KABAR BIREUEN –  Para pengguna jalan di kota Bireuen mengeluh. Pasalnya, mini bus angkutan umum jenis labi-labi dan L-300 masih membandel parkir menaikkan dan menurunkan penumpang di jalan yang terpasang rambu lalu lintas larangan parkir.

Amatan Kabar Bireuen Sabtu (16/11/2019), parkir mini bus penumpang yang paling semraut di kota Bireuen, Jalan Gajah ujung utara (jalan keluar terminal bus kota Bireuen, jalan Banda Aceh – Medan kawasan depan kantor Telkom, Bank Aceh  Bireuen yang setiap hari padat arus lalu lintas  masih parkir di tempat terlarang.

Nuzakkir, salah seorang warga Desa Pulo Ara kawasan jalan gajah menyatakan sangat kesal tindakan mini bus penumpang yang parkir menaikkan dan menurunkan penumpang di jalan terlarang, sangat menggangu kelancaran arus lalu lintas umum, dan sangat berbahaya terhadap keselamatan penumpnag mini bus dan pengguna jalan lainnya.

Dikatakan, razia Dishub, operasi zebra rencong Polantas Polres Bireuen yang dilakukan secara rutin jangan hanya  merazia pelanggaran  kelengkapan surat-surat kendaran, SIM pengemudi, yang tidak lengkap ditilang.

Sedangkan pengemudi mini bus angkutan umum maupun kendaraan pribadi yang parkir di tempat terlarang belum tersentuh kena tilang.

“Parkir mini bus penumpang di tempat terlarang adalah salah satu pelanggaran lalu lintas harus ditilang juga, agar para sopir patuh terhadap peraturan lalu lintas,” harap Muzakkir.

Patut dipertanyakan, mengapa parkir mini bus ditempat terlarang tidak ditertibkan dan tidak ditilang tim gabungan di lapangan, apakah parkir di tempat terlarang bukan pelanggartan lalu lintas ? tanya Muzakkir.

Diharapkan, pihak Dushub dan Polantas Polres Bireuen untuk ketertiban arus lalu lintas di kota Bireuen perlu segera turun tangan menertibkan mini angkutan umum yang masih membandel parkir di jalan gajah dan sekitarnya, agar seluruh mini bus penumpang parkir menaikkan dan menurnkan penumpang di termainal bus Bireuen yang tersedia luas untuk parkir mini bus.

Loket agen mini bus penunmpang boleh saja diemperan toko-toko Jalan Gajah, akan tetapi menaikan dan penurunkan penumpangnya harus di terminal bus yang sangat dekat dengan Jalan Gajah,” pinta Muzakkir.

Muzakkir juga berharap, Dishub jangan hanya menempatkan Pos retribusi parkir di teminal bus untuk mengumpulkan uang receh, sedangkan ketertiban parkir kendaraan di kawasan terminal bus dan dalam kota Bireuen sangat semraut masih terabaikan sangat mengganggu kelancaran lalu lintas umum dalam kota Bireuen. (H.AR Djuli).

BAGIKAN