KABAR BIREUEN – Beban kerja petugas kebersihan dan angkutan truk sampah untuk wilayah Kecamatan Kota Juang, semakin bertambah. Itu terjadi sejak pedagang pasar pagi kota Bireuen direlokasi ke Pasar Induk di Desa Geulanggang Gampong, Kecamatan Kota Juang, Kabupaten Bireuen, bulan lalu.
Hal itu dikemukakan Kepala Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman dan Lingkungan Hidup (Perkim dan LH) Bireuen, Ismunandar, ST., MT, kepada wartawan di ruang kerjanya, Senin (13/8/2018).
Karena ada penambahan beban kerja, kata Ismunandar, pihaknya membutuhkan tambahan tenaga kerja dan truk sampah. Sebelumnya, petugas kebersihan bekerja membersihkan sampah dua kali sehari di pasar pagi. Kini petugas kebersihan dan truk sampah bekerja tiga sampai empat kali sehari.
Meski terjadi tambahan beban kerja, menurut dia, anggaran untuk kebersihan tetap seperti biasa, tidak ada tambahan. Kondisi ini, katanya, perlu perhatian khusus untuk penambahan anggaran dan armada sesuai dengan tambahan beban kerja.
“Sejak pedagang ikan pindah ke Pasar Induk, setiap sore petugas kebersihan dan petugas penyiram taman kota, harus bekerja membersihkan pasar ikan. Karena di pasar ikan baru itu kekurangan air dan tidak cukup untuk membersihkan pasar,” jelas Ismunandar.
Menurut Ismunandar, sekarang untuk 17 kecamatan terdapat 18 unit armada sampah. Khusus untuk Kota Juang, enam unit armada. Sedangkan sampah terus bertambah setiap hari. Enam unit armada, tidak cukup untuk Kota Juang. (Suryadi)









