Sabtu, 7 Maret 2026

HMI MPO Cabang Bireuen: Revisi RUU TNI Wajah Baru Dwifungsi ABRI, Ancaman Nyata bagi Demokrasi

KABAR BIREUEN, Bireuen-Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) MPO Cabang Bireuen menyatakan penolakan tegas terhadap revisi Rancangan Undang-Undang Nomor 34 Tahun 2004 tentang Tentara Nasional Indonesia (UU TNI) yang saat ini tengah dibahas pemerintah dan DPR RI.

Penolakan tersebut merupakan hasil dari kajian strategis yang dilakukan HMI MPO Cabang Bireuen atas sejumlah pasal kontroversial dalam revisi RUU tersebut.

“Setelah melakukan kajian, kami menyimpulkan bahwa revisi RUU TNI ini merupakan wajah baru dari dwifungsi ABRI yang jelas-jelas mengancam demokrasi dan supremasi sipil di Indonesia,” tegas Ketua Umum HMI MPO Cabang Bireuen, Fakhrurrazi, dalam keterangan resminya. Senin, 17 Maret 2025.

Menurutnya, bila revisi RUU ini disahkan, TNI bukan hanya akan kembali masuk ke jabatan-jabatan sipil, tetapi juga berpotensi menguasai ruang-ruang strategis negara tanpa mekanisme pengawasan yang memadai.

“Ini merupakan kemunduran besar dari cita-cita reformasi sektor keamanan yang selama ini kita perjuangkan. Militer berpotensi kembali menjadi kekuatan yang tidak tersentuh hukum dan demokrasi,” ujar Fakhrurrazi.

Dia mengingatkan bahwa sejarah bangsa mencatat bagaimana militerisasi ruang sipil di masa Orde Baru telah mematikan demokrasi dan mengekang kebebasan masyarakat.

“Jangan sampai kita mengulang sejarah kelam ketika militer tidak hanya mengurus pertahanan, tapi juga mengatur politik, ekonomi, hingga birokrasi,” katanya.

HMI MPO Cabang Bireuen juga menyoroti sejumlah pasal bermasalah dalam revisi tersebut, seperti perluasan jabatan sipil yang bisa diisi oleh prajurit aktif, kewenangan TNI mengadakan alat utama sistem persenjataan (alutsista) tanpa persetujuan Kementerian Pertahanan, serta peluang bagi TNI menerima anggaran non-APBN.

“Semua ini adalah bentuk nyata dari upaya mengembalikan militer ke ruang sipil, dan itu jelas langkah mundur. Sejak Reformasi 1998, kita berjuang keras agar militer kembali fokus ke pertahanan, tapi dengan revisi ini TNI seperti hendak menjadi institusi serba bisa yang dapat masuk ke semua lini, termasuk sipil. Ini bahaya besar bagi demokrasi,” lanjutnya.

Fakhrurrazi menegaskan, sikap HMI MPO Cabang Bireuen sejalan dengan berbagai elemen masyarakat sipil yang telah lebih dulu menolak revisi ini, seperti KontraS, Imparsial, LBH, YLBHI, serta para akademisi yang mengingatkan, RUU tersebut mengancam prinsip-prinsip demokrasi dan hak asasi manusia (HAM).

“Kalau KontraS, Imparsial, LBH, dan para akademisi saja sudah lantang menolak, maka kami sebagai organisasi mahasiswa Islam juga wajib berdiri di garis depan untuk menjaga demokrasi. Kita tidak ingin TNI menjadi alat politik untuk menekan rakyat,” tegas Fakhrurrazi.

Atas dasar kajian tersebut, HMI MPO Cabang Bireuen mendesak DPR RI dan pemerintah menghentikan pembahasan RUU TNI, serta meminta seluruh elemen pemuda, mahasiswa, dan masyarakat sipil di Aceh, khususnya di Bireuen, untuk ikut mengawal isu ini.

“Kami akan mengonsolidasikan gerakan mahasiswa dan masyarakat untuk menolak revisi RUU TNI. Ini adalah perjuangan menjaga demokrasi yang telah di bangun dengan susah payah sejak Reformasi 1998,” pungkasnya. (Red)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

BACA JUGA

KABAR TERBARU

250 Anak Korban Banjir di Bireuen Terima Bantuan dari KNPI

0
KABAR BIREUEN, Peusangan - Dewan Pengurus Pusat (DPP) Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) bersama DPD I KNPI Aceh dan DPD II KNPI Bireuen menyalurkan...

Bertemu Mendagri, Bupati Bireuen Bahas Langkah Strategis Percepatan Pembangunan Huntap

0
KABAR BIREUEN, Bireuen - Bupati Bireuen, Ir. H. Mukhlis, ST kembali bertemu Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian di Banda Aceh, Jumat (6/3/2026). Bupati Mukhlis...

Peringatan Nuzulul Quran di Bireuen, Wabup Razuardi Ajak Masyarakat Bangkit dari Musibah dengan Nilai...

0
Peringatan Nuzulul Quran di Bireuen, Wabup Razuardi Ajak Masyarakat Bangkit dari Musibah dengan Nilai Al-Quran KABAR BIREUEN, Kota Juang – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bireuen memperingati...

Sekda Lantik Mursyidin sebagai Kabag Prokopim, Azmi Jabat Sekretaris MAA

0
KABAR BIREUEN, Bireuen - Pj Sekda Kabupaten Bireuen, Hanafiah, SP melantik tiga pejabat eselon III dan IV di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bireuen. Pelantikan itu...

Kalau Benar Telah Diusulkan Huntara, HRD Ucap Terima Kasih dan Apresiasi Bupati Bireuen

0
KABAR BIREUEN, Juli - Anggota DPR RI Fraksi PKB, H. Ruslan M. Daud (HRD), menyambut baik kabar yang berkembang belakangan ini bahwa pemerintah pusat...

KABAR POPULER

Sekda Lantik Mursyidin sebagai Kabag Prokopim, Azmi Jabat Sekretaris MAA

0
KABAR BIREUEN, Bireuen - Pj Sekda Kabupaten Bireuen, Hanafiah, SP melantik tiga pejabat eselon III dan IV di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bireuen. Pelantikan itu...

Kalau Benar Telah Diusulkan Huntara, HRD Ucap Terima Kasih dan Apresiasi Bupati Bireuen

0
KABAR BIREUEN, Juli - Anggota DPR RI Fraksi PKB, H. Ruslan M. Daud (HRD), menyambut baik kabar yang berkembang belakangan ini bahwa pemerintah pusat...

Safari Ramadhan Pemkab Bireuen Berakhir di Juli, Dipesankan Perkuat Persatuan dan Kepedulian

0
KABAR BIREUEN, Juli - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bireuen resmi menutup rangkaian Safari Ramadhan 1447 H yang telah berlangsung di 17 kecamatan sejak 23 Februari...

118 Usulan Pembangunan Mengemuka di Musrenbang Jeumpa, Infrastruktur Jalan Masih Jadi Prioritas

0
KABAR BIREUEN, Jeumpa – Sebanyak 118 usulan program pembangunan dari berbagai gampong di Kecamatan Jeumpa mengemuka dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Kecamatan Jeumpa 2026...

Ada Bob Mizwar dari Bireuen, Ini 25 Pejabat Eselon II Pemerintah Aceh yang Semalam...

0
KABAR BIREUEN, Banda Aceh – Bob Mizwar, S.STP, M.Si salah satu dari 25 pejabat eselon II Pemerintah Aceh yang dilantik Gubernur Aceh, Muzakir Manaf...