KABAR BIREUEN, Bireuen — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bireuen memperkuat layanan pendidikan anak usia dini (PAUD) dengan mengukuhkan Bunda PAUD di 17 kecamatan sekaligus memperkuat Kelompok Kerja (Pokja) Bunda PAUD Kecamatan sebagai penggerak program PAUD di tingkat wilayah.
Pengukuhan tersebut berlangsung di Halaman Pendopo Bireuen, Rabu (7/10/2026) pagi. Sebanyak 17 Bunda PAUD kecamatan dikukuhkan Bunda PAUD Kabupaten Bireuen, Ny. Sadriah Mukhlis, ditandai dengan pemasangan selempang dan penyematan pin.
Kegiatan itu dihadiri Bupati Bireuen, Ir. H. Mukhlis, S.T., yang diwakili Sekretaris Daerah (Sekda) Bireuen, Ismunandar, S.T., M.T.
Dalam sambutan tertulis Bupati Bireuen yang dibacakan Sekda, ditegaskan, pengukuhan tersebut bukan sekadar seremoni, tetapi bagian dari upaya menyiapkan sumber daya manusia berkualitas sejak usia dini.
“Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) merupakan fondasi utama dalam pembentukan karakter, kecerdasan, dan kesehatan anak. Usia dini adalah masa keemasan yang sangat menentukan masa depan anak-anak kita,” kata Ismunandar.

Karena itu, Pokja Bunda PAUD di 17 kecamatan diminta membangun sinergi dengan pemerintah kecamatan, pemerintah gampong, satuan pendidikan, serta berbagai instansi terkait. Kolaborasi tersebut terutama diarahkan pada penanganan stunting, pemenuhan gizi anak, dan pelaksanaan transisi PAUD ke sekolah dasar yang menyenangkan.
Pemkab Bireuen juga mendorong keterlibatan tokoh masyarakat, organisasi perempuan, dan orang tua agar pendidikan anak menjadi tanggung jawab bersama.
“Pemkab Bireuen akan terus mendampingi dan memfasilitasi program-program Pokja Bunda PAUD agar berdampak langsung bagi kemajuan anak-anak,” ujar Ismunandar yang membacakan sambutan Bupati Bireuen.
Sementara itu, Bunda PAUD Kabupaten Bireuen, Ny. Sadriah Mukhlis, menyampaikan, pengukuhan Bunda PAUD kecamatan harus dimaknai sebagai peneguhan komitmen bersama terhadap masa depan anak-anak Bireuen.
Menurutnya, Bunda PAUD memiliki posisi strategis untuk menggerakkan kepedulian masyarakat sekaligus membangun kolaborasi dalam meningkatkan kualitas pendidikan anak usia dini.

“Pengukuhan ini hendaknya kita maknai bukan hanya sebagai sebuah acara seremonial, tetapi sebagai peneguhan komitmen dan tanggung jawab bersama terhadap masa depan anak-anak Kabupaten Bireuen,” ujar Sadriah.
Dia meminta para Bunda PAUD kecamatan aktif berkoordinasi dengan camat, Bunda PAUD gampong, pemerintah gampong, satuan pendidikan, pendidik, orang tua, serta seluruh pemangku kepentingan di wilayah masing-masing.
Ketua Pokja Bunda PAUD Kabupaten Bireuen, Surya, S.Pd., M.Pd., mengatakan, pengukuhan tersebut menjadi momentum untuk memperkuat peran Bunda PAUD kecamatan sebagai penggerak, motivator, dan mitra pemerintah dalam meningkatkan layanan PAUD.
Selain itu, keberadaan Pokja Bunda PAUD diharapkan dapat memperkuat pelaksanaan program PAUD Holistik Integratif (HI), yang tidak hanya berfokus pada pendidikan, tetapi juga mencakup aspek kesehatan, gizi, pengasuhan, dan perlindungan anak.
Surya mengajak seluruh Bunda PAUD kecamatan hadir di tengah masyarakat, mendengarkan kebutuhan anak dan orang tua, serta bersama-sama mencari solusi terhadap berbagai tantangan dalam penyelenggaraan PAUD.

Berikut 17 Bunda PAUD kecamatan yang dikukuhkan:
- Nirwana Muhammad Rizal — Kecamatan Samalanga
- Nuraini Mukhsen — Kecamatan Simpang Mamplam
- Daiyah Juanda — Kecamatan Pandrah
- Fauza MHD Maulana Rahmat — Kecamatan Jeunieb
- Saumi Bahagia — Kecamatan Peulimbang
- Ida Arini Erry Seprinaldy — Kecamatan Peudada
- Fittriani Rusli — Kecamatan Jeumpa
- Ny. Poppy Saifuddin — Kecamatan Kota Juang
- Sri Rezeki Hendri Maulana — Kecamatan Juli
- Nurlena Sayuti — Kecamatan Kuala
- Farida Alfian — Kecamatan Peusangan
- Yanti Marlina Juliadi — Kecamatan Peusangan Selatan
- Nurhalimah Afrizal — Kecamatan Peusangan Siblah Krueng
- Kartini Muliyadi — Kecamatan Jangka
- Azrina Erizal — Kecamatan Kuta Blang
- Zikrina Asrial Vahmi — Kecamatan Makmur
- Fanny Birul Walidin — Kecamatan Gandapura
(Hermanto)












