KABAR BIREUEN-Plt Bupati Bireien DR H Muzakkar A Gani, SH, M Si bersama unsur Forkopimda, para Asisten, para Kepala SKPK menyambut kunjungan kerja Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Drs H Abdul Halim Iskandar,M Pd  dan isteri  beserta anggota Komisi V DPR RI H Ruslan M  Daud di halaman Pendopo Bupati setempat Sabtu petang (14/3/2020).

Penyambutan tersebut ditandai dengan pemakaian pakaian adat Aceh lengkap kopiah  Meukutop Menteri Desa oleh Plt  Bupati  langsung menuju pelaminan Aceh dipeusijuek secara adat Aceh oleh Imam Besar Masjid Agung Sultan Jeumpa Drs Tgk H Jamaluddin  Idris

Usai dipeusijuek Menteri Desa dan rombongan melanjutkan perjalanan ke Matangglumpangdua, Peusangan mengadakan pertemuan dengan ribuan perangkat Desa, Keuchiek, Ketua LKMD, Imum Mukim, Tokih Agama, tokoh adat, rokoh masyarakat dan pendamping Desa dalam Kabupaten Bireuen di Aula Ampon Chiek Peusangan Umuslim.

Dalam sambutannya di hadapan ribuan perangkat desa, Menteri Desa bersama isteri sangat terharu dipeusijuek secara adat Aceh, dan sangat berterima kasih telah dinobatkan sebagai warga Bireuen.

Plt Bupati DR H Muzakkar A Gani, SH, M Si dalam sambutannya atas nama Pemerintah Daerah menyampaikan selamat datang kepada Menteri Desa dan isteri bersama Anggota Komisi V DPR RI H Ruslan M Daud di Kabupaten Bireuen, putera asli Bireuen yang pernah menjabat Bupati Bireuen periode 2012-2017.

“Kehadiran Bapak Menteri ke Bireuen merupakan suatu kehormatan tersendiri. Kami yakin  Bapak Menteri membawa angin segar segudang harapan untuk perubahan Kabupaten Bireuen,” sebutnya.

Plt Bupati menyampaikan, Kabupaten Bireuen merupakan Kabupaten pemekaran dari Kabupaten Aceh Utara telah berusia 19 tahun memiliki 17 kecamatan, 75 kemukiman dan 609 desa.

“Dari 609 Desa, terdapat  5 desa maju,  105 desa berkembang, 434 desa tertinggal, dan 65 desa sangat tertinggal,” ungkapnya.

Dikemukakan, perjalanan Dana Desa di Kabupaten Bireuen cukup baik selama kurun waktu lima tahun kepemimpinan Presiden Joko Widodo yang pertama, Pemerintah Kabupaten Bireuen  dari tahun 2015-2019 telah memperoleh dana desa sebesar Rp 1,6 Trilyun yang telah disalurkan ke 609 desa di 17 kecamatan.

Kabupaten Bireuen mendapat apresiasi pada tahun 2016 saat dana desa dikucurkan pertama kali oleh Menteri Desa dan Transmifrasi Marwan Jafar, Bireuen termasuk tercepat penyaluran dana desa saat itu.

Sejumlah prestasi yang diperoleh Kabupaten Bireuen dalam kurun waktu lima tahun  penyaluran dana desa antara lain, juara 2 tingkat nasional lomba inovasi desa dimenangkan Desa Jangka Alue Bie Kecamatan Jangka dari Kemendes  PDTT tahun 2019

Juara 1 dan 2 tingkat Provinsi Aceh lomba ketahanan keluarga Gampong Keude Tambue Kecamatan Simpang Mamplam dan Gampong Awe Geutah Paya Kecamatan  Peusangan Siblah Krueng tahun 2019.

Juara 3  lomba unggulan teknologi  Tepat Guna tingkat Provinsi Aceh Gampong Paya Rangkuluh Kecamatan Kutablang tahun 2019 Juara 2 tingkat Provinsi Aceh Posyandu Integrasi Gampong Blang Kecamatan Pandrah tahun 2017.

Juara 1 tingkat Provinsi Aceh  lomba desa/Prodeskel Gampong Jangka Alue kecamatan Jangka dan finalis lomba desa/Prodeskel tingkat nasional tahun 2017. Kemudian juara 1 ringkat Provinsi Aceh penghargaan lomba Bunda PAUD Gampong Raya Tambo Kecamatan Peusangan dan juara 1 tingkat nasional  tahun 2017.

Prestasi yang diraih tidak terlepas dari inovasi  dan kreativitas pada keuchik. Penggunanaan dana desa salah satunya digunakan untuk pemberdayaan bidang tersebut penghargaannya diperoleh 26 November 2019.

Dikemukakan, dana desa juga berhasil mendongkrak peekonomian masyarakat melalui program pemberdayaan masyarakat yaitu Badan Usaha Milik Gampong, yang berjumlah 113 dengan berbagai jenis usaha yang meliputi pakan ikan kerapu, pakan ternak minimarket, toko kelontong, persewaan alat perkawinan, meeting room, usaha pengangkutan dan lain-lain.

“Dari sejumlah BUMG masih banyak yang memerlukan upaya pendampingan dan penguatan agar dapat menjalankan rencana bisnisnya dengan baik,” sebut Plt Bupati Bireuen. (H.AR Djuli)

BAGIKAN