Pengabdian Masyarakat di Aceh Utara, Tim Dosen Unimal Perkenalkan Teknologi IoT kepada Petani Tambak

KABAR BIREUEN, Aceh Utara – Petani tambak udang di Aceh Utara kini tak lagi harus bolak-balik ke tambak untuk mengecek kualitas air. Berkat pengenalan teknologi Internet of Things (IoT) yang dilakukan Tim Dosen Universitas Malikussaleh (Unimal), mereka bisa memantau suhu, kadar oksigen, hingga salinitas air secara real-time hanya lewat ponsel.

Program pengabdian masyarakat tersebut berlangsung sejak Juli hingga awal Agustus 2025, dipusatkan di Gampong Paloh Lada, Kecamatan Dewantara, Kabupaten Aceh Utara, dan diikuti sejumlah petani dari berbagai kecamatan.

Kegiatan ini dipimpin Nunsina, ST., M.Kom (Ketua Tim) bersama Eva Darnila, S.T., M.T dari Program Studi Teknik Informatika, serta Munawwar Khalil, S,Pi., M.Si dari Prodi Akuakultur, dengan dukungan sejumlah mahasiswa.

Dalam rentang waktu kegiatan, telah dilaksanakan serangkaian aktivitas yang memadukan teori, praktik, dan aplikasi teknologi mutakhir. Pada 24–25 Juli 2025 dan 2–4 Agustus 2025, para petani tambak diperkenalkan alat ukur kualitas air—dari suhu hingga kekeruhan—dengan presisi nyaris sempurna.

Puncaknya, pada 5 Agustus 2025, Nunsina selaku ketua tim memimpin sesi sosialisasi aplikasi revolusioner yang menyulap manajemen tambak menjadi secepat sentuhan jari: mulai dari pencatatan data, pemasaran, hingga pembukuan. Dalam rangkaian kegiatan, para petani diberikan teori, praktik, hingga simulasi penggunaan alat ukur kualitas air yang presisi, serta pelatihan aplikasi manajemen tambak berbasis IoT.

“Dengan alat berbasis IoT, kualitas air tambak dapat dipantau dari jarak jauh, mulai dari suhu, kadar oksigen terlarut, hingga tingkat salinitas. Keputusan bisa diambil lebih cepat, sehingga kematian udang dapat ditekan dan hasil panen meningkat,” jelas Nunsina, Senin (22/9/2025).

Menurut dia, penggunaan IoT bukan sekadar transfer ilmu, tetapi langkah besar menuju transformasi digital sektor perikanan. Teknologi ini membantu petani menghemat biaya operasional, meningkatkan efisiensi kerja, dan meminimalkan risiko gagal panen.

“Data yang terkumpul bisa diakses kapan saja, sehingga masalah dapat diantisipasi lebih dini,” ujarnya.

Anggota tim, Eva Darnila, menambahkan, program tersebut sejalan dengan visi ekonomi biru di Aceh. Pihaknya ingin membuktikan bahwa teknologi tidak hanya milik industri besar.

“Petambak tradisional pun bisa memanfaatkannya untuk meningkatkan pendapatan,” tegasnya.

Para petambak yang mengikuti pelatihan itu mengaku sangat terbantu. “Kami berharap teknologi ini bisa diterapkan di seluruh sentra tambak di Aceh Utara dan daerah pesisir lainnya,” ungkap M. Harun, salah satu petani tambak yang menjadi mitra program.

Program tersebut mendapat dukungan dari Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan, Kemendikbudristek, serta melibatkan perguruan tinggi, mitra, dan masyarakat. Harapannya, inisiatif ini menjadi tonggak baru bagi sektor perikanan Aceh menuju era digital yang lebih maju, produktif, dan berkelanjutan. (Red)

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

BACA JUGA

KABAR TERBARU

Perkuat Perkaderan, HMI Bireuen Gelar Follow Up Pamungkas dan Kenduri Alam di Krueng Simpo

0
KABAR BIREUEN, Juli - Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Bireuen menggelar kegiatan Follow Up Pamungkas dan Kenduri Alam bagi kader dan keluarga besar di...

Mutasi 199 Personel di Tubuh Polri, Sejumlah Jabatan Strategis Berganti

0
KABAR BIREUEN, Jakarta – Polri melakukan mutasi terhadap 199 personel yang terdiri dari Perwira Tinggi (Pati) dan Perwira Menengah (Pamen). Mutasi tersebut tertuang dalam...

TA Khalid: Masa Pemerintahan Presiden Prabowo Harga Pupuk Bersubsidi Paling Murah

0
KABAR BIREUEN, Peusangan - Mulai tahun 2025, Pemerintah resmi menurunkan Harga Eceran Tertinggi (HET) pupuk bersubsidi di tingkat pengecer sebesar 20 persen. "Pada masa Presiden...

Imbau Warga Tak Bakar Lahan, Polsek Kota Juang Gencarkan Patroli dan Pemantauan Cegah Karhutla

0
KABAR BIREUEN, Kota Juang–Polsek Kota Juang Polres Bireuen Polda Aceh melaksanakan Kegiatan Rutin yang Ditingkatkan (KRYD) melalui patroli dan pemantauan di wilayah hukum Polsek Kota...

Dilepas Bupati Mukhlis, Antusiasme Warga Membludak Ikuti Fun Walk HUT ke-27 Bireuen

0
KABAR BIREUEN, Bireuen - Belasan ribu peserta sangat antusias mengikuti gerak jalan santai (fun walk) gratis dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-...

KABAR POPULER

Kalahkan Peusangan 3-1, Samalanga ke Semifinal Piala Bupati Bireuen

0
KABAR BIREUEN, Bireuen- Sekira tiga belas ribu penonton memadati Lapangan Ruang Terbuka Hijau (RTH) Cot Gapu, Kota Juang, Bireuen, Jumat sore 9 Oktober 2026, guna...

Bupati Mukhlis Tutup Rangkaian Perlombaan Semarakkan HUT ke-27 Bireuen

0
KABAR BIREUEN, Bireuen - Bupati Bireuen, Ir. H. Mukhlis, S.T secara resmi menutup rangkaian kegiatan perlombaan dalam rangka peringatan  Hari Ulang Tahun (HUT) ke-27...

TA Khalid: Masa Pemerintahan Presiden Prabowo Harga Pupuk Bersubsidi Paling Murah

0
KABAR BIREUEN, Peusangan - Mulai tahun 2025, Pemerintah resmi menurunkan Harga Eceran Tertinggi (HET) pupuk bersubsidi di tingkat pengecer sebesar 20 persen. "Pada masa Presiden...

Hadiri Pelantikan Pengurus IDI Cabang Bireuen, Bupati Mukhlis Tekankan Kolaborasi untuk Tingkatkan Mutu Pelayanan...

0
KABAR BIREUEN, Kota Juang -Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Provinsi Aceh Dr. dr. Muntadar, Sp.B., Subsp.Ped(K) melantik Ketua dan Pengurus IDI Cabang Bireuen Periode...

Meriahkan HUT ke-27 Bireuen, 17 Tim Ikuti Lomba Toet Budee Trieng Piala Bupati

0
KABAR BIREUEN, Peusangan – Sebanyak 17 tim perwakilan Kelompok Kerja Kepala Sekolah (K3S) dan Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) se-Kabupaten Bireuen mengikuti Lomba Toet...