KABAR BIREUEN-Pada liburan musim dingin kali ini, Universitas Al Washatiyyah Syi’ib Ahmad, Seiyun, Hadhramaut, Yaman bekerja sama dengan Universitas Al-Ahgaf, Tarim, Yaman menggelar Seminar Ijazah dan Sanad Hadits pada Sabtu-Minggu (02-03/02/2019) lalu.
Seminar Internasional tersebut bertempat di Auditorium Kubra Al Ahgaff University. Seminar yang berlangsung selama dua hari itu dimulai dari pukul 09.00 pagi – 12.00 siang. Kemudian, seminar itu dilanjutkan pada sore hari, dari pukul 15.30 hingga waktu Magrib. Setelah itu, dilanjutkan sampai pukul 19.00 malam.
Kegiatan ini mendapat apresiasi yang hangat dari berbagai kalangan pelajar di bumi Hadhramaut. Pelajar dari berbagai negara berbondong-bondong menghadiri acara tersebut, seperti Indonesia, Malaysia, Singapore, Somalia, Tanzania, Pakistan, Yaman dan negara-negara lainnya.
Tak terkecuali pelajar Aceh yang sedang menempuh pendidikan di Tarim, Yaman. Mereka pun tidak melewatkan kesempatan emas tersebut. Banyak dari mereka yang ikut hadir dalam acara ini.
Yang menjadi nara sumber dalam seminar ini adalah sang pemegang sanad tinggi Ilmu Hadits, Syekh Dr. Yasir bin Salim As-Syuhairi. Beliau adalah seorang Mufti sekaligus Mursyid Thariqat Ad Dandrawiyah Idrisiyyah di ibu kota Aden, Yaman.
Dalam seminar tersebut, ia mengijazahkan sanad beberapa kitab Hadits, seperti Tsulasiyyat Imam Bukhari, Imam Turmuzi, Imam Nasai, dan Ad Dairimi dan beberapa kitab lainnya.
Seminar diawali dengan penjabaran definisi Hadits Tsulasiyat, diteruskan pemutaran video seputar syubhat yang menjelaskan ketidak validannya Imam bukhari dalam meriwayatkan Hadits.
Kemudian, sang narasumber menjelasakan tentang kejanggalan dan kurangnya ilmu dari si pembuat video tersebut.
Selama berlangsungnya seminar, peserta sering dibuat kagum dengan penjelasan dan hafalan Syekh Dr. Yasir tersebut. Di setiap akhir seminar, juga diberi kesempatan kepada para peserta untuk bertanya. Nampak tersirat kepuasan di wajah para audien mendengar jawaban Syekh tersebut.
Di akhir acara, Syekh memberikan sanad kepada audiens dengan pembacaan dan pengijzahan kitab Hadits Sumbuliyat. Turut hadir dalam penutupan seminar, wakil pimpinan Ribath Universitas Washatiyyah, Sayed Muhammad As-Segaf dan beberapa staf dewan guru lainnya.
Para mahasiswa sangat bersyukur dengan adanya seminar tersebut. Semoga kita mendapat keberkahan dari Rasullullah SAW dan juga memiliki keotentikan yang tersambung keterangannya kepada sang penulis kitab. Hal tersebut senada dengan ungkapan Ibnu Mubarak yaitu Sanad merupakan bagian dari Agama. Jikalau tidak ada sanad, maka siapa saja akan berkata apa yang ia inginkan.
Acara berjalan tertib hingga ditutup dengan pembagian Ijazah (syahadah) dan sanad beserta foto bersama dengan Syekh beserta para tamu undangan dan peserta seminar. (Ahmad Nazir bin Idris, mahasiswa tingkat 4 Universitas Al Ahgaff asal Bireuenalumnus Ummul Ayman, Samalanga)









