KABAR BIREUEN-Buku Biografi Mukhlis Takabeya “Petarung dari Selatan” resmi diluncurkan, Selasa (23/6/2020) di Aula Ampon Chiek Peusangan.

Bupati Bireuen Dr H Muzakkar A Gani SH MSi mengatakan, dia sudah membaca buku biografi tersebut sekilas.

“Dari alur ceritanya, Muklis itu ngotot, penakluk, cerdas, cuma bandel,” ungkap Muzakkar.

Tokoh pendiri Bireuen, H Subarni A Gani dalam sambutannya mengatakan, dalam bidang infrastruktur , telah hadir H Mukhlis A.Md, atau dikenal sebagai Mukhlis Takabeya tokoh muda, jiwa pembangunan Bireuen, ketokohannya tak perlu diragukan lagi, banyak kegiatan yang telah dilakukannya.

“Banyak sekali inspirasi-inspirasi dari buku ini yang bisa dikutip, mempunyai latar belakang pejuang, latar belakang dari orang kurang mampu yang kemudian menjadi sosok bagian dari pembangunan di Bireuen. dan kita berharap menjadi bagian dari pembangunan Aceh.

Tokoh pendir Bireuen itu mengharapkan Mukhlis dapat merangkul semua kalangan, baik dari kalangan atas sampai kalangan bawah. Memiliki integritas tinggi, punya visi, berjiwa kerja, mempunyai terobosan-terobosan untuk Bireuen yang lebih baik.

H Subarni  berharap dan menitip pesan kepada Mukhlis agar jadilah seperti ilmu padi, makin berisi makin menunduk. Tetap menjadi Mukhlis yang bijak, menjadi  tokoh visioner yang menempatkan hak-hak masyarakat, menjadikan Bireuen lebih baik.

“Harapan kami, Bireuen butuh calon pemimpin yang punya dukungan dari segi finance dan dukungan dari berbagai kalangan. Oleh karena itu kami menitip pesan kepada Adinda kami Mukhlis, tetaplah menjadi pribadi  yang baik dan bijak, masukkan ke semua kalangan,  melihat bagaimana masyarakat kita di pelosok. Masyarakat butuh didengar, bukan hanya ucapan-ucapan semata diantara protokoler. Mari membangun Bireuen dengan kerja nyata,” pesan Haji Subar.

Kepada tokoh-tokoh muda, H Subar megajak mereka agar mengambil pengalaman Mukhlis, menjadi cambuk bagi semua. Kepemimpinan bukan keturunan, itu nyata telah dibuktikan Mukhlis Semoga banyak tumbuh Mukhlis-Mukhlis baru di Bireuen.

Sementara itu, H Sofian Ali menyebutkan, Mukhlis memang seorang petarung, yang siap melawan kemiskinan, fighting, darah dan tetesan darah, membuka lahan, membuka jalan, membina masyarakat sehingga menjadi pemimpin di Alue Krueb, daerahnya.

“Hari ini menjadikan Mukhlis sebagai entrepeuner sejati, seorang pengusaha yang mampu mengangkat harkat dan martabat Kabupaten Bireuen. Contohlah bagaimana Mukhlis Takabeya menjadikan dirinya enterpreuner muda yang berhasil,” sebut pria yang akrab disapa Yan PT itu.

Mukhlis Takabeya dalam sambutannya memaparkan bagaimana perjuangannya dari awal hingga saat ini, tentang suka duka yang dialaminya dalam membangun usaha serta kisah mencekam di masa konflik dulu.

Pria yang juga kerap disapa Toke Mukhlis itu sempat menghentikan sejenak pidatonya karena terisak, menangis mengenang almarhum abangnya H Saifannur yang selama ini telah banyak membimbingnya sehingga menjadi sosok yang sukses seperti saat ini.

Sebelumnya, Ketua Panitia M Yusuf S.Pd dalam laporannya menyebutkan, launching buku biografi tersebut terselenggara atas kerjasama PT Takabeya Group, Dewan Kesenian Aceh (DKA) Bireuen dan Universitas Almuslim, dihadiri 800 peserta.

Hadir pada grand launching buku biografi yang ditulis Muhajir Juli itu, Ketua DPRK Bireuen, Rusyidi Mukhtar S,Sos, unsur Forkopimda, Drs H Anwar Idris, anggota DPR RI, Mantan Ketua DPRK Bireuen H Ridwan Khalid, Tokoh pendiri Bireuen, Zainuddin Daud dan Zainal.

Selain itu  juga hadir AKPB Purnawirawan Ilyas Hasballah, Rektor, wakil dan unsur civitas akademika Umuslim. Ketua DPW PA Bireuen, Darwis Djeunieb, Bupati Bireuen 1999-2002, Drs Hamdani Raden, Bupati Bireuen periode 2002-2007, Drs Mustafa A. Glanggang, anggota DPRK Bireuen, pejabat dan kepala SKPK, camat, imum mukim serta sejumlah keuchik dan tamu undangan lainnya.

Ibunda dari Mukhlis Takabeya, Hajjah Rabiah Abdullah, istri dan keluarganya juga tampak menghadiri kegiatan tersebut.

Bertindak sebagai pengkaji/pembanding biografi tersebut adalah Prof H Yusni Sabi Phd mantan Rektor UIN Arraniri Darussalam Banda Aceh, DR Hendra Syahputra serta Dr H Amiruddin M.Si Dosen FKIP Unsyiah dengan story teller, Ir H Razuardi MT, Ketua BPKS. (Ihkwati)

,

 

BAGIKAN