Resahkan Masyarakat, Penambangan Ilegal di Krueng Bate Iliek Minta Ditertibkan

KABAR BIREUEN– Ketua Umum Forum DAS Krueng Peusangan (FDKP), Suhaimi Hamid meminta polisi untuk menertibakan penambangan illegal yang terjadi di Krueng Bate Iliek.

Berdasarkan data yang dimiliki FDKP, penambangan di Krueng Bate Iliek diduga beroperasi secara illegal.

“Polisi harus menertibkan, karena ativitas penambangan tesebut telah meresahkan masyarakat di Kecamatan Samalanga,” sebut Suhaimi Hamid, Selasa (30/7/2019).

Beroperasinya tambang yang diduga illegal di Krueng Bate Iliek, sebut Suhaimi, telah menyebabkan kondisi air sungai keruh dan tercemar dengan bahan berbahaya, kata dia, air sungai Bate Iliek merupakan sumber air bagi ribuan masyarakat yang berada di hilir Krueng Bate Iliek.

“Karena itu Pemerintah Bireuen juga harus bertindak, Krueng Bate Iliek salah satu icon wisata alam, bila airnya keruh, bagaimana keberlansungan tempat wisata yang paling diminati wisatawan lokal itu, jika wisata Bate Iliek harus tutup, berapa jumlah orang yang kehilangan pekerjaan,”

Diungkapkan Abu Suhai, berdasarkan data yang diperoleh FDKP, di Krueng Bate Iliek hanya ada satu izin tambang, namun yang bersangkutan tidak melakukan aktivitas saat ini.

“Jadi, dugaan kita, sejumlah penambangan yang beroperasi sekarang ini adalah illegal, salah satu yang beroperasi saat ini sangat dekat dengan bendungan, ancamannya adalah bendungan jatuh dan saluran irigasi terganggu,” sebut Abu Suhai.

Dia juga berharap, semua pihak sadar akan ancaman yang terjadi, Suhaimi mengingatkan, jangan sampai bencana terjadi, baru semua pihak berlomba-lomba membantu warga yang terkena bencana.

“Sumber air Krueng Bate Iliek juga dimanfaatkan ribuan santri di beberapa dayah di Samalanga. Kami juga mendapatkan informasi dari Waled Nuruzzahri, Pimpinan Dayah Umul Ayman Samalanga, banyak santri gatal-gatal setelah mandi di Sungai Bate Iliek dalam dua hari ini,” ungkapnya.

Pria yang peduli pada lingkungan itu menduga, penyebab santri gata-gatal terjadi karena adanya pencemaran bahan kimia berbahaya yang ditumpahkan kedalam sungai oleh pelaku tambang ilegal.

“Oleh sebab itu, untuk memastikan hal tersebut, kita minta pemerintah untuk mengambil sampel air sungai untuk di uji laboratarium, agar kita mengetahui jenis bahan kimia yang mencemari Sungai Bate Iliek hingga mengakibatkan santri gatal-gatal,” pintanya. (Ihkwati)

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

BACA JUGA

KABAR TERBARU

Brigjen Pol. Latif Usman Resmi Jabat Wakapolda Aceh

0
KABAR BIREUEN, Banda Aceh — Kapolda Aceh Irjen Pol. Ruddi Setiawan memimpin serah terima jabatan (sertijab) Wakapolda Aceh dari Brigjen Pol. Ari Wahyu Widodo...

Dek Fadh Bersama Wakil Ketua KPK Serahkan Penghargaan Desa Antikorupsi kepada 15 Gampong di...

0
KABAR BIREUEN, Banda Aceh — Wakil Gubernur Aceh, Fadhlullah (Dek Fadh), bersama Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Republik Indonesia, Ibnu Basuki Widodo, menyerahkan...

Peduli Pendidikan Keagamaan, Anggota DPRA Amiruddin Idris Salurkan Paket Al-Qur’an untuk Santri Pesantren Mahasiswa...

0
KABAR BIREUEN, Bireuen – Anggota DPRA, Dr. H. Amiruddin Idris, S.E., M.Si., menyalurkan bantuan paket Al-Qur’an kepada mahasiswa santri Pesantren Mahasiswa Jami’ah Kebangsaan di...

Wagub Aceh Minta Kerja Sama Pemkab agar Pembangunan Huntap Tuntas pada 2027

0
KABAR BIREUEN, Banda Aceh – Wakil Gubernur (Wagub) Aceh, Fadhlullah, atau akrab disapa Dek Fadh meminta pemerintah kabupaten dan kota memperkuat kerja sama untuk...

Dari Dapur Sendiri: Langkah Sederhana Mengurai Sampah Rumah Tangga dengan Bioremediasi

0
Oleh: Dian Restu Nalia, SE Perencana Ahli Muda Bidang Penelitian dan Pengembangan Bappeda Bireuen dan Mahasiswa Pascasarjana Program Studi Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan Universitas...

KABAR POPULER

Arzuna Putra, Bilal Mesjid Besar Peusangan Raih Gelar Magister Pendidikan Agama Islam dengan Predikat...

0
KABAR BIREUEN, Peusangan - Rektor Universitas Islam Aceh (UIA), Dr Nazaruddin, MA mengukuhkan 227 wisudawan di Kampus UIA, Paya Lipah Kecamatan Peusangan, Kabupaten Bireuen,...

Edi Obama Ajak Sukseskan Muslim X 2026 dalam Suasana Sejuk, Dorong Transparansi Aset Wakaf...

0
KABAR BIREUEN, Peusangan – Tokoh muda masyarakat Peusangan Raya, Edi Saputra atau yang dikenal dengan sapaan Edi Obama, mendesak agar pengelolaan aset wakaf Yayasan...

Beredar Isu, Proses Perubahan Akta Notaris Yayasan Almuslim Peusangan Tahun 2022 Kuras Biaya Rp460...

0
KABAR BIREUEN, Bireuen - Musyawarah IX Yayasan Almuslim Peusangan (YAP) yang berlangsung di Matangglumpangdua pada 28 November 2020, meninggalkan sejumlah teka teki. Mulai dari...

Kadistanbun Bireuen Hadiri Musyawarah Persiapan Khanduri Rakyat Jelang Musim Tanam Padi di Samalanga

0
KABAR BIREUEN, Samalanga–Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan (Kadistanbun) Bireuen,  Mulyadi, SE,. M.M menghadiri Musyawarah Rencana Khanduri Rakyat dalam rangka tradisi turun sawah di Balai...

Bawa Dukungan dari 15 Daerah, Sayuti Achmad Resmi Mendaftar sebagai Bakal Calon Ketua PWI...

0
KABAR BIREUEN, Banda Aceh – Sayuti Achmad, Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Lhokseumawe, menyerahkan berkas pendaftaran sebagai bakal calon Ketua PWI Aceh periode 2026–2031...