Jumat, 23 Januari 2026

Jalur Ekonomi dan Pendidikan Terputus, HRD Komit Upayakan Jembatan Darurat Pante Lhong

KABAR BIREUEN, Bireuen — Terputusnya Jembatan Pante Lhong, Kabupaten Bireuen, akibat banjir bandang tidak hanya memutus jalur penghubung antarwilayah, tetapi juga melumpuhkan roda perekonomian dan mengganggu akses pendidikan ribuan warga di kawasan itu.

Kondisi tersebut mendorong Anggota Komisi V DPR RI Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), H. Ruslan Daud (HRD), turun langsung meninjau lokasi jembatan yang telah ambruk itu, Rabu (7/2/2026).

Jembatan Pante Lhong selama ini menjadi akses vital yang menghubungkan Gampong Pante Lhong, Kecamatan Peusangan, dengan Gampong Kubu, Kecamatan Peusangan Siblah Krueng. Keberadaan jembatan tersebut juga menopang mobilitas masyarakat dari tiga kecamatan sekaligus, yakni Peusangan, Peusangan Siblah Krueng, dan Makmur.

Putusnya jembatan berdampak signifikan terhadap aktivitas harian warga. Distribusi hasil pertanian terhenti, sementara anak-anak sekolah terpaksa menempuh jalur memutar yang jauh dan berisiko.

BACA JUGA: Enam Gampong di Peusangan Selatan Terancam Terisolasi, HRD Upayakan Pembangunan Jembatan Bailey Ulee Jalan

Seorang warga Gampong Kubu, Zulfikar Muhammad, menuturkan bahwa hampir seluruh aktivitas ekonomi masyarakat setempat bergantung pada keberadaan jembatan tersebut.

“Jembatan ini sangat vital untuk mengangkut hasil sawah dan perkebunan ke pasar. Kalau tidak segera dibangun kembali, ekonomi warga benar-benar terhenti,” ujarnya.

Hal senada disampaikan Keuchik Gampong Kubu, Razali. Ia menyebutkan, sebagai solusi cepat atas putusnya jembatan rangka baja tersebut, masyarakat berharap pemerintah dapat segera membangun jembatan sementara jenis bailey.

BACA JUGA: Penuhi Permintaan Warga, HRD Kerahkan Alat Berat Bersihkan Lumpur Banjir di Peusangan Selatan

“Alhamdulillah, dalam kunjungan itu Pak HRD menyampaikan komitmennya untuk mengupayakan pembangunan jembatan bailey agar aktivitas masyarakat bisa kembali normal,” ucap Razali.

Selain menghantam sektor ekonomi, Razali menambahkan, kerusakan jembatan juga sangat mengganggu akses pendidikan anak-anak yang bersekolah di Kecamatan Peusangan. Tanpa jembatan, warga harus memutar melalui Kecamatan Kuta Blang dan lintas nasional Medan–Banda Aceh dengan jarak tempuh mencapai 20 kilometer menuju Matangglumpangdua. Padahal, jika melalui Jembatan Pante Lhong, jarak yang ditempuh hanya sekitar 3 kilometer.

“Ini sangat memberatkan warga, terutama anak-anak sekolah,” ujarnya.

BACA JUGA: Jembatan Bailey Kuta Blang Dapat Dilintasi Sesuai Target, HRD Apresiasi Kerja Cepat Kementerian PU

Tak hanya soal jembatan, warga juga berharap pemerintah segera menurunkan alat berat untuk membersihkan material lumpur yang menumpuk di kawasan permukiman. Di sejumlah titik, terutama di Gampong Kubu, ketinggian lumpur dilaporkan hampir mencapai dua meter.

“Kami sangat membutuhkan bantuan alat berat untuk membersihkan perkampungan warga yang tertimbun lumpur,” pinta Razali.

