Jumat, 1 Mei 2026

Pengabdian Masyarakat di Aceh Utara, Tim Dosen Unimal Perkenalkan Teknologi IoT kepada Petani Tambak

KABAR BIREUEN, Aceh Utara – Petani tambak udang di Aceh Utara kini tak lagi harus bolak-balik ke tambak untuk mengecek kualitas air. Berkat pengenalan teknologi Internet of Things (IoT) yang dilakukan Tim Dosen Universitas Malikussaleh (Unimal), mereka bisa memantau suhu, kadar oksigen, hingga salinitas air secara real-time hanya lewat ponsel.

Program pengabdian masyarakat tersebut berlangsung sejak Juli hingga awal Agustus 2025, dipusatkan di Gampong Paloh Lada, Kecamatan Dewantara, Kabupaten Aceh Utara, dan diikuti sejumlah petani dari berbagai kecamatan.

Kegiatan ini dipimpin Nunsina, ST., M.Kom (Ketua Tim) bersama Eva Darnila, S.T., M.T dari Program Studi Teknik Informatika, serta Munawwar Khalil, S,Pi., M.Si dari Prodi Akuakultur, dengan dukungan sejumlah mahasiswa.

Dalam rentang waktu kegiatan, telah dilaksanakan serangkaian aktivitas yang memadukan teori, praktik, dan aplikasi teknologi mutakhir. Pada 24–25 Juli 2025 dan 2–4 Agustus 2025, para petani tambak diperkenalkan alat ukur kualitas air—dari suhu hingga kekeruhan—dengan presisi nyaris sempurna.

Puncaknya, pada 5 Agustus 2025, Nunsina selaku ketua tim memimpin sesi sosialisasi aplikasi revolusioner yang menyulap manajemen tambak menjadi secepat sentuhan jari: mulai dari pencatatan data, pemasaran, hingga pembukuan. Dalam rangkaian kegiatan, para petani diberikan teori, praktik, hingga simulasi penggunaan alat ukur kualitas air yang presisi, serta pelatihan aplikasi manajemen tambak berbasis IoT.

“Dengan alat berbasis IoT, kualitas air tambak dapat dipantau dari jarak jauh, mulai dari suhu, kadar oksigen terlarut, hingga tingkat salinitas. Keputusan bisa diambil lebih cepat, sehingga kematian udang dapat ditekan dan hasil panen meningkat,” jelas Nunsina, Senin (22/9/2025).

Menurut dia, penggunaan IoT bukan sekadar transfer ilmu, tetapi langkah besar menuju transformasi digital sektor perikanan. Teknologi ini membantu petani menghemat biaya operasional, meningkatkan efisiensi kerja, dan meminimalkan risiko gagal panen.

“Data yang terkumpul bisa diakses kapan saja, sehingga masalah dapat diantisipasi lebih dini,” ujarnya.

Anggota tim, Eva Darnila, menambahkan, program tersebut sejalan dengan visi ekonomi biru di Aceh. Pihaknya ingin membuktikan bahwa teknologi tidak hanya milik industri besar.

“Petambak tradisional pun bisa memanfaatkannya untuk meningkatkan pendapatan,” tegasnya.

Para petambak yang mengikuti pelatihan itu mengaku sangat terbantu. “Kami berharap teknologi ini bisa diterapkan di seluruh sentra tambak di Aceh Utara dan daerah pesisir lainnya,” ungkap M. Harun, salah satu petani tambak yang menjadi mitra program.

Program tersebut mendapat dukungan dari Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan, Kemendikbudristek, serta melibatkan perguruan tinggi, mitra, dan masyarakat. Harapannya, inisiatif ini menjadi tonggak baru bagi sektor perikanan Aceh menuju era digital yang lebih maju, produktif, dan berkelanjutan. (Red)

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

BACA JUGA

KABAR TERBARU

Jelang May Day 2026, Polda Aceh Simulasikan Pengamanan dan Pelayanan Humanis

0
KABAR BIREUEN, Banda Aceh – Polda Aceh menggelar simulasi Sistem Pengaman Kota (Sispamkota) sebagai bentuk kesiapan dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat pada peringatan Hari...

Momentum PID 2026, Pemkab Bireuen Beri Penghargaan kepada 50 Anak Berstatus Imunisasi Dasar Lengkap

0
KABAR BIREUEN, Bireuen -  Sebanyak 50 anak dengan status Imunisasi Dasar Lengkap (IDL) bersama lima penanggung jawab program imunisasi menerima piagam penghargaan dari Pemerintah...

Pastikan Percepatan Pembangunan, Bupati Bireuen Tinjau Progres Empat Proyek Infrastruktur APBN

0
KABAR BIREUEN, Bireuen — Bupati Bireuen, H. Mukhlis, ST, turun langsung ke lapangan meninjau progres empat proyek infrastruktur vital yang dibiayai APBN, Rabu (29/4/2026). Peninjauan...

APRI Bireuen Gelar Raker, Kakan Kemenag Bireuen Harap Penghulu Harus Mampu Kuasai Teknologi Informasi 

0
KABAR BIREUEN, Bireuen - Pengurus Cabang Asosiasi Penghulu Republik Indonesia (PC APRI) Bireuen, menggelar rapat kerja dan evaluasi program kerja di Aula Kankemenag setempat,...

Kunker ke Sabang, HRD Harap Pemerintah Pusat Harus Serius Benahi Infrastruktur

0
KABAR BIREUEN, Sabang – Anggota Komisi V DPR RI Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (F-PKB), H. Ruslan M. Daud (HRD), mengharapkan adanya keterbukaan dan keseriusan...

KABAR POPULER

Pastikan Percepatan Pembangunan, Bupati Bireuen Tinjau Progres Empat Proyek Infrastruktur APBN

0
KABAR BIREUEN, Bireuen — Bupati Bireuen, H. Mukhlis, ST, turun langsung ke lapangan meninjau progres empat proyek infrastruktur vital yang dibiayai APBN, Rabu (29/4/2026). Peninjauan...

Momentum PID 2026, Pemkab Bireuen Beri Penghargaan kepada 50 Anak Berstatus Imunisasi Dasar Lengkap

0
KABAR BIREUEN, Bireuen -  Sebanyak 50 anak dengan status Imunisasi Dasar Lengkap (IDL) bersama lima penanggung jawab program imunisasi menerima piagam penghargaan dari Pemerintah...

Antisipasi Korban Berjatuhan, Jalan Rusak Leubu-Ulee Gle Makmur Mulai Diperbaiki

0
KABAR BIREUEN, Makmur – Ruas jalan utama di Kecamatan Makmur, Kabupaten Bireuen, yang selama ini dikenal rawan kecelakaan akibat kerusakan parah dan berlubang, akhirnya...

Diduga Abaikan PK Mahkamah Agung, MS Jantho Eksekusi Putusan yang Telah Dibatalkan

0
KABAR BIREUEN, Bireuen – Kuasa hukum T. Saladin Bin T. A. Rahman Ali, H. Basrun Yusuf, SH, keberatan atas eksekusi harta bersama kliennya oleh...

Daftarkan 40 Bacaleg ke KIP, Ketua PD Aceh Kabupaten Bireuen: Semoga Penyelenggara Pemilu Amanah

0
KABAR BIREUEN – Dewan Pimpinan Wilayah Partai Daerah Aceh (DPW PD Aceh) Kabupaten Bireuen mendaftarakan 40 bakal calon Legislatif (Bacaleg) untuk pemilu 2019 ke Komisi...