Dandim 0111/Bireuen Letkol Inf Zainal Abidin Rambe saat melepas tim Napak Tilas bersepeda KNPI Bireuen di pintu gerbang Meuligoe Bireuen Rabu pagi (28/10/2020).

KABAR BIREUEN- Komandan Kodim 0111/Bireuen Letkol Inf Zainal Abidin Rambe  melepas Tim Napak Tilas KNPI Kabupaten Bireuen bersepeda ke Menommen Radio Rimba Raya Benar Meriah di pintu gerbang Meuligoe Bireuen, Rabu pagi (28/10/2020.

Pengurus KNPI Bireuen selaku panitia Napak Tilas, Rahmad.S.Sos, MAP dalam keterangannya kepada Kabar Bireuen di sela-sela pelepasan Tim KNPI menjelaskan, Tim Napak Tilas KNPI bersepeda ke Monumen Radio Rimba Raya dalam rangkaian memperingati Hari Sumpah Pemuda ke-92 tahun 2020.

“Napak Tilas KNPI berseoada yang harus menempouh jarak 60 kilometer naik turun gunung yang terjal diikuti 80 peserta terdiri dari pemuda dan pemudi KNPI Bireuen,” ungkapnya.

Hadir juga sebagai peserta Napak Tilas bersepeda Kepala Badan kepegawaian Bireuen Mawardi S.STP,  Kabag Umum Setdakab Bireuen, Sulaiman SP, Kadisporapar Bireuen Muhammad Al Muttaqin S Pd, M Pd serta sejumlah pejabat Pemkab Bireuen.

Dikemukakan, Napak Tilas ke Monumen Radio Rimba Raya milik TNI Divisi X Komandemen Sumatera Langkat dan tanah Karo pimpipinan Panglima Kolonel Husin Jusuf  bermarkas di Kota Juang Bireuen yang sudah sangat berjasa dalam memperjuangkan dan mempertahankan kemerdekaan Republik Indonesia yang diproklamirkan Soekarno-Hatta 17 Agustus 1945.

Sumber diperoleh dari LVRI Bireuen menyebutkan,  Radio Rimba Raya milik TNI Divisi X Bireuen bermarkas di Kota Juang Bireuen dipancarkan ke seluruh dunia pada 22 Desember 1948 dalam enam bahasa, Indonesia, Inggris, Belanda, Arab, Urdu dan bahasa Cina mendapat tanggapan PBB dan masyarakat dunia sudah  mengetahui Indonesia sudah merdeka pada 17 Agustus 1945.

PBB tidak mempercayai lagi siaran bohong Radio Hervenzent Belanda di Batavia yang gencar menyiarkan berita bahwa Indonesia sudah dikuasai kembali Belanda. Padahal Atjeh masih utuh belum tersentuh dikuasai Agresi Belanda tahun 1947-1948.

Menurut Rahmat sebagai generasi penerus bangsa Napak Tilas bersepeda ke Monumen Radio Rimba Raya di dataran tinggi Gayo sebagai mewarisi semangat dan mengenang serta menghormati jasa pahlawan pejuang kemerdekaan RI baik melalui perjuangan bersenjata maupun perjuangan melalui siaran Radio Rimba Raya yang telah berhasil melumpuhkan Agresi Belanda kedia tahun 1948.

Untuk melestarikan sejarah perjuangan Kota Juang Bireuen dalamn memperjuangkan dan mempertahankan kemerdekaan RI 75 tahun silam sangat mendukung harapan pejuang LVRI Bireuen agar di komplek Pendopo Bupati dibangun Gedung Juang berlantai dua dan di pusat Kota Juang dibangun sebuah Monumen Veteran pejuang Kemerdekan RI.

Hal ini agar sejarah pejuangan  Kota Juang Bireuen diketahui generasi penerusnya dan tidak hilang ditelan zaman. Zaman boleh berganti sejarah Bireuen harus dikenang kembali.

“Pidato akhir Presiden Soekarno pada peringatan Hari Pahlawan 10 Nopember 1961, Bangsa yang besar adalah yang menghormati jasa pehlawannya.  Jangan sekali-kali meninggalkan sejarah,” ujar Rahmad menyampaikan amanat Presiden Soekarno. (H.AR Djuli).

BAGIKAN