KABAR BIREUEN-Kedatangan Orang Asing ke Indonesia melalui bandara internasional sulit dimonitor di Bandara Dosmetik, rendahnya kesadaran dari pihak penjamin, sponsor dan orang asing bersangkutan dalam melaporkan keberadaannya kepihak Imigrasi sehingga tidak terpantau.

Selain itu, kurang akuratnya informasi dan data orang asing dari masing-masing instansi dapat menjadikan kendala dalam melaksanakan pengawasan terhadap orang asing.

Hal itu disampaikan Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Mursyid SP, dalam sambutannya pada pembukaan Rapat Tim Pemantauan Orang Asing dan Tenaga Kerja Asing di Kabupaten Bireuen Tahun 2020.

Rakor yang digelar Badan Kesatuan Bangsa dan Politik, (Kesbangpol) Kabupaten Bireuen, berlangsung di Oproom Kantor Pusat Pemerintahan Kabupaten Bireuen, Senin (16/11/2020) pagi, dihadiri pihak terkait.

Dijelaskan, terkait pengawasan orang asing tentu penting untuk melibatkan semua pihak, arus komunitas orang asing yang berada di daerah membutuhkan dukungan aparat setempat.

Dalam pengawasan orang asing itu tidak boleh menjadi objek tetapi perlu juga memikirkan rasa keamanan mereka, agar tetap merasa aman dan nyaman

Menghadapi adaptasi kebiasaan baru (new normal) dimasa pendemi covid-19 ini perlu adanya pengawasan yang ketat terhadap orang asing agar tidak ada lagi penyebaran virus corona.

“Rapat Tim Pora sangat penting sebagai wadah koordinasi dan sinergisitas pengawasan orang asing sesuai dengan tugas pokok dan fungsi masing-masing institusi dengan tetap melaksanakan protokol kesehatan,” sebut Mursyid yang juga sebagai Ketua Tim Pemantauan Orang Asing Dan Tenaga Kerja Asing Kabupaten Bireuen.

Sebelumnya, Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik, Kabupaten Bireuen, Zaidi, AP, S.Sos, melaporkan, tujuan pelaksanaan Rapat Tim Pemantauan Orang Asing dan Tenaga Kerja Asing di Kabupaten Bireuen, mencari dan menganalisa informasi dari berbagai sumber, mengenai kegiatan atau keberadaan Orang Asing dan Tenaga Kerja Asing dalam Kabupaten Bireuen.

Kemudian, menjalin komunikasi dan koordinasi dengan instansi terkait mengenai Orang Asing dan Tenaga Kerja Asing dalam Kabupaten Bireuen, mengumpulkan data dan melaksanakan pertemuan dengan instansi terkait

Selamjutnya, memberi rekomendasi sebagai bahan pertimbangan bagi Kepala Daerah mengenai kebijakan yang berkaitan dengan perkembangan keberadaan Orang Asing dan Tenaga Kena Asing di Kabupaten Bireuen.

“Kegiatan ini diikuti 26 orang sebagai peserta terdiri dari Pembina 3 orang, Ketua 1 orang, Wakil Ketua 1 orang, Sekretaris 1 orang dan anggota sebanyak 20 orang,” jelas Kepala Badan Kesbangpol Bireuen ini. (Herman Suesilo).