KABAR BIREUEN,Kuta Blang – Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan (Kadistanbun) Kabupaten Bireuen, Mulyadi, S.E., M.M., mendampingi Anggota DPR RI Fraksi Gerindra, Dr. Ir. H. TA Khalid, M.M., mengunjungi fasilitas Water Intake (pengambilan air baku) PT Pupuk Iskandar Muda (PIM) di Gampong Blang Mee, Kecamatan Kuta Blang, Kabupaten Bireuen, Minggu (11/10/2026).
Kunjungan tersebut turut meninjau inovasi pemanfaatan air yang digunakan dalam operasional PT PIM, yang bersumber dari sungai.
Selama ini, air sungai yang diambil untuk memenuhi kebutuhan operasional perusahaan, setelah digunakan, dialirkan kembali ke sungai.
Melalui inovasi pemanfaatan sumber daya air, air buangan tersebut kini dimanfaatkan untuk membantu memenuhi kebutuhan pengairan areal persawahan petani.
Langkah ini menjadi upaya mengoptimalkan pemanfaatan air agar tidak hanya mendukung kegiatan industri, tetapi juga memberikan manfaat langsung bagi sektor pertanian dan masyarakat.
Inovasi tersebut membuka peluang pemanfaatan air secara lebih produktif. Air yang sebelumnya dikembalikan ke sungai dapat dialirkan untuk mendukung pengairan sawah, dengan tetap memperhatikan kualitas air serta kesesuaiannya dengan persyaratan irigasi pertanian.
Kadistanbun Bireuen, Mulyadi, menyampaikan bahwa inovasi dan optimalisasi sumber daya air perlu terus didorong untuk mendukung pembangunan pertanian serta meningkatkan kesejahteraan petani.

“Ketersediaan air merupakan salah satu faktor penting dalam budidaya padi. Oleh karena itu, pemanfaatan sumber air alternatif yang memenuhi persyaratan untuk irigasi dapat menjadi solusi pendukung bagi petani, terutama dalam menjaga ketersediaan air bagi lahan persawahan,” jelasnya.
Ia berharap inovasi pemanfaatan air buangan PT PIM ini dapat terus dikembangkan melalui sinergi antara pemerintah daerah, pihak perusahaan, dan pemangku kepentingan lainnya.
Dengan pengelolaan yang tepat serta pengawasan kualitas air secara berkala, pemanfaatan air tersebut diharapkan dapat memberikan manfaat bagi pertanian tanpa mengabaikan keselamatan tanah, tanaman, dan kelestarian lingkungan.
“Pemanfaatan air yang sebelumnya dikembalikan ke sungai untuk kemudian digunakan dalam pengairan sawah merupakan salah satu bentuk inovasi dalam optimalisasi sumber daya air,” sebutnya.
Inisiatif ini memperlihatkan peluang kolaborasi antara sektor industri dan pertanian dalam memanfaatkan sumber daya yang tersedia secara lebih efektif.
Selain membantu memenuhi kebutuhan pengairan sawah, pemanfaatan air tersebut berpotensi mendukung keberlanjutan usaha tani, meningkatkan produktivitas pertanian, dan memperkuat ketahanan pangan daerah.
Melalui sinergi antara pemerintah, dunia industri, dan masyarakat petani, inovasi pemanfaatan air diharapkan dapat terus dikembangkan sehingga memberikan manfaat yang berkelanjutan bagi sektor pertanian di Kabupaten Bireuen. (Ihkwati)