Kunjungan HRD ke lokasi jembatan putus tersebut diharapkan menjadi langkah awal percepatan penanganan infrastruktur terdampak banjir. Upaya ini dinilai penting untuk mencegah terjadinya isolasi wilayah serta krisis sosial dan ekonomi yang lebih luas di Kecamatan Peusangan Siblah Krueng dan sekitarnya. (Suryadi) 

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

BACA JUGA

KABAR TERBARU

Terjunkan 200 Verifikator, BNPB Verifikasi 26 Ribu Rumah Terdampak Bencana di Bireuen

0
KABAR BIREUEN, Bireuen - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) sedang memverifikasi sekitar 26 ribu unit rumah yang terdampak bencana hidrometeorologi di Kabupaten Bireuen. Untuk...

Kementerian PU Targetkan Huntara untuk Korban Bencana di Aceh Rampung Sebelum Puasa, Bireuen Tidak...

0
KABAR BIREUEN, Kuta Blang — Kementerian Pekerjaan Umum (PU) menargetkan pembangunan rumah hunian atau hunian sementara (huntara) bagi korban bencana sejumlah kabupaten/kota di Aceh,...

Donorkan Darah Capai 59 Kali, Warek III UNIKI Terima Penghargaan Kemanusiaan dari Pemkab Bireuen

0
KABAR BIREUEN, Bireuen — Dedikasi tanpa henti dalam aksi kemanusiaan mengantarkan Wakil Rektor III Universitas Islam Kebangsaan Indonesia (UNIKI), Dr. H. Kamaruddin, S.Pd., M.M.,...

Berjalan Kaki Puluhan Kilometer, Mahasiswa UNIKI Hadirkan Pendidikan dan Trauma Healing ke Pelosok Aceh...

0
KABAR BIREUEN, Aceh Tengah - Mahasiswa Universitas Islam Kebangsaan Indonesia (UNIKI) Bireuen menunjukkan dedikasi luar biasa dengan menembus medan ekstrem demi menghadirkan pendidikan bagi...

Harga Emas di Bireuen Hari Ini Tembus Rp7,7 Juta per Mayam

0
KABAR BIREUEN, Bireuen - Harga emas dengan satuan per mayam hari ini, Kamis (22/1/2026) tembus Rp7.700.000. Harga tersebut terus merangkak naik dalam satu bulan terakhir...

KABAR POPULER

Diduga Korupsi Dana Operasional Rp1,1 Miliar, Bendahara DPMGP-KB Bireuen Ditahan Kejaksaan

0
KABAR BIREUEN, Bireuen – Kejaksaan Negeri (Kejari) Bireuen menahan AM, Bendahara Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Gampong, Perempuan dan Keluarga Berencana (DPMGP-KB) Kabupaten Bireuen. Penetapan...

Didampingi HRD, Menteri PU Groundbreaking Pembangunan Jembatan Krueng Tingkeum Kuta Blang

0
KABAR BIREUEN, Bireuen — Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo melakukan peletakan batu pertama (groundbreaking) pembangunan permanen Jembatan Krueng Tingkeum Kuta Blang, Kabupaten Bireuen,...

Donorkan Darah Capai 59 Kali, Warek III UNIKI Terima Penghargaan Kemanusiaan dari Pemkab Bireuen

0
KABAR BIREUEN, Bireuen — Dedikasi tanpa henti dalam aksi kemanusiaan mengantarkan Wakil Rektor III Universitas Islam Kebangsaan Indonesia (UNIKI), Dr. H. Kamaruddin, S.Pd., M.M.,...

Harga Emas di Bireuen Hari Ini Tembus Rp7,7 Juta per Mayam

0
KABAR BIREUEN, Bireuen - Harga emas dengan satuan per mayam hari ini, Kamis (22/1/2026) tembus Rp7.700.000. Harga tersebut terus merangkak naik dalam satu bulan terakhir...

Kementerian PU Targetkan Huntara untuk Korban Bencana di Aceh Rampung Sebelum Puasa, Bireuen Tidak...

0
KABAR BIREUEN, Kuta Blang — Kementerian Pekerjaan Umum (PU) menargetkan pembangunan rumah hunian atau hunian sementara (huntara) bagi korban bencana sejumlah kabupaten/kota di Aceh,...