Rabu, 15 April 2026

Kasus Penganiayaan di Warung Kopi Berakhir Damai, Kajari Bireuen Ajukan RJ ke Jampidum

KABAR BIREUEN, Bireuen – Kasus penganiayaan yang melibatkan tersangka berinisial DM terhadap Adli (ASN Pemkab Bireuen), akhirnya menemui titik damai. Kejaksaan Negeri (Kejari) Bireuen memfasilitasi perdamaian tersebut melalui mekanisme keadilan restoratif atau restorative justice (RJ), Rabu (10/9/2025).

Upaya damai ini dipimpin langsung Kepala Kejaksaan Negeri Bireuen, Munawal Hadi, S.H., M.H, bersama jaksa fasilitator. Pertemuan yang berlangsung di Kantor Kejari Bireuen itu juga dihadiri keluarga korban, pihak tersangka, serta perangkat gampong.

“Alhamdulillah, kedua belah pihak sudah sepakat berdamai dan saling memaafkan. Tersangka juga berjanji tidak akan mengulangi perbuatannya. Perdamaian ini kami jadikan dasar untuk mengusulkan penghentian penuntutan ke Kejaksaan Agung melalui Kejati Aceh,” ungkap Munawal Hadi kepada wartawan.

Menurut Munawal, kasus tersebut bermula pada Minggu (1/6/2025) sekitar pukul 03.00 WIB. Saat itu korban Adli hendak menonton pertandingan sepak bola di warung kopi “Siang Malam” di Desa Bandar Bireuen, Kecamatan Kota Juang, Kabupaten Bireuen.

Ketika sedang menyeberang jalan menuju warung, Adli tiba-tiba diadang tersangka DM yang menggunakan sepeda motor. DM menegur korban dengan berkata, “Kau hapus video di toko aku.” Korban menjawab, “Gapapa, aman itu nanti kita hapus depan Kapolres.”

Prosesi perdamaian antara tersangka dan korban penganiayaan yang difasilitasi Kajari Bireuen, Munawal Hadi, S.H., M.H. (Foto: Humas Kejari Bireuen)

Setelah itu, Adli masuk ke warung kopi untuk menonton bola, namun diikuti oleh tersangka. Tak lama kemudian, DM memegang kerah baju Adli dan menyeretnya ke arah toko milik tersangka yang berdekatan dengan warung kopi. Korban berusaha melepaskan diri, lalu kembali duduk di warung kopi, tetapi DM terus mengejarnya.

Tersangka kembali menarik kerah baju Adli hingga menyeretnya ke sebuah lorong. Saat korban terjatuh, DM langsung menerkam dan menekan wajah korban dengan kedua tangannya. Jempol kanan tersangka mengenai mata kiri korban hingga berdarah.

Adli akhirnya berhasil melepaskan diri, setelah ada warga yang berteriak menghentikan aksi tersebut. Kemudian, Adli masuk ke warung kopi untuk mencuci muka. Selanjutnya, dia melaporkan peristiwa itu ke Polsek Kota Juang.

Akibat perbuatannya, DM dijerat Pasal 351 ayat (1) KUHP tentang penganiayaan dengan ancaman pidana paling lama 2 tahun 8 bulan penjara.

Diselesaikan dengan Restorative Justice

Kajari Bireuen, Munawal Hadi, S.H., M.H, membuka rompi tahanan yang dipakai DM, setelah tercapai kesepakatan damai antara korban dan tersangka. (Foto: Humas Kejari Bireuen)

Setelah melalui proses mediasi yang difasilitasi Kajari Bireuen, korban dan tersangka sepakat berdamai. Korban menyatakan telah memaafkan, sementara tersangka berjanji tidak akan mengulangi perbuatannya.

Perkara ini selanjutnya akan diajukan ke Kejaksaan Tinggi Aceh untuk diekspose bersama Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Umum (Jampidum) sebagai dasar persetujuan penghentian penuntutan.

