Ketua Umum Forum Mahasiswa Bireuen (FORMAB), M Afdhal

KABAR BIREUEN-Meninggalnya dua orang  Pasien Dalam Pengawasan (PDP) kasus  corona yang  satu orang dinyatakan positif corona adalah warga kota Lhokseumawe, membuat masyarakat khawatir dan panik.

Ketua Umum Forum Mahasiswa Bireuen (FORMAB), M Afdhal meminta Plt Bupati Bireuen harus lebih tegas dan rensponsif terhadap kebijakan terkait penanggulangan virus corona atau covid 19 di Kabupaten Bireuen.

M Afdhal mengatakan, masih banyak masyarakat yang melakukan aktivitas di luar rumah tanpa ada keperluan yang mendesak. Sehingga hal tersebut dapat mempermudah penyebaran virus corona atau covid 19

“Saya melihat masih banyak masyarakat yang melakukan aktivitas di luar rumah tanpa ada keperluan yang mendesak atau urgent yang sehingga hal tersebut dapat mempermudah penyebaran virus corona,” kata M Afdhal.

FORMAB juga meminta Plt Bupati Bireuen agar segera menginstruksikan kepada kepala desa untuk mengalokasikan Dana Desa untuk keperluan pencegahan virus corona.

“Saya meminta Plt Bupati Bireuen segera mengintruksikan kepada kepala desa untuk mengalokasikan dana desa untuk keperluan pencegahan virus corona, dana tersebut bisa dipakai untuk pengadaan masker dan hand sanitizer dan dibagikan kepada masyarakat serta diletakkan di tempat ibadah,” sebut M Afdhal.

Ketua Umun FORMAB Lhokseumawe – Aceh Utara itu juga mengimbau kepada seluruh mahasiswa Bireuen yang sedang menempuh Strata 1 (S1) di Lhokseumawe-Aceh Utara supaya tidak melakukan aktivitas di luar rumah tanpa ada keperluan yang mendesak.

“Saya mengimbau kepada mahasiswa Bireuen yang sedang menumpuh pendidikan Strata1 (S1) di Lhokseumawe-Aceh Utara agar tidak melakukan aktivitas di luar rumah bila tidak ada keperluan yang mendesak. Mahasiswa yang masih berada di Lhokseumawe-Aceh Utara agar mengikuti instruksi Wali Kota Lhokseumawe dan Instruksi Bupati Aceh Utara. Sedangkan yang sudah berada di kampung halaman supaya mengikuti instruksi Plt Bupati Bireuen,” jelas pria kelahiran Geudong Alue, Kecamatan Kota Juang, Bireuen itu.

Virus Corona atau Covid 19 ini merupakan bencana dunia yang serius sehingga harus antisipasi sejak dini agar tidak memakan korban di Kabupaten Bireuen. (REL)

BAGIKAN