Selasa, 16 Juni 2026

Mengaku Sudah Ngemis Sejak Kelas V SD, Pelajar SMP Ini terjaring Razia Gepeng di Bireuen

KABAR BIREUEN- YY, anak dibawah umur terjaring saat Tim gabungan terdiri dari Dinas Sosial Bireuen dan Satpol PP melakukan penertipan terhadap gelandangan dan pengemis (gepeng), Senin (24/6/2019) pagi.

YY (13) warga Kecamatan Jangka Kabupaten Bireuen ini, berstatus sebagai pelajar aktif kelas VIII di salah satu SMP, terjaring bersama seorang pengemis tunanetra S (69) warga Kecamatan Jangka, mereka tertangkap tangan sedang mengemis di kawasan lampu merah simpang empat Bireuen.

Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Bireuen, Drs Murdani melalui Kabid Rehabilitasi Sosial, Faisal Kamal S.Sosn kepada Kabar Bireuen mengatakan, dalam hal ini YY sebagai pemandu (sopir) S untuk meminta-minta.

Kini YY masih dalam pengawasan pihaknya, dan sudah menghubungi keluarganya untuk dijemput dan dibawa pulang.

“Kita sangat sesalkan terhadapat orang tua YY yang membiarkan anaknya yang masih di bawah umur menjadi pengemis,” kata Faisal.

Menurutnya, dalam kasus eksploitasi anak, peran orang tua memang sangat penting. Orang tua sebagai pelindung dari anak seharusnya mampu memberikan perlindungan yang nyata bagi anak bukan malah secara tidak langsung menjadikan anak sebagai pekerja sedini mungkin.

“Semua elemen masyarakat harus memberikan perhatian dalam mendidik anak-anak agar menjadi generasi yang kreatif dan inovatif, bukan generasi peminta-minta,” ujar Kabid Rehabilitasi Sosial ini.

Sementara itu, YY kepada Kabar Bireuen mengakui, dirinya sebagai pengemis sudah lama, sejak ia kelas 5 SD sampai sekarang dan apa yang dia lakukan, diketahui oleh orang tuanya.

Menurutnya, dia mengemis bersama S (tunanetra) selain di kampung-kampung juga di kota Bireuen. Pihak sekolah dan teman-teman sampai saat ini belum ada yang tau, kalau dirinya menjadi pengemis.

“Uang yang mereka dapatkan saat mengemis tidak tentu,” katanya dengan polos.

Kalau mengemis di kota bisa mendapatkan uang sebanyak Rp 300 hingga Rp 500 ribu setiap hari, kalau mengemisnya di kampung-kampung hanya mendapat sekitar Rp 200 ribuan.

“Hasil yang diperoleh dari mengemis dibagi dua dengan, uang yang saya peroleh dari pembagian saya belikan emas,” kata YY. (Herman Suesilo).

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

BACA JUGA

KABAR TERBARU

UNIKI Gelar Student Global Preneur Academy di Lhokseumawe, Bekali Mahasiswa Literasi Keimigrasian dan Jiwa...

0
KABAR BIREUEN, Lhokseumawe – Universitas Islam Kebangsaan Indonesia (UNIKI) terus memperkuat kompetensi mahasiswa dalam menghadapi tantangan global melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) bertajuk...

Peringati Tahun Baru Islam 1448 H, Wabup Bireuen Serukan Semangat Hijrah dan Muhasabah

0
KABAR BIREUEN, Bireuen – Pemerintah Kabupaten Bireuen menggelar zikir bersama dan tausiah dalam rangka menyambut Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriah/2026 Masehi di...

Terjunkan 445 Petugas, Pemkab Bireuen dan BPS Resmi Canangkan Sensus Ekonomi 2026

0
KABAR BIREUEN, Bireuen – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bireuen bersama Badan Pusat Statistik (BPS) setempat resmi mencanangkan pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 (SE26), dengan menerjunkan sebanyak...

Reses Yah Fud di Peudada, Warga Minta Perbaikan Irigasi yang Rusak Akibat Banjir

0
KABAR BIREUEN, Peudada – Kerusakan jaringan irigasi akibat banjir dan longsor yang menyebabkan petani gagal menggarap sawah selama beberapa tahun terakhir menjadi aspirasi utama...

Tingkatkan Kompetensi, Kemnaker Buka Pendaftaran Program Pemagangan Jepang dan Pelatihan Kaigo

0
KABAR BIREUEN, Jakarta—Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) membuka pendaftaran Program Pemagangan Jepang dan Pelatihan Kaigo melalui platform Skillhub dalam ekosistem SIAPkerja. Program ini menjadi bagian dari upaya...

KABAR POPULER

Reses Yah Fud di Peudada, Warga Minta Perbaikan Irigasi yang Rusak Akibat Banjir

0
KABAR BIREUEN, Peudada – Kerusakan jaringan irigasi akibat banjir dan longsor yang menyebabkan petani gagal menggarap sawah selama beberapa tahun terakhir menjadi aspirasi utama...

Terjunkan 445 Petugas, Pemkab Bireuen dan BPS Resmi Canangkan Sensus Ekonomi 2026

0
KABAR BIREUEN, Bireuen – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bireuen bersama Badan Pusat Statistik (BPS) setempat resmi mencanangkan pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 (SE26), dengan menerjunkan sebanyak...

Peringati Tahun Baru Islam 1448 H, Wabup Bireuen Serukan Semangat Hijrah dan Muhasabah

0
KABAR BIREUEN, Bireuen – Pemerintah Kabupaten Bireuen menggelar zikir bersama dan tausiah dalam rangka menyambut Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriah/2026 Masehi di...

Dikunjungi Direktorat Jenderal Perkebunan Republik Indonesia, Pabrik Kelapa di Bireuen

0
KABAR BIREUEN -  Direktur Tanaman Semusim dan Rempah, Direktorat Jenderal Perkebunan Republik Indonesia Dr, Ir. Agus Wahyudi, MM serta rombongan berkunjung ke pabrik berbahan...

Buka Lomba SKJ Tingkat Pelajar dan Mahasiswa, Ketua TP-PKK Bireuen Ajak Generasi Muda Budayakan...

0
KABAR BIREUEN, Bireuen – Sebanyak 12 tim dari berbagai sekolah dan perguruan tinggi di Kabupaten Bireuen ambil bagian dalam Lomba Senam Kesegaran Jasmani (SKJ)...