KABAR BIREUEN– Direktur PT Takabeya Perkasa Group, H Mukhlis A.Md memotivasi mahasiswa kalau mau sukses yang penting usaha, karena tak ada yang tak mungkin dikerjakan kalau semangat dan mau berusaha, jadi nanti kalau sudah selesai kuliah, bagaimana bisa membuka lapangan kerja.

“Tak perlu yang besar-besar, bisa mulai dari usaha kecil, jadi jangan hanya tergantung untuk menjadi pegawai pemerintah,” pesannya.

Hal itu disampaikannya di hadapan dosen dan mahasiswa Politeknik Negeri Lhokseumawe yang melakukan kunjungan industri ke Pabrik Stone Cruiser, AMP, dan Batching Plant PT Takabeya Perkasa Group di Kawasan Cot Batee Geulungku, Kecamatan Simpang Mamplam, Kabupaten Bireuen, Minggu (8/12/2019).

Pada kesempatan itu, di hadapan dosen dan mahasiswa, Mukhlis juga mengisahkan tentang perjalanan panjang saat dia memulai merintis usahanya dari nol, hingga bisa sesukses saat ini.

“Saya dirikan pada tahun 2000, dengan CV Takabeya Perkasa, lalu berubah jadi PT pada Tahun 2005 setelah tsunami, ada 8 perusahaan lagi yang bernaung dibawahnya. Memiliki karyawan 200 orang lebih. Bisa melaksanakan pekerjaan di bawah Rp 200 miliar,” katanya.

Dulu, sebutnya lagi, dia dikenal sebagai Mukhlis Matang, banyak suka duka saat memulai usaha tersebut.

“Saya ini dulu mahasiswa politeknik, hanya lulusan D3, bukan S1, bisa membuka usaha dan perusahaan serta pabrik semua itu karena kerja keras dan punya tekad yang kuat agar berhasil, apapun resikonya. Apalagi kalian yang S1 pasti juga bisa seperti saya jika mau berusaha dan punya tekad,” katanya.

Dia juga menceritakan pembangunan Jembatan Krueng Tingkeum Kutablang yang rusak akibat banjir, dan mampu diselesaikan dalam waktu 6 bulan dengan anggaran Rp 40 miliar.

“Kalau dilihat, itu seharusnya yang kerjakan BMUN, tapi, kita dipercaya untuk mengerjakannya, karena kita punya tekad,” ungkap Mukhlis

Pada kesempatan itu, Dosen pembimbing Kunjungan Industri, menyerahkan piagam penghargaan kepada Direktur Utama PT Takabeya Perkasa Group, H Mukhlis A.Md, didampingi istri Sadriah,SKM.(Ihkwati)

BAGIKAN