KABAR BIREUEN – Musrenbang Kecamatan Kota Juang yang dibuka Bupati Bireuen H Saifannur, S Sos  di Aula lama Setdakab, Selasa (12/2/2019).

Musrenbang tersebut  turut dihadiri  Wakil Bupati DR H Muzakkar A Gani,SH, M Si, Sekda Ir Zulkifli,SP, para anggota DPRK Bireuen, para Kadis, Badan, Kantor, para Keuchiek, Tuha Peuet, Tuha Lapan, Imum Mukim, unsur pemuda dan perempuan dari 23 Gampong dalam Kecamatan Kota Juang menggelar musyawarah rencana pembangunan tahun 2020.

Usai laporan Camat Kota Juang, Drs Jalaluddin, M Si pihak pembawa acara memberikan kesempatan kepada para Keuchik, Imum Mukim dan perangkat desa untuk menyampaikan berbagai permasalahan yang masih dialami masyarakat Gampong.

Pertama kali Keuchik Gampong Pulo Ara Geudong Teungoh, H Ridwan Aziz,SH menyampaikan keluhan masyarakat Gampong Pulo Ara Geudong Teungoh pada setiap musim penghujan masih menjadi langganan banjir kiriman.

Ratusan rumah penduduk Gampong Pulo Ara yang di lintasan  saluran Irigasi terendam banjir kiriman setinggi  satu meter hingga tiga hari lamanya, seluruh perabotan rumah tangga rusak total, bahkan satu unit rumah penduduk di lintasan saluran irigasi rubuh diterjang banjir kiriman akibat jebolnya tanggul saluran irigasi.

Ridwan Aziz memaparkan, penyebab utama Gampong Pulo Ara jadi langganan banjir kiriman setiap musim penghujan lantaran saluran irigasi yang melintasi Gampong Pulo, sebelumnya memiliki lebar 6 meter dengan kedalaman 4 meter.

Sekarang saluran irigasi sepanjang  dua kilometer sudah dipersempit hanya memiliki lebar satu meter dengan kedalaman dua meter tidak mampu menampung arus banjir kiriman saluran irigasi dari Kecamatan Juli yang lebarnya  6 meter dengan ke dalam 4 meter

Setiap musim penghujan, banjir kiriman yang sangat deras berasal dari Waduk (Paya) Peuraden Kecamatan Juli akibat tanggul Waduk Peuraden sudah puluhan tahun jebol diterjang banjir ditelantarkan tidak direhap lagi sebagai penyebab utama Gampong Pulo Ara jadi langganan banjir setiap tahunnya.

Penyebab kedua, saluran parit jalan negara sebelah selatan jalan Banda Aceh – Medan kawasan Simpang Pulo Ara, kantor Telekom, Bank Aceh sebagai saluran pembuangan ke alur titi rumbia dan saluran pembuang pusat kota Bireuen sudah tersumbat tidak berfungsi lagi.

“Sehingga setiap musim penghujan ratusan rumah penduduk Gampong Pulo Ara terendam banjir kiriman, akibat meluapnya saluran irigasi yang lebarnya tidak mampu menampung arus banjir kiriman,” ujar Keuchik Pulo Ara, H Ridwan Aziz.

Ironisnya, setelah para Keuchik lainnya memberikan laporan, Bupati Saifannur, terlupa menangggapi laporan Keuchik Pulo Ara H Ridwan Aziz  hanya menanggapi laporan Keuchik lainnya.

“Padahal bencana banjir yang sudah jadi langganan warga Gampong Pulo Ara yang letaknya di pusat Kota Juang sangat penting ditanggapi memberikan solusi untuk membebaskan warga Gampong Pulo terbebas dari langganan banjir kiriman,” harap Ridwan Aziz.

Beberap tokoh masyarakat Gampong Pulo Ara yang ditemui Kabar Bireuen usai Salat Magrib di Masjid Al Amin Pulo Ara, Selasa malam (12/2-2019 mengaku sangat kecewa terhadap Bupati Saifannur yang tidak memberi tangapan terhadap laporan Keuchik Gampong Pulo Ara.

Beberapa tokoh masyarakat Pulo Ara meminta Pemkab Bireuen mengusulkan kepada dinas terkait di Provinsi Aceh untuk memperlebar kembali saluran irigasi sepanjang dua kilometer yang melintasi Gampong Pulo Ara untuk mengatasi meluapnya banjir saluran irigasi.

“Selain itu perlu memfungsikan kembali drainase parit jalan negara yang sudah tersumbat total guna membebaskan warga Gampong Pulo Ara dari langganan banjir kiriman,” harap warga Pulo Ara. (H.AR Djuli)

BAGIKAN