KABAR BIREUEN- Tim gabungan Satpol PP dan WH Bireuen, TNI,Polri, serta Dinas Perhubungan melakukan pendekatan persuasif, Sabtu pagi (7/7/2018) kepada pedagang di kawasan Pasar Pagi Bireuen, Dusun Capa Utara, Gampong Meunasah Capa, Kecamatan Kota Juang Bireuen, agar bersedia pindah dari lokasi tersebut.
Pedagang sayur, buah, kue dan kebutuhan sehari-hari itu didatangi satu persatu dan diberi arahan supaya bersedia pindah sesuai kesepatan pedagang sebelumnya dengan Pemerintah Kabupaten Bireuen yang akan dipindahkan setelah lebaran Idul Fitri.
Pantauan Kabar Bireuen, tampak Kepala Satpol PP dan WH Bireuen, Fakhrurrazi SP, Dandim 0111/Bireuen, Letkol Inf Amrul Huda,SE, MM, M Sc, Kabid Ketentraman dan Ketertiban (Trantib) Satpol PP Bireuen, Teguh Mandiri Putra S.STP, personil TNI, Polri dan Dinas Perhubungan berdialog dan memberi arahan kepada para pedagang.
Kepala Satpol PP dan WH Bireuen, Fakhrurrazi SP melalui Kabid Trantib, Teguh Mandiri Putra SSTP kepada Kabar Bireuen, Sabtu (7/7/2018), disela-sela kegiatan tersebut, mengatakan, sesuai hasil rapat, pedagang memang diberikan tenggat waktu untuk pindah dari lokasi tersebut mulai 1-10 Juli 2018.
“Mereka diminta pindah secara sukarela ke Pasar induk Bireuen atau lokasi lainnya karena kawasan ini akan ditata dan dibangun jalan dua jalur. Pembangunan pun mulai dikerjakan hari ini. Karena itu kita memberikan arahan kepada pedagang agar bersedia pindah,” sebutnya.
Pihaknya, sebut Teguh, tak langsung mengambil tindakan penggusuran atau memindahkan paksa para pedagang. Karena itu, sebelum tenggat waktu berakhir, para pedagang diberi himbauan dan pengarahan agar bersedia pindah.
Dikatakannya, sejumlah pedagang beralasan, mereka akan pindah jika pedagang disamping kiri kanan mereka juga ikut pindah.
“Kita lalukan cara persuasif, pendekatan langsung ke pedagang. Bahkan untuk memudahkan mereka mengangkut barang-barangnya, kita juga sediakan truk gratis dari Satpol PP dan WH serta Kodim 0111/Bireuen stand by di lokasi,” sebut Teguh.
Dandim 0111/Bireuen yang berada di lokasi juga turut memberikan arahan, bahkan membantu mengangkat lapak serta meja pedagang dari lokasi yang akan dikeruk atau digali untuk membuat saluran drainase menggunakan alat berat eskavator. (Ihkwati)











