KABAR BIREUEN-Komunitas Dokter Peduli Medis Paramedis(KDPMP) melakukan bagi-bagi masker untuk seluruh medis dan paramedis di Kabupaten Bireuen, Senin (4/5/2020).

Pembagian masker yang berjumlah 6234 ini bersumber dari sedekah hamba Allah Kabupaten Bireuen, dokter umum dan dokter spesialis yang ada di Bireuen serta Rumah Sakit BMC, para politisi baik anggota DPRK dan ketua partai.

Anggota DPD RI H Sudirman turut memberikan donasinya , dan juga donasi berasal kalangan pengusaha, salah satunya H Mukhlis Takabeya dan lainnya. Donasi ini dikumpulkan selama seminggu sejak 1 April-7 April 2020.

“Alhamdulliah ada 6.324 masker yang bisa kita kumpulkan,” sebut dr. Murdani M.kes yang juga koordinator KDPMP

Donasi masker ini mulai hari ini dibagi-bagikan lansung ke seluruh medis dan paramedis yang ada di Kabupaten Bireuen.

“Alhamdulliah hari ini sudah tujuh Puskemas wilayah Barat yang kita kunjungi insya Allah besok kita akan mengejar wilayah tengah, RSUD dr Fauziah dan kalau memungkingkan Puskemas Wilayah Timur  Bireuen,” katanya.

Masker tersebut dibagikan lansung kepada medis dan paramedis tanpa perantara management puskesmas.

Sebelum memberikannya, sebut Murdani,  pihaknya terlebih dahulu meminta izin management Puskemas yang dikunjungi, kemudian mereka juga membagi masker buat pasien rawat inap dan rawat jalan yang tidak memakai masker.

“Tujuan dari pada memberikan Lansung kepada medis dan paramedis serta pasien adalah untuk memastikan donasi masker dari donatur disalurkan atau tersalurkan saat masa pandemic covid 19,”  sebut koordinator KDPMP itu.

Sementara itu, dr. hulaimi Jeunieb yang juga mewakili the Atjeh Foundation dan juga sebagai sekretaris koordinator KDPMP menyatakan hari pertama pihaknya sudah membagi  lebih kurang 3000 masker dan baju APD.

“Masker dan APD yang dibagikan itu sumbangan dari  Amir Faisal Onwer The Atjeh Connection untuk Puskemas Samalanga sampai Puskesmas Jeumpa (7 Puskemas) serta tempat singgah pasien ODP dan PDP di Kabupaten Bireuen,” ungkapnya.

Turut hadir dalam pembagian masker itu dr Dara Farasina dan dr Eka Marisna. (REL)

BAGIKAN