibandingkan dengan  provinsi lain secara keseluruhan.

“Maka pada hari ini kami mengundang saudara semua untuk melaksanakan rapat kerja, duduk bersama mendiskusikan kembali sinkronisasi program kegiatan, dan merumuskan strategi pelaksanaan kekhususan dan keistimewaan Aceh yang terintegrasi,” kata Wali Nanggroe.

Jika diperlukan, katanya, kegiatan ini akan dilaksanakan secara rutin setiap tahun, melalui mekanisme musrenbang keistimewaan.

Sementara itu, Katibul Wali Nanggroe Usman Umar, S.Sos menjelaskan, sebagaimana diatur dalam pasal 98 UUPA, lembaga-lembaga adat yang di Aceh berhak mendapatkan pembinaan dari Wali Nanggroe. Hanya saja, sampai saat ini belum ada pedoman serta mekanisme pembinaan dan pengawasan.

”Di samping masih adanya perbedaan persepsi terhadap hubungan kerja dan tata laksana pencapaian program kegiatan terkait pelaksanaan kekhususan dan keistimewaan Aceh,” kata Usman.

Karena itu, tambah Usman, Raker Perangkat Lembaga Wali Nanggroe ini, sangat penting dilaksanakan. Sebagai upaya sinkronisasi dan harmonisasi peran dan fungsi masing-masing lembaga adat, dalam pembinaan adat di Aceh.

”Dengan harapan, akan dilahirkannya pedoman kerja serta mekanisme hubungan antara Wali Nanggroe dengan lembaga adat lainnya di Aceh. Sehingga, sinkronisasi pelaksanaan, pembinaan, dan pengawasan adat dapat berjalan optimal,” kata Usman.

Di akhir kegiatan Raker pada 3 Maret 2020, kata Usman, akan ada rekomendasi yang disampaikan kepada Wali Nanggroe untuk kemudian ditindaklanjuti. (REL)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

BACA JUGA

KABAR TERBARU

Pemkab Bireuen Gelar Malam Pisah Sambut Danyonif 113/Jaya Sakti, Wabup Razuardi Harapkan Sinergi Terus...

0
KABAR BIREUEN, Bireuen–Wakil Bupati Bireuen, Ir. Razuadi, M.T. menghadiri acara pisah sambut Komandan Batalyon Infanteri (Danyonif) 113/Jaya Sakti dari Letkol Inf. Agus Susanto, S.Sos.,...

Bank Aceh dan BI Provinsi Aceh Luncurkan Soundbox QRIS Dinamis, Jadi Model Kerja Sama...

0
KABAR BIREUEN, Banda Aceh — PT Bank Aceh Syariah bersama Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Aceh memperkuat sinergi dalam mendorong digitalisasi sistem pembayaran melalui...

Buka MTQ ke-38 Kecamatan Makmur, Camat Asrial Vahmi Ajak Masyarakat Perkuat Kecintaan Terhadap Al-Qur’an...

0
KABAR BIREUEN, Makmur – Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) ke-38 tingkat Kecamatan Makmur menjadi momentum untuk memperkuat kecintaan masyarakat terhadap Al-Qur’an sekaligus membangun generasi muda...

Kapolda Aceh Ungkap Kronologi Pengungkapan Pabrik Sabu di Pidie

0
KABAR BIREUEN, 0‎Pidie — Kapolda Aceh Irjen Pol. Ruddi Setiawan menegaskan, tidak ada kompromi dalam hal pemberantasan narkotika. Ia memastikan penindakan tegas akan dilakukan...

Direktur Penais Kemenag RI Hadiri Peringatan Hari Santri di Pesantre Modern Al Zahrah

0
KABAR BIREUEN, Juli - Direktur Penerangan Agama Islam (Penais) Ditjen Bimas Islam Kementerian Agama RI, Dr. H. Muchlis Muhammad Hanafi, Lc., M.A., menghadiri peringatan...

KABAR POPULER

Sejumlah Keuchik di Jangka Serukan Transparansi Harta Wakaf dan Musyawarah Terbuka demi Masa Depan...

0
KABAR BIREUEN, Peusangan – Kepedulian terhadap masa depan Yayasan Almuslim Peusangan makin menguat. Sejumlah keuchik di Kecamatan Jangka, Kabupaten Bireuen mengharapkan proses pergantian kepemimpinan...

Keuchik Paya Aboe Suarakan Transparansi Pengelolaan Harta Wakaf dan Dukung Pergantian Kepemimpinan Yayasan Almuslim...

0
KABAR BIREUEN, Peusangan — Keuchik Paya Aboe, Kecamatan Peusangan, Fajri, S.E., menyuarakan transparansi pengelolaan harta wakaf dan penguatan tata kelola Yayasan Almuslim Peusangan. Ia...

Kapolda Aceh Ungkap Kronologi Pengungkapan Pabrik Sabu di Pidie

0
KABAR BIREUEN, 0‎Pidie — Kapolda Aceh Irjen Pol. Ruddi Setiawan menegaskan, tidak ada kompromi dalam hal pemberantasan narkotika. Ia memastikan penindakan tegas akan dilakukan...

Beredar Isu, Proses Perubahan Akta Notaris Yayasan Almuslim Peusangan Tahun 2022 Kuras Biaya Rp460...

0
KABAR BIREUEN, Bireuen - Musyawarah IX Yayasan Almuslim Peusangan (YAP) yang berlangsung di Matangglumpangdua pada 28 November 2020, meninggalkan sejumlah teka teki. Mulai dari...

Keuchik Saipuni Ajak Masyarakat Bersatu Jaga Warisan Ulama dan Masa Depan Yayasan Almuslim Peusangan

0
KABAR BIREUEN, Jangka — Keuchik Bugak Blang, Kecamatan Jangka, Kabupaten Bireuen, Saipuni, S.Pd.I., mendesak pengelolaan Yayasan Almuslim Peusangan dilakukan secara transparan dan akuntabel, terutama...