Senin, 15 Juni 2026

Gus Muhaimin: Pesantren Harus Membuka Diri Terhadap Perubahan dan Kolaborasi

KABAR BIREUEN, Jakarta — Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Abdul Muhaimin Iskandar atau Gus Muhaimin, membuka acara International Conference on Transformation of Pesantren (ICTP) di Hotel Grand Sahid Jaya, Jakarta, Selasa malam (24/6/2025).

Konferensi internasional yang berlangsung selama tiga hari, 24–26 Juni 2025, ini digelar PKB sebagai forum strategis untuk mendiskusikan transformasi sistem pendidikan pesantren, mulai dari kurikulum, metode pembelajaran, hingga peran pesantren dalam pemberantasan kemiskinan dan pembangunan nasional.

Dalam pidatonya, Gus Muhaimin menyerukan revolusi pendidikan pesantren agar mampu menjawab tantangan zaman, termasuk kebutuhan industri dan era digital.

“Dari sekitar 39 ribu pesantren di Indonesia, hampir 50 persennya memberikan pendidikan gratis. Ini bukti konkret bahwa pesantren menjadi garda depan dalam memutus rantai kemiskinan,” ujar Gus Muhaimin dalam sambutannya.

Menurutnya, pesantren memiliki tiga kekuatan utama: penanaman nilai agama yang kokoh, motivasi tinggi dalam mencari ilmu baik agama maupun umum, serta kemampuan bertahan di tengah keterbatasan.

“Namun keunggulan itu harus diperkuat dengan keterampilan abad ke-21 agar santri tidak tertinggal,” tambahnya.

Gus Muhaimin menekankan pentingnya adaptasi pesantren terhadap pendekatan STEAM (Science, Technology, Engineering, Arts, and Mathematics) serta sinergi dengan dunia industri. Pesantren harus membuka diri terhadap perubahan dan kolaborasi.

“Kita akan buat pilot project pesantren berbasis industri. Misalnya, pesantren otomotif bekerja sama dengan Toyota, atau pesantren IT bermitra dengan Huawei,” jelasnya.

Gus Muhaimin juga menyoroti perlunya perubahan mindset di kalangan pesantren. Sebab, ada anggapan rezeki hanya soal takdir tanpa usaha.

“Ini yang harus kita ubah. Santri harus dibekali keterampilan agar memiliki daya saing tinggi di pasar kerja,” tegasnya.

Gus Muhaimin menekankan, pesantren tak boleh tinggal diam di tengah arus globalisasi. “Pesantren harus berubah. Jika tidak, kita akan ketinggalan kereta,” pungkasnya.

ICTP menghadirkan pembicara dari berbagai kalangan, termasuk Menteri Agama, Wakil Menteri Pendidikan Prof. Stella Kristi, Prof. K.H. Said Aqil Siradj, serta akademisi dari Turki, Mesir, dan Finlandia. Simposium ini juga diikuti oleh ratusan peserta dari pesantren dalam dan luar negeri.

PKB, sebagai inisiator, berharap konferensi ini menghasilkan rekomendasi konkret bagi pemerintah dan dunia pendidikan pesantren. Salah satunya, mendorong revisi Undang-Undang Pendidikan dan UU Pesantren agar lulusan pesantren mampu bersaing secara global. (Red) 

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

BACA JUGA

KABAR TERBARU

UNIKI Gelar Student Global Preneur Academy di Lhokseumawe, Bekali Mahasiswa Literasi Keimigrasian dan Jiwa...

0
KABAR BIREUEN, Lhokseumawe – Universitas Islam Kebangsaan Indonesia (UNIKI) terus memperkuat kompetensi mahasiswa dalam menghadapi tantangan global melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) bertajuk...

Peringati Tahun Baru Islam 1448 H, Wabup Bireuen Serukan Semangat Hijrah dan Muhasabah

0
KABAR BIREUEN, Bireuen – Pemerintah Kabupaten Bireuen menggelar zikir bersama dan tausiah dalam rangka menyambut Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriah/2026 Masehi di...

Terjunkan 445 Petugas, Pemkab Bireuen dan BPS Resmi Canangkan Sensus Ekonomi 2026

0
KABAR BIREUEN, Bireuen – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bireuen bersama Badan Pusat Statistik (BPS) setempat resmi mencanangkan pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 (SE26), dengan menerjunkan sebanyak...

Reses Yah Fud di Peudada, Warga Minta Perbaikan Irigasi yang Rusak Akibat Banjir

0
KABAR BIREUEN, Peudada – Kerusakan jaringan irigasi akibat banjir dan longsor yang menyebabkan petani gagal menggarap sawah selama beberapa tahun terakhir menjadi aspirasi utama...

Tingkatkan Kompetensi, Kemnaker Buka Pendaftaran Program Pemagangan Jepang dan Pelatihan Kaigo

0
KABAR BIREUEN, Jakarta—Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) membuka pendaftaran Program Pemagangan Jepang dan Pelatihan Kaigo melalui platform Skillhub dalam ekosistem SIAPkerja. Program ini menjadi bagian dari upaya...

KABAR POPULER

Reses Yah Fud di Peudada, Warga Minta Perbaikan Irigasi yang Rusak Akibat Banjir

0
KABAR BIREUEN, Peudada – Kerusakan jaringan irigasi akibat banjir dan longsor yang menyebabkan petani gagal menggarap sawah selama beberapa tahun terakhir menjadi aspirasi utama...

Terjunkan 445 Petugas, Pemkab Bireuen dan BPS Resmi Canangkan Sensus Ekonomi 2026

0
KABAR BIREUEN, Bireuen – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bireuen bersama Badan Pusat Statistik (BPS) setempat resmi mencanangkan pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 (SE26), dengan menerjunkan sebanyak...

Peringati Tahun Baru Islam 1448 H, Wabup Bireuen Serukan Semangat Hijrah dan Muhasabah

0
KABAR BIREUEN, Bireuen – Pemerintah Kabupaten Bireuen menggelar zikir bersama dan tausiah dalam rangka menyambut Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriah/2026 Masehi di...

Buka Lomba SKJ Tingkat Pelajar dan Mahasiswa, Ketua TP-PKK Bireuen Ajak Generasi Muda Budayakan...

0
KABAR BIREUEN, Bireuen – Sebanyak 12 tim dari berbagai sekolah dan perguruan tinggi di Kabupaten Bireuen ambil bagian dalam Lomba Senam Kesegaran Jasmani (SKJ)...

Dikunjungi Direktorat Jenderal Perkebunan Republik Indonesia, Pabrik Kelapa di Bireuen

0
KABAR BIREUEN -  Direktur Tanaman Semusim dan Rempah, Direktorat Jenderal Perkebunan Republik Indonesia Dr, Ir. Agus Wahyudi, MM serta rombongan berkunjung ke pabrik berbahan...