KABAR BIREUEN- seorang pelaku penyimpanan/penimbunan BBM jenis premium tanpa izin ditangkap tim Opsnal Satreskrim Polres Bireuen, Rabu (22/1/2020) di salah satu desa di Kecamatan Kuala, Bireuen.

Pelaku tindak pidana penyalahgunaan migas tersebut berinisial AF (31), wiraswasta, asal Kecamatan Kuala.

Kasat Reskrim Polres Biteuen Iptu Dimas Adhit Putranto, didampingi Kasubbag Humas, Iptu M Nasir dan Kanit Tipiter, Bripka Asra dalam konferensi pers, Jumat siang (24/1/2020) menyebutkan, penangkapan pelaku berdarkan informasi masyarakat terjadinya penimbunan BBM jenis premium di sebuah gudang.

Disebutkannya, tim kemudian melakukan penyelidikan atas kebenanaran informasi tersebut, dengan mendatangi TKP, melakukan pemeriksaan dan pengecekan terhadap gudang tersebut.

“Tim menemukan barang bukti 14 drum berisikqn minyak hasil olahan tradisional, 11 jerigen berisi BBM jenis premium, 1 unit pompa air, 1 timbangan, 1 ember dan 2 corong,” ungkap Iptu Dimas.

Pihaknya kemudian menemui pemilik gudang yaitu pelaku AF, setelah diinterogasi, pelaku dalam menjalankan usahanya tidak dilengkapi dengan izin yang dikeluarkan oleh instansi terkait.

“Pelaku telah menimbun BBM jenis premium dan menjualnya kembali ke masyarakat. Dia mendapatkan minyak hasil olahah dari seseorang dan minyak tersebut berasal dari Peureulak, Aceh Timur. Saat ini sedang dilakukan penyelidikan dan pengembangan,” sebutnya.

Harga minyak olahan tersebut, kata Iptu Dimas, dibeli pelaku AF seharga Rp 1.450.000 per drum, sementara premium pelaku membelinya dari salah satu SPBU di Kecamatan Peusangan.

“Pelaku menjual kembali BBM tersebut dengan harga Rp 8.700 per liternya. Saat ini perkara tersebut sedang dilakukan penyelidikan oleh unit Tipiter Satreskrim Polres Bireuen. Pelaku tak ditahan,” katanya.

Pelaku melanggar Pasal 53 huruf c dan d Undang-Undang RI Nomor 22 Tahun 2001 tentang Minyak dan Gas Bumi dengan ancaman paling lama 3 tahun.(Ihkwati).

BAGIKAN