KABAR BIREUEN–H Jamaluddin A Gani yang akrah disapa H Jamal 88 menyerahkan wakaf bangunan tempat wudhu Masjid Agung Sultan Jeumpa kepada Bupati Bireuen DR H Amuzakkar A Gani,SH, M Si di masjid setempat, Minggu subuh (20/12/2020).

Penyerahan wakaf bangunan wudhuk yang baru selesai dibangun H Jamal diwakafkan untuk Masjid Agung Sultan Jeumpa dirangkaikan dengan acara peresmian, penandatanganan prasasti oleh Bupati Bireuen H Muzakkar A Gani dan acara peusijuek bangunan wudhu dilaksanakan Abon Cot Tarom Tgk H Muhammad Ishaq.

Acara tersebut turut dihadiri Sekda Bireuen Ir Zulkifli, SP, para Asisten,para Kadis, Badan, kantor Ketua Panitia Pembanguanan Masjid Agung, Mursyid, SP, Sekretaris Said Abdurrahman S Sos, Kadis Syariat Islam Anwar, S Ag, MAP, Imum Chiek Masjid Agung Drs Tgk Jamaluddin Abdullah, Keuchiek Bireuen Meunasah Capa, Ir  Ramli Dauid, serta ratusan jamaah subuh Masjid Agung Bireuen.

Bupati Bireuen H Muzakkar A Gani dalam sambutannya antara lain menyampaikan penghargaan  yang mendalam kepada H Jamal yang telah berkenan mewakafkan bangunan wudhu Masjid Agung Sultan Jeumpa yang baru selesai dibangunannya menelan dana sektiar Rp 1 miliar untuk sarana ibadah Masjid Agung.

Wakaf bangunan Wudhuk H Jamal untuk Masjid Agung Sultan Jeumpa sangat bermakna dalam meningkatkan ibadah umat muslimin dan muslimat, semoga Allah SWT akan melimpahkan rahmatnya yang  berlipat ganda kepada pemberi wakaf.

Dikatakan, wakaf H Jamal sangat patut dicontoh oleh masyarakat lainnya yang berkemudahan agar mewakafkan sedikit hartanya untuk melanjutkan perluasan Masjid Agung Sultan Jeumpa yang saat ini masih sangat dibutuhkan.

Sementara H Jamal pengusaha sukses warga Kommes Bireuen dan selaku Bendahara Pembangunan Masjid Agung Sultan Jeumpa dalam laporannya dihadapan ratusan jamaah shubuh menyempaikan dia menjadi warga Kommes Bireuen sejak tahun 1982.

Sebagai warga Kommes dan jamaah tetap Masjid Agung Bireuen terpanggil harinya untuk membangunan bangunan wudhu baru untuk jamah pria dan wanita disamping utara mesjid setempat agar para jamaah terutama jamaah wanita akan lebih mudah mengambil wudhu yang lebih dekat dibanding dengan tempat wudhu di belakang masjid yang agak jauh.

Dikatakan, Masjid Agung Sultan Jeumpa letaknya sangat strategis di di lintasan Bireuen Takengon, para jamaah yang melaksanakan shalat wajib lima waktu maupun shalat Jumat.

“Tidak hanya masyarakat Bireuen, akan tetapi banyak jamaah luar warga Bener Meriah, Takengon dalam perjalanan  begitu masuk waktu shalat,  singgah ke Masjid Agung Sultan Jeumpa unguk shalat,” ujar H Jamal.

Sumber lain yang diperoleh Kabar Bireuen dari beberapa jamaah warga Kommes Bireuen disela-sela peresmian bangunan wudhuk mengatakan, Masjid Agung Sultan Jeumpa dibangun tahun 1967, setelah Masjid Geudong satu-satunya  masjid tertua di negeri Jeumpa  rubuh total diguncang gempa Bumi tahun 1967.

Pembangunan Masjid Jamik Bireuen yang bersumber awal dari sumbangan buah kelapa rakyat juga disebut Masjid Kelapa. Sekarang Masjid Jamik Bireuen sudah diganti namanya yang ditabalkan oleh Ulama Kharismatik H Abu Tumin Blang Bladeh dengan nama Masjid Agung Sultan Jeumpa (H.AR Djuli).