KABAR BIREUEN, Peusangan Selatan – Anggota Komisi V DPR RI Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), H. Ruslan Daud (HRD), meninjau langsung jembatan putus akibat banjir yang menghubungkan Gampong Ulee Jalan dengan Darul Aman dan sejumlah gampong lain di Kecamatan Peusangan Selatan, Kabupaten Bireuen, Jumat (2/1/2026).
Jembatan tersebut merupakan akses vital yang menghubungkan tiga kecamatan sekaligus dan terancam terisolasi ribuan warga.
Jembatan Ulee Jalan selama ini menjadi penghubung utama Kecamatan Peusangan Selatan, Peusangan Siblah Krueng, dan Juli, serta berfungsi sebagai salah satu jalur alternatif (jalan elak) menuju Bireuen dan Takengon.
Putusnya jembatan membuat aktivitas masyarakat lumpuh, terutama distribusi hasil pertanian dan akses pendidikan.
Seorang warga Tanjong Beuridi, Kecamatan Peusangan Selatan, Zulkarnen atau yang akrab disapa Dai Tanjong, menyampaikan, jembatan tersebut sangat dibutuhkan masyarakat. Hampir seluruh aktivitas ekonomi warga di kawasan itu bergantung pada akses Jembatan Ulee Jalan.
“Jembatan ini sangat vital bagi masyarakat untuk mengangkut hasil sawah dan kebun ke pasar. Kalau terputus, ekonomi warga ikut terhenti,” ujar Dai.
Menurut dia, dalam kunjungan tersebut, HRD menyampaikan komitmennya untuk mengupayakan pembangunan jembatan bailey agar aktivitas masyarakat bisa segera kembali normal.
“Pak HRD berupaya agar secepatnya dibangun jembatan bailey sebagai solusi sementara,” ujar Dai.
Selain berdampak pada perekonomian, kata dia, putusnya jembatan tersebut juga mengancam keselamatan anak-anak sekolah. Warga berharap pembangunan jembatan sementara segera direalisasikan agar akses pendidikan kembali aman.

Menurut Dai, apabila Jembatan Ulee Jalan tidak segera ditangani, enam gampong terancam terisolasi, yakni Gampong Suwak, Darul Aman, Tanjong Beuridi, Darussalam, Pulo Harapan, dan Blang Mane. Kondisi di kawasan itu semakin diperparah dengan tiga titik longsor di jalur Blang Mane tembus ke Krueng Simpo (Kecamatan Juli).
“Kalau jembatan tidak segera diperbaiki, kami harus memutar lewat Siblah Krueng–Pante Karya–Awe Geutah. Kondisi jalan alternatif itu juga rusak parah,” ungkap Dai.
Meski tidak menimbulkan korban jiwa, sebutnya, banjir dan longsor menyebabkan satu rumah di Gampong Ulee Jalan hilang terseret arus, satu rumah lainnya terancam ambruk ke sungai, lima kedai di Gampong Darul Aman rusak, serta tiga rumah di Gampong Suwak mengalami kerusakan berat.
BACA JUGA: Pulihkan Akses Utama Medan–Banda Aceh, Kementerian PU Bangun Jembatan Bailey Kuta Blang
Selain masalah jembatan, warga di sana juga mengharapkan pemerintah segera menurunkan alat berat guna membersihkan material lumpur yang menumpuk di kawasan permukiman. Ketinggian lumpur hampir mencapai dua meter, terutama di Gampong Suwak dan Ulee Jalan.
“Kami sangat membutuhkan bantuan alat berat untuk membersihkan perkampungan warga yang tertimbun lumpur,” pinta seorang warga setempat.
Kunjungan HRD ke jembatan tersebut, diharapkan menjadi langkah awal percepatan penanganan infrastruktur terdampak banjir. Hal itu juga sekaligus untuk mencegah terjadinya isolasi wilayah dan krisis sosial ekonomi yang lebih luas di Peusangan Selatan dan sekitarnya. (Faisal Ali)









