KABAR BIREUEN, Juli – Menyambut semarak Hari Raya Idul Adha, Asosiasi Penghulu Republik Indonesia (APRI) Cabang Bireuen, menyalurkan dua ekor sapi kurban di Desa Juli Keude Dua, Kecamatan Juli, Bireuen, pada lebaran hari ketiga Idul Adha 1446 H, Ahad, 8 Juni 2025.
Kedua sapi kurban yang disembelih tersebut merupakan iuran dari 34 penghulu yang tergabung dalam APRI Cabang Bireuen.
“Penyaluran daging kurban ini merupakan bentuk kepedulian para penghulu Bireuen untuk berbagi kepada sesama, terutama bagi warga kurang mampu yang membutuhkan uluran tangan,” kata Ketua APRI Bireuen, Drs Anwar Nazar di sela-sela penyembelihan hewan kurban.
Dikatakannya, APRI Bireuen yang terbentuk pada 2020 dengan jumlah anggota penghulu 34 orang. Tugas penghulu bukan hanya melayani pernikahan semata, namun juga harus berperan dalam aksi sosial dan keagamaan lainnya yang bermanfaat bagi umat.
“Semoga program penyaluran sapi kurban ini dapat terus berlanjut di masa yang akan datang dengan lokasi yang berbeda,” harap Anwar Nazar.
Panitia kurban, Muhammad Adam, S.Fil.I menyebutkan, untuk pengadaan sapi kurban, pihak APRI membentuk panitia yang bertugas untuk memilih lokasi, penyembelihan, dan penyaluran kepada yang berhak.

Menurut Muhammad Adam, penyaluran hewan kurban kali ini juga salah satu amanah dari hasil rapat kerja APRI Cabang Bireuen. Bahkan, katanya, tiga orang penghulu yang sudah memasuki purna tugas dan seorang yang sudah pindah tugas ke luar Bireuen, masih juga tetap memberikan iuran untuk hewan kurban.
“Ini merupakan tahun ketiga kami menyalurkan daging kurban kepada yang berhak menerimanya,” tukas Muhammad Adam yang juga Kepala KUA Jeumpa.
Kepala Seksi Urusan Bimbingan Masyarakat Islam (Kasi Bimas Islam) Kankemenag Bireuen, Rifal Fauzal, SH mengapresiasi setiap program positif yang dilakukan APRI Bireuen.
Dijelaskannya, momentum berkurban jangan sekali-kali dianggap untuk pamer, tapi jadikanlah sebagai evaluasi diri sendiri, sejauh mana hidup kita bermanfaat bagi orang lain yang membutuhkan uluran tangan. Terutama dalam berkurban ego dan sikap para penghulu, dengan mengadaptasi pengorbanan yang dilakukan oleh Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail.
“Dan APRI menyadari hal itu, sehingga momentum kurban ini mampu memberikan dampak positif baik bagi penghulu, maupun bagi penerima hewan kurban,” pungkas Rifal Fauzal.
Hadir dalam penyaluran daging kurban tersebut, seluruh anggota APRI dan perwakilan dari Kankemenag Bireuen, Mulyadi. (Red)










