Mochamad Jeffry, SH, M.Hum

KABAR BIREUEN-Sejak Januari sampai Juni 2018, satu kasus pidana khusus dan 200 kasus pidana umum masuk di Kejaksaan Negeri Bireuen.

Hal itu dikemukakan Kajari BIreuen Mochamad Jefri,SH,M hum didampingpi Kasi Pidsus Roby Syahputra,SH, MH, Kasi Pidum T. Hindra Gunawan,SH, Jaksa Sihara Nedy, SH dan Ronal Regianto,SH, MH menjelaskan hal itu menjawab pertanyaan Kabar Bireuen usai acara Resepsi Hari Bhakti Adhiyaksa (HBA) ke-58 di Kantor Kejari Bireuen, Senin (23/7/2018).

Dikatakan, dari ratusan kasus yang masuk di Kejari BIrueen ada kasus yang menarik, yaitu, Kasus Pidana Kusus tentang pembangunan tanggul tebing sungai di Samalanga yang terkena bencana alam.

Dikatakan, kasus Pidana Khusus bernilai Rp 4,5 miliyar, hasil pemeriksaaan BPKP mengakibatkan kerugian negara sebesar satu miliyar, saat ini masih dalam proses pihak Kejaksaan Negeri BIreuen.

Sedangkan pidana umum yang menarik, kasus pencucian uang dilakukan tersangka AA alias DG warga Desa Geulanggang Kulam, Kecamatan Kota Juang Bireuen.

Kasus menarik lainnya, kata Kajari, dari 200 Kasus pidana umum yang masuk ke Kejari BIreuen, 70 persen diantaranya kasus narkoba yang sangat terancam generasi bangsa, disamping satu kasus menarik lainnya ayah perkosa anak kandung hingga hamil.

“Sebagian kasus yang masuk Kejari BIreuen sudah dilimpahkan ke PN Bireuen untuk diadili sedangkan sebagian diantaranya masih dalam proses Kejari Bireuen,” sebut Mochamad Jefry. (H.AR Djuli).

BAGIKAN