KABAR BIREUEN-Pemerintah Kabupaten Bireuen melalui Dinas Syariat Islam (DSI) menggelar zikir, doa bersama dan tausiah dalam rangka peringati 17 Tahun MoU Helsinki (Hari Damai Aceh), 15 Agustus 2015 – 15 Agustus 2022.

Kegiatan dengan tema “Kedamaian Untuk Kemakmuran.” dilaksanakan di Masjid Agung Sultan Jeumpa Bireuen, Senin (15/8/2022) pagi, menghadirkan Tgk M. Yusuf Hasan dari Nisam Aceh Utara sebagai penceramah.

Hadir dalam kegiatan itu, Plh Bupati Bireuen Ir, Ibrahim Ahmad, M.Si, diwakili oleh Asisten Perekonomian dan Pembangunan, Ir. M. Jafar, M.M.

Kemudian, Pimpinan dan Anggota DPRK Bireuen. unsur Forkopimda Bireuen, para Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama dan Administrator di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bireuen.

Selanjutnya, para Tokoh Agama, Tokoh Adat, Anggota KPA, Pegiat LSM, Ormas Islam dan Pengurus Partai Politik dalam Kabupaten Bireuen. Imum Syiek beserta Seluruh Pengurus dan Remaja Masjid Agung Sulthan Jeumpa Bireuen dan para pelajar.

Pada kesempatan itu, Asisten Perekonomian dan Pembangunan, Ir. M. Jafar, M.M, membacakan sambutan tertulis Plh Bupati Bireuen.

Dalam inti sambutan disampaikan, perdamaian yang dirasakan seluruh elemen rakyat di Aceh, khususnya di Kabupaten Bireuen, saat ini perlu dimaknai dengan rasa syukur agar pintu nikmat lainnya dibuka Allah SWT.

Dan mengisi perdamaian ini dengan amalan-amalan kebaikan yang sebesar-besarnya.

Dijelaskan, setelah terlepas dari kungkungan konflik berkepanjangan, yang ditandai dengan Kesepakan Bersama atau Memorandum of Understanding (MoU) antara Pemerintah Indonesia dan Gerakan Aceh Merdeka, di Helsinki Finlandia, Aceh telah mampu keluar dari keterpurukan dan mampu bangkit perlahan menuju kesejahteraan.

Oleh karena itu, saya mengajak semua pihak untuk bersinergi dan bahu membahu merawat perdamaian ini dengan sebaik-baiknya dan saya yakin, tidak ada seorangpun yang menginginkan konflik terulang lagi di Aceh.

“Walaupun dalam perjalanannya tidak selalu jalan mulus, terkadang kita mengalami jalan berliku dan kerikil tajam yang harus dilewati,” katanya.

Namun masa lalu menjadi cermin untuk membangun Aceh yang lebih baik. Mari bersama membangun daerah  ini, dengan berbuat sebaik mungkin demi kejayaan Aceh di masa mendatang,

“Sebagaimana tema kegiatan pada hari ini yaitu Melalui Peringatan Hari Perdamaian Aceh ke 17 Kita Perkuat Persatuan Guna Membangun Aceh yang Kuat dan Bermartabat,” ujar Asisten II ini.

Harapannya, kegiatan ini dapat menjadi inspirasi bagi kita semua untuk berkiprah membangun tatanan kehidupan yang gemilang dalam rangka mewujudkan rahmatan lilalamin.

Selain itu, peringatan damai ini bisa menjadi momentum yang baik dan satu suara tekad  bersama untuk terus menjaga perdamaian ditanah rencong ini.

“Semoga melalui zikir ini dapat memperteguh keimanan dan ketakwaan kita kepada Allah SWT, dan juga dapat memperkokoh persatuan serta terjalin hubungan silaturrahmi di antara sesama kita semua di Wilayah Kabupaten Bireuen yang kita banggakan bersama,” harap M.Jafar. (Herman Suesilo)