Proses Penetapan Hutan Adat Jalan di Tempat, JKMA Mengadu ke Wali Nanggroe

KABAR BIREUEN – Jaringan Komunitas Masyarakat Adat (JKMA) Aceh mengadakan pertemuan langsung dengan Wali Nanggroe Aceh Paduka Yang Mulia Tgk. Malik Mahmud Al Haytar, di Komplek Meuligoe Wali Nanggroe, Aceh Besar, Kamis, 27 Mei 2021.

Kabag Humas dan Kerjasama Wali Nanggroe Aceh, M. Nasir Syamaun, menyampaikan dalam keterangannya menyampaikan, pertemuan tersebut merupakan tanggapan Wali Nanggroe atas permintaan audiensi JKMA, dalam rangka membahas percepatan proses penetapan hutan adat Aceh.

Dari JKMA, kata M. Nasir, hadir langsung Zulfikar selaku Sekretaris Pelaksana, serta Efendi dan Rahmad Al, selaku Program Officer dan Staf JKMA. Sementara Wali Nanggroe didampingi Staf Khusus Dr. M. Raviq dan Rustam Efendi.

“Tahun 2018 usulan penetapan hutan adat di Aceh telah di sampaikan kepada Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan di Jakarta. Namun sampai sekarang belum ada tindak lanjut apapun, baik dari Kementerian, Pemerintah Aceh, dan juga Pemerintah kabupaten/kota. Karena itu, kami ingin menyampaikan hal ini kepada Wali Nanggroe,” kata Zulfikar pada pertemuan tersebut.

Kepada Wali Nanggroe, Zulfikar meminta dukungan langsung terkait percepatan proses penetapan hutan adat agar segera terealisasi. Saat ini, katanya, ada banyak hutan adat yang tersebar di kabupaten/kota di Aceh. Sebagian kabupaten/kota sudah menetapkan melalui SK Bupati, tapi masih ada kabupaten/kota yang belum menetapkan batas wilayah hutan adat.

“Tanpa ditetapkan, sulit untuk kita menjaga hutan adat yang menjadi sumber air, rumah bagi satwa, dan sumber kehidupan masyarakat sekitar hutan. Kalau sudah ada batasnya dan legalitasnya, ini bisa dipastikan ekosistem yang ada bisa dijaga,” tambah Zulifikar.

Menanggapi JKMA, Wali Nanggroe menyatakan dukungannya atas upaya yang telah dilakukan JKMA selama ini. Ia mengatakan, akan melakukan beberapa langkah, agar proses percepatan penetapan hutan di Aceh dapat segera terlaksana.

“Untuk langkah awal, kita coba siapkan legalitasnya dulu, sehingga ada penetapan,” kata Wali Nanggroe.

Menurut Wali Nanggroe, nantinya perlu dilakukan deklarasi mana-mana wilayah hutan adat di Aceh. Perlu juga melakukan pendekatan untuk meyakinkan pemerintah kabupaten/kota, agar bisa secepatnya mengeluarkan SK Penetapan Hutan Adat Aceh.

“Di setiap kesempatan, saya sering sampaikan, kita sangat miris melihat kondisi hutan Aceh sekarang ini yang sudah dieksploitasi. Ini harus kita perbaiki segera,” tegas Wali Nanggroe.

Sementara itu Rustam Efendi menambahkan, Lembaga Wali Nanggroe akan melakukan kolaborasi dengan JKMA. Begitu juga dengan pihak lainnya yang peduli lingkungan, untuk sama-sama mengupayakan percepatan proses penetapan hutan adat Aceh. (Red)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

BACA JUGA

KABAR TERBARU

Laporan Dugaan Khalwat Oknum Ketua DPRK Nagan Raya Kini Ditangani Polda Aceh

0
KABAR BIREUEN, Banda Aceh — Penyidik Subdit IV Renakta Ditreskrimum Polda Aceh menangani laporan dugaan tindak pidana khalwat yang melibatkan oknum Ketua DPRK Nagan...

RSUD dr Fauziah Bireuen Sudah Layani 154 Kasus Bedah Digestif Gunakan Endoskopi

0
KABAR BIREUEN, Bireuen – Salah satu layanan unggulan pada RSUD dr Fauziah Bireuen adalah bedah digestif. Sejak dibuka, sudah menangani 154 kasus menggunakan operasi...

Wakapolres Bireuen Subuh Keliling di Masjid Ridha Jeumpa, Ajak Jamaah Sinergi Bersama Polisi Berantas...

0
KABAR BIREUEN,Jeumpa – Kapolres Bireuen AKBP Yulhendri, S.H., S.I.K., S.Psi., M.I.K., diwakili Wakapolres Kompol Mujibussalim, S.E., mengajak seluruh elemen masyarakat untuk memperkuat sinergitas bersama...

Khanduri Blang di Gampong Paya Seupat, Kadistanbun Bireuen Bangga Sawah Tadah Hujan Kini Dua...

0
KABAR BIREUEN,Gandapura– Khanduri Blang (kenduri turun sawah) di Gampong Paya Seupat, Kecamatan Gandapura, Kabupaten Bireuen, Sabtu (31/10/2026) berlangsung dalam suasana penuh kebersamaan dan antusiasme...

Kurang dari Delapan Jam, Satresnarkoba Polres Aceh Selatan Ungkap Kasus Narkotika, Empat Terduga Pelaku...

0
KABAR BIREUEN, ‎Tapaktuan – Dalam waktu kurang dari delapan jam, Satresnarkoba Polres Aceh Selatan yang dipimpin Kasat Narkoba AKP Mahdian Siregar, berhasil mengamankan empat...

KABAR POPULER

IPA PDAM Krueng Peusangan Bermasalah, Layanan Distribusi Air untuk Pelanggan di Tujuh Kecamatan Terganggu

0
KABAR BIREUEN, Bireuen - Instalasi Pengolahan Air (IPA) milik Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Krueng Peusangan dilaporkan bermasalah sejak Kamis siang, 29 Oktober 2026....

Gantikan Wendy Yuhfrizal, Kajari Bireuen Lantik Al Muhajir sebagai Kasi Intel

0
KABAR BIREUEN, Bireuen—Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Bireuen, Yarnes, S.H., M.H., melantik dan mengambil sumpah Al Muhajir,S.H,M.H sebagai Kepala Seksi Intelijen Kejaksaan Negeri Bireuen Kamis,...

Jaga Kelestarian Alam Lewat Program Green Policing, Kapolres Bireuen Tanam Pohon di Jangka

0
KABAR BIREUEN, Jangka - Polres Bireuen melaksanakan program Green Policing dengan menanam sejumlah pohon di halaman Masjid Jamik Lamkuta, Kecamatan Jangka, Kabupaten Bireuen, Jumat...

Kurang dari Delapan Jam, Satresnarkoba Polres Aceh Selatan Ungkap Kasus Narkotika, Empat Terduga Pelaku...

0
KABAR BIREUEN, ‎Tapaktuan – Dalam waktu kurang dari delapan jam, Satresnarkoba Polres Aceh Selatan yang dipimpin Kasat Narkoba AKP Mahdian Siregar, berhasil mengamankan empat...

RSUD dr Fauziah Bireuen Sudah Layani 154 Kasus Bedah Digestif Gunakan Endoskopi

0
KABAR BIREUEN, Bireuen – Salah satu layanan unggulan pada RSUD dr Fauziah Bireuen adalah bedah digestif. Sejak dibuka, sudah menangani 154 kasus menggunakan operasi...