Menurut Munawal Hadi, penyelesaian dengan keadilan restoratif bertujuan menghadirkan keadilan yang lebih humanis dan memberi manfaat bagi semua pihak.

“Keadilan restoratif bukan hanya menegakkan hukum, tetapi juga menjaga harmoni di tengah masyarakat,” jelasnya. (Suryadi)

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

BACA JUGA

KABAR TERBARU

Ponpes Al Zahrah Jadi Tuan Rumah Seleksi Calon Mahasiswa Al Azhar dari Aceh

0
KABAR BIREUEN, Bireuen - Pondok Pesantren Modern Al Zahrah Bireuen terpilih sebagai tuan rumah untuk seleksi calon mahasiswa Al Azhar untuk gelombang ke 2...

Fakultas Teknik Umuslim Siapkan Mahasiswa KIP Jadi Duta Kampus

0
KABAR BIREUEN, Peusangan - Fakultas Teknik Universitas Almuslim (Umuslim) menggelar coffee morning yang mempertemukan mahasiswa penerima Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah dengan jajaran pimpinan...

Usai Kebakaran Aspol Lamteumen Kembali Dibangun, Kapolda Aceh Sebut Bagian dari Pemenuhan Hak Dasar...

0
KABAR BIREUEN, Banda Aceh — Kapolda Aceh Irjen Pol. Marzuki Ali Basyah menyebut bahwa pembangunan asrama polisi (aspol) Lamteumen merupakan bagian dari pemenuhan hak...

BSI-ANTAM Gas Pol Industri Bullion, Dorong Ekosistem Emas Nasional Naik Kelas

0
KABAR BIREUEN, Jakarta - PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk (BSI) dan PT Aneka Tambang (Persero) Tbk (ANTAM) tancap gas memperkuat industri bullion emas...

Pasca Banjir Bank Aceh Cetak Performa Positif, Aset Kini Rp29,89 Triliun

0
KABAR BIREUEN, Banda Aceh - Bank Aceh menunjukkan resiliensi yang luar biasa dalam menjaga momentum pertumbuhan ekonomi di awal tahun 2026. Berdasarkan laporan keuangan...

KABAR POPULER

Ponpes Al Zahrah Jadi Tuan Rumah Seleksi Calon Mahasiswa Al Azhar dari Aceh

0
KABAR BIREUEN, Bireuen - Pondok Pesantren Modern Al Zahrah Bireuen terpilih sebagai tuan rumah untuk seleksi calon mahasiswa Al Azhar untuk gelombang ke 2...

Pemulihan Sawah Tak Kunjung Datang, Petani Pulo Iboih Kehilangan Penghasilan

0
KABAR BIREUEN, Jangka – Puluhan hektare lahan persawahan di Gampong Pulo Iboih, Kecamatan Jangka, Kabupaten Bireuen, masih terbengkalai hingga Senin (13/4/2026), meski bencana banjir...

Peringatkan Ancaman Banjir dan Longsor Susulan, HRD Serukan Selamatkan Hutan Aceh

0
KABAR BIREUEN, Pidie — Ketua DPW PKB Aceh, H. Ruslan M. Daud (HRD), mengingatkan pentingnya menjaga ekosistem hutan di Aceh sebagai langkah mendesak untuk...

Fakultas Teknik Umuslim Siapkan Mahasiswa KIP Jadi Duta Kampus

0
KABAR BIREUEN, Peusangan - Fakultas Teknik Universitas Almuslim (Umuslim) menggelar coffee morning yang mempertemukan mahasiswa penerima Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah dengan jajaran pimpinan...

16 Dosen FKIP UNIKI Bireuen Lolos Hibah Penelitian dan Pengabdian Masyarakat 2026, Bukti Lonjakan...

0
KABAR BIREUEN, Bireuen — Prestasi membanggakan kembali ditorehkan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Islam Kebangsaan Indonesia (UNIKI) Bireuen. Sebanyak 16 dosen berhasil...