Minggu, 26 April 2026

Resahkan Masyarakat, Penambangan Ilegal di Krueng Bate Iliek Minta Ditertibkan

KABAR BIREUEN– Ketua Umum Forum DAS Krueng Peusangan (FDKP), Suhaimi Hamid meminta polisi untuk menertibakan penambangan illegal yang terjadi di Krueng Bate Iliek.

Berdasarkan data yang dimiliki FDKP, penambangan di Krueng Bate Iliek diduga beroperasi secara illegal.

“Polisi harus menertibkan, karena ativitas penambangan tesebut telah meresahkan masyarakat di Kecamatan Samalanga,” sebut Suhaimi Hamid, Selasa (30/7/2019).

Beroperasinya tambang yang diduga illegal di Krueng Bate Iliek, sebut Suhaimi, telah menyebabkan kondisi air sungai keruh dan tercemar dengan bahan berbahaya, kata dia, air sungai Bate Iliek merupakan sumber air bagi ribuan masyarakat yang berada di hilir Krueng Bate Iliek.

“Karena itu Pemerintah Bireuen juga harus bertindak, Krueng Bate Iliek salah satu icon wisata alam, bila airnya keruh, bagaimana keberlansungan tempat wisata yang paling diminati wisatawan lokal itu, jika wisata Bate Iliek harus tutup, berapa jumlah orang yang kehilangan pekerjaan,”

Diungkapkan Abu Suhai, berdasarkan data yang diperoleh FDKP, di Krueng Bate Iliek hanya ada satu izin tambang, namun yang bersangkutan tidak melakukan aktivitas saat ini.

“Jadi, dugaan kita, sejumlah penambangan yang beroperasi sekarang ini adalah illegal, salah satu yang beroperasi saat ini sangat dekat dengan bendungan, ancamannya adalah bendungan jatuh dan saluran irigasi terganggu,” sebut Abu Suhai.

Dia juga berharap, semua pihak sadar akan ancaman yang terjadi, Suhaimi mengingatkan, jangan sampai bencana terjadi, baru semua pihak berlomba-lomba membantu warga yang terkena bencana.

“Sumber air Krueng Bate Iliek juga dimanfaatkan ribuan santri di beberapa dayah di Samalanga. Kami juga mendapatkan informasi dari Waled Nuruzzahri, Pimpinan Dayah Umul Ayman Samalanga, banyak santri gatal-gatal setelah mandi di Sungai Bate Iliek dalam dua hari ini,” ungkapnya.

Pria yang peduli pada lingkungan itu menduga, penyebab santri gata-gatal terjadi karena adanya pencemaran bahan kimia berbahaya yang ditumpahkan kedalam sungai oleh pelaku tambang ilegal.

“Oleh sebab itu, untuk memastikan hal tersebut, kita minta pemerintah untuk mengambil sampel air sungai untuk di uji laboratarium, agar kita mengetahui jenis bahan kimia yang mencemari Sungai Bate Iliek hingga mengakibatkan santri gatal-gatal,” pintanya. (Ihkwati)

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

BACA JUGA

KABAR TERBARU

Terperosok dalam Lubang Jalan Leubu-Ulee Gle, Ibu Enpat Anak Warga Tringgadeng Makmur Meninggal Dunia

0
KABAR BIREUEN, Makmur – Sriyusnidar (40), warga Gampong Tringgadeng, Kecamatan Makmur, Kabupaten Bireuen, meninggal dunia setelah terperosok ke dalam lubang jalan Leubu-Ulee Gle, di...

85 Hektare Sawah Terdampak Bencana di Pulo Siron Telah Dipulihkan, Padi Gogo Ditanam Perdana

0
KABAR BIREUEN, Kuta Blang – Harapan baru bagi petani korban bencana di Kabupaten Bireuen mulai tumbuh dari Desa Pulo Siron, Kecamatan Kuta Blang. Setelah...

Kasus Meninggalnya Dua Pelajar di Bireuen Terungkap, HRD Apresiasi Gerak Cepat Polisi dan Bongkar...

0
KABAR BIREUEN, Bireuen – Misteri meninggalnya dua pelajar di Kecamatan Simpang Mamplam akhirnya terkuak. Kasus yang semula diduga kecelakaan lalu lintas itu ternyata perbuatan...

Polres Bireuen Ungkap Kasus Meninggalnya Dua Remaja Asal Simpang Mamplam, Dua Pelaku Jadi Tersangka

0
KABAR BIREUEN, Bireuen–Satreskrim Polres Bireuen menetapkan dua remaja berinisial MN (18), warga Jangka, MY (17), warga Peusangan yang diduga sebagai pelaku utama peristiwa tragis...

Hamdan Sati Merapat ke PKB, Sinyal Kuat Perubahan Politik di Aceh Tamiang

0
KABAR BIREUEN, Aceh Tamiang — Bupati Aceh Tamiang periode 2012–2017, Hamdan Sati, resmi bergabung dengan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB). Bergabungnya tokoh senior ini menjadi...

KABAR POPULER

Polres Bireuen Ungkap Kasus Meninggalnya Dua Remaja Asal Simpang Mamplam, Dua Pelaku Jadi Tersangka

0
KABAR BIREUEN, Bireuen–Satreskrim Polres Bireuen menetapkan dua remaja berinisial MN (18), warga Jangka, MY (17), warga Peusangan yang diduga sebagai pelaku utama peristiwa tragis...

Hamdan Sati Merapat ke PKB, Sinyal Kuat Perubahan Politik di Aceh Tamiang

0
KABAR BIREUEN, Aceh Tamiang — Bupati Aceh Tamiang periode 2012–2017, Hamdan Sati, resmi bergabung dengan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB). Bergabungnya tokoh senior ini menjadi...

Kasus Meninggalnya Dua Pelajar di Bireuen Terungkap, HRD Apresiasi Gerak Cepat Polisi dan Bongkar...

0
KABAR BIREUEN, Bireuen – Misteri meninggalnya dua pelajar di Kecamatan Simpang Mamplam akhirnya terkuak. Kasus yang semula diduga kecelakaan lalu lintas itu ternyata perbuatan...

85 Hektare Sawah Terdampak Bencana di Pulo Siron Telah Dipulihkan, Padi Gogo Ditanam Perdana

0
KABAR BIREUEN, Kuta Blang – Harapan baru bagi petani korban bencana di Kabupaten Bireuen mulai tumbuh dari Desa Pulo Siron, Kecamatan Kuta Blang. Setelah...

Ismunandar Jabat Sekda Bireuen, Bupati Mukhlis Tunjuk Alfian Sebagai Plt Kadis Sosial 

0
KABAR BIREUEN, Bireuen - Untuk mengisi kekosongan jabatan Kepala Dinas Sosial Kabupaten Bireuen, Bupati Bireuen, Ir H. Mukhlis, ST menunjuk Dr Alfian, MPd sebagai...