Minggu, 18 Januari 2026

Jalan Nasional Rusak Parah Setelah Banjir, HRD Desak Kementerian PU Tangani Sementara Secara Darurat 

KABAR BIREUEN, Bireuen – Ancaman kecelakaan lalu lintas membayangi pengguna jalan nasional di Aceh pasca banjir dan tanah longsor. Ratusan lubang menganga didapati di sepanjang ruas jalan nasional Medan-Banda Aceh dari Aceh Tamiang hingga Banda Aceh, kondisinya sangat membahayakan keselamatan pengendara, terutama saat hujan dan malam hari.

Anggota Komisi V DPR RI Fraksi PKB, H Ruslan Daud (HRD), mendesak Kementerian Pekerjaan Umum (PU) untuk segera melakukan penambalan darurat (patching) pada ruas-ruas jalan nasional yang rusak parah akibat bencana alam tersebut.

“Kondisi ini sangat berbahaya. Banyak lubang tertutup genangan air sehingga tidak terlihat oleh pengendara. Ini berpotensi menimbulkan kecelakaan serius, apalagi pada malam hari karena minim penerangan,” ujar HRD kepada wartawan, Kamis (1/1/2026).

BACA JUGA: Ingatkan Ancaman Putusnya Jalur Tengah Aceh, HRD Minta Tujuh Jembatan Kritis Perlu Penanganan Mendesak

Berdasarkan hasil peninjauan lapangan yang dilakukannya bersama tim, kerusakan jalan ditemukan hampir di seluruh ruas nasional mulai dari perbatasan Aceh Tamiang–Sumatera Utara hingga Banda Aceh. Selain membahayakan keselamatan, kondisi tersebut juga memperlambat arus lalu lintas dan mengganggu mobilitas masyarakat.

HRD menegaskan, sambil menunggu perbaikan permanen, langkah darurat berupa penambalan jalan harus segera dilakukan agar permukaan jalan kembali layak dilalui dan tidak memperparah kerusakan.

HRD bersama para pejabat Kementerian PU saat meninjau Jembatan Kuta Blang yang rusak diterjang banjir beberapa waktu lalu. (Foto: Dok. Staf HRD)

Patching ini sangat penting sebagai langkah awal agar jalan tetap fungsional dan risiko kecelakaan bisa ditekan,” ujarnya.

HRD juga menyoroti kondisi ruas jalan nasional Bireuen–Takengon yang hingga kini masih mengalami kerusakan berat. Menurutnya, jalur tersebut memiliki peran strategis sebagai penghubung antarwilayah dan jalur distribusi logistik.

“Sejumlah titik di jalur itu harus segera ditangani. Jangan sampai ada korban jiwa maupun kerugian masyarakat akibat kelalaian penanganan,” tegas HRD.

BACA JUGA: Tinjau Kerusakan Akibat Banjir di Bireuen Bersama Pejabat dari Dua Kementerian, HRD Minta Percepatan Pemulihan Air Bersih dan Infrastruktur Vital 

Sebagai mitra kerja Kementerian PU, HRD menekankan pentingnya percepatan penanganan infrastruktur jalan dan jembatan di koridor-koridor vital, terutama pada wilayah terdampak bencana.

“Konektivitas adalah urat nadi pemulihan pascabencana. Akses jalan dan jembatan menjadi kunci utama pergerakan logistik, pelayanan darurat, serta pemulihan ekonomi masyarakat. Keselamatan warga dan kelancaran mobilitas harus menjadi prioritas utama,” pungkasnya. (Suryadi)

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

BACA JUGA

KABAR TERBARU

MIN 12 Bireuen Peringati Isra Mikraj, Momentum Penguatan Iman dan Akhlak

0
KABAR BIREUEN, Kota Juang — Ratusan siswa Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 12 Bireuen antusias mengikuti peringatan Isra Mikraj Nabi Muhammad SAW 1447 Hijriah/2026 Masehi...

Tempuh Akses Sulit, Relawan Mapala ALASKA Umuslim Dampingi Pendidikan Anak Korban Bencana di Pengungsian

0
KABAR BIREUEN, Peusangan — Di tengah keterbatasan akses dan rusaknya infrastruktur pascabencana banjir dan tanah longsor, relawan Unit Kegiatan Mahasiswa Pecinta Alam dan Lingkungan...

Panen Melimpah Pascabencana, Durian Bener Meriah Banjiri Bireuen

0
KABAR BIREUEN, Bireuen — Pascabencana banjir dan tanah longsor, sekarang di Kabupaten Bener Meriah sedang musim panen durian. Panen durian yang melimpah di wilayah...

Pulihkan Kehidupan dan Pendidikan Korban Banjir, Muhammadiyah Luncurkan 48 Hunian Darurat serta Sekolah Darurat...

0
KABAR BIREUEN, Peusangan — Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) memperkuat respons kemanusiaan pascabanjir di Kabupaten Bireuen dengan meluncurkan pembangunan 48 unit hunian darurat (hundar)...

PC APRI Aceh Selatan dan Aceh Barat Daya Dikukuhkan, Ketua PW: APRI Harus Bermanfaat...

0
KABAR BIREUEN, Banda Aceh - Pengurus Wilayah Asosiasi Penghulu Republik Indonesia (PW APRI) Provinsi Aceh kembali melaksanakan agenda pengukuhan Pengurus Cabang (PC) APRI di...

KABAR POPULER

Panen Melimpah Pascabencana, Durian Bener Meriah Banjiri Bireuen

0
KABAR BIREUEN, Bireuen — Pascabencana banjir dan tanah longsor, sekarang di Kabupaten Bener Meriah sedang musim panen durian. Panen durian yang melimpah di wilayah...

Pulihkan Kehidupan dan Pendidikan Korban Banjir, Muhammadiyah Luncurkan 48 Hunian Darurat serta Sekolah Darurat...

0
KABAR BIREUEN, Peusangan — Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) memperkuat respons kemanusiaan pascabanjir di Kabupaten Bireuen dengan meluncurkan pembangunan 48 unit hunian darurat (hundar)...

PMI Bireuen Salurkan Bantuan Perlengkapan Sekolah untuk SDN 11 Kuta Blang

0
KABAR BIREUEN, Kuta Blang - Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Bireuen salurkan bantuan perlengkapan sekolah untuk SDN 11 Kuta Blang, Kabupaten Bireuen, Kamis (15/1/2026). Bantuan...

Camat Peusangan: Korban Banjir di Pante Lhong Tidak Butuh Huntara

0
KABAR BIREUEN, Peusangan - Warga korban banjir dan tanah longsor di Gampong (Desa) Pante Lhong, Kecamatan Peusangan, Kabupaten Bireuen, tidak membutuhkan hunian sementara (huntara). Hal...

Peringati Isra Miraj di Tengah Bencana, Pemkab Bireuen Ajak Warga Perkuat Shalat dan Ketakwaan

0
KABAR BIREUEN, Kota Juang — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bireuen memperingati Isra Miraj Nabi Muhammad SAW 1447 Hijriah/2026 Masehi di tengah suasana keprihatinan akibat bencana...