Sabtu, 4 Juli 2026

Gurihnya Muloh Teupeh di Anjungan Pidie Pada PKA 8

KABAR BIREUEN – Pekan Kebudayaan Aceh (PKA) ke – 8 mengusung tema “Rempahkan Bumi, Pulihkan Dunia”. Berbagai macam kuliner khas Aceh yang penuh dengan rempah, tersaji di berbagai anjungan daerah di  Kompleks Taman Sulthanah Safiatuddin, Banda Aceh.

Seperti Anjungan Pidie yang menyajikan Muloh Teupeh atau bandeng tanpa duri. Muloh Teupeh ini memang sudah banyak yang memproduksinya di Pidie. Sehingga menjadi salah satu oleh-oleh khas Pidie.

Salah satunya Muloh Teupeh produksi Cek Fah dari Trueng Campli yang selalu diminati oleh pengunjung Anjungan Pidie selama berlangsungnya PKA. Cek Fah atau Zainatul Ulfa menjelaskan diantara Muloh Teupeh di Pidie, keunggulan produknya sudah memakai kemasan kotak dengan desain modern, sehingga bisa menarik pembeli.

“Untuk rasanya juga boleh diadu, karena kita menggunakan berbagai macam rempah sehingga rasa bandeng ini semakin gurih. Ikan bandeng yang digunakan berasal dari tambak-tambak yang ada di Pidie Jaya,” paparnya pada Minggu (12/11/2023).

Ditambahkannya, ikan bandeng selalu tersedia di pasaran dengan harga yang bervariasi. Bandeng memiliki cita rasa yang khas, rasa dagingnya yang enak banyak digemari, meski memiliki banyak duri. Cara penyajiannya, bisa digoreng, dikukus, dipindang atau diasap.

“Untuk pengolahan Muloh Teupeh ini, ikan bandeng dibersihkan dengan memisahkan duri dan tulangnya tanpa merusak kulitnya. Daging ikan dikeluarkan lewat mulut dan lubang insang. Kemudian daging ikan dihaluskan dan dicampur dengan bumbu. Lalu dagingnya dimasukkan lagi, dibungkus dengan daun pisang dan dibakar seperti pepes,” jelas Cek Fah.

Dikatakannya, bumbu ikan ini diraciknya sendiri yang banyak menggunakan rempah-rempah, seperti ketumbar, jintan, lada, pala, sereh, cengkeh dan kapulaga. Juga sejumlah bumbu lainnya seperti bawang merah, bawang putih, dan cabai kecil.

“Muloh Teupeh ini tidak menggunakan pengawet, benar-benar alami sehingga hanya tahan dua hari pada suhu ruang, ” jelasnya lagi.

Muloh Teupeh Cek Fah diproduksi di Trueng Campli sejak 2017. Kawasan ini memang dikenal banyak home industri yang membuat bandeng tanpa duri. Kuliner ini