KABAR BIREUEN-Meski belum memiliki sasana tempat latihan, sejumlah atlet tinju Kabupaten Bireuen terus mempersiapkan diri untuk mengikuti Pra Pora dalam waktu dekat ini.

Selain menggenjot kekuatan fisik dan daya tahan tubuh, para atlet Bireuen, melakukan sparring partner ( Berlatih Tanding) dengan petinju dari sasana Muara Cunda Boxing Kota Lhokseumewe.

Metode latihan Sparring partner ini mempertemukan atlet tinju Bireuen dan dari Sasana Muara Cunda Boxing Kota Lhokseumewe, Minggu (20/12/2020).

Rencana awal metode berlatih tanding ini, berlangsung di Lapangan Tenis Lapangan di Jalan T Hamzah Bendahara Kota Bireuen.

Sparring partner dilakukan di lapangan itu, karena atlet tinju Bireuen sampai saat ini belum memiliki sasana sendiri.

Berhubung kondisi tidak mengizinkan dikarenakan hujan turun sangat deras, terpaksa sparring partner ini dipindahkan ke GOR Geulumpang Payong, Kecamatan Jeumpa, Bireuen, yang jaraknya 3,5 km dari pusat kota Bireuen.

Ketua Umum Pencab Pertina Bireuen, Muliadi, melalui pelatih kepala tinju Bireuen, Jhoniful Bahri, kepada Kabar Bireuen, mengatakan, sparring partner ini, dilakukan sebagai tolak ukur, sejauh mana persiapan atlet, jelang Pra Pora, baik dari segi teknik dan mental.

“Dengan sparring ini, kita dapat menglihat berbagai aspek yang dilatih selama ini akan kelihatan hasilnya, baik itu fisik ataupun teknik. Jadi kita tinggal memberikan masukan aspek mana yang perlu digenjot agar mendapatkan hasil yang maksimal saat bertanding di atas ring,” jelasnya.

Dikatakannya, sebelumnya kita juga telah melakukan sparring partner dengan atlet tinju Aceh Besar, Insya Allah dalam waktu dekat ini, kita akan lakukan sparring partner dengan atlet tinju Langsa di Aceh Tamiang.

“Dalam sparring partner ini, petinju yang bertanding kita sesuaikan dengan kelasnya masing-masing,” sebutnya Jhoniful Bahri.

Dia menguapkan terima kasih dan apresiasi atas kehadiran tim tinju dari Sasana Muara Cunda Boxing Kota Lhokseumewe ke Bireuen, untuk melakukan latih tanding dengan atlet tinju Bireuen, yang kondisinya serba kekurangan, bila dibandingkan dengan daerah lain.

Sementara itu, pelatih tinju Sasana Muara Cunda Boxing Kota Lhokseumewe, A Latief kepada Kabar Bireuen mengatakan, Selain mengadakan sparing untuk bersama-sama berlatih, sambil menimba ilmu agar kedepannya para petinju bisa mencapai prestasi yang semaksimal mungkin.

“Juga mempererat silaturahmi dan kedekatan secara emosional antar petinju juga pelatih dari sasana Muara Cunda Boxing Kota Lhokseumewe dan dari Bireuen,” ujar A Latief.

Pada Sparring partner ini, tim dari Sasana Muara Cunda Boxing Kota Lhokseumewe, dibawah asuhan pelatih A Latief (Bang Cik) memboyong empat atlet tinjunya, yaitu Raja kelas (56 kg). Auman Arofah (60 kg). M Iksan (69 kg) dan Chalik (84 kg).

Sementara tim Bireuen, dibawah asuhan trio pelatih Joniful Bahri, Ari Kurniawan dan Rahmat, menurunkan lima petinjunya, yaitu Fatan (56 kg) Bireuen, Yaumul (63 kg). Andika Pratama (66 kg) Bireuen. Hasnul (84 kg).

Dalam sparring partner ini, juga dilakukan pertandingan eksebisi kelas 52 kg antara dua petinju Bireuen, yaitu M Sadikin vc Patjri. (Herman Suesilo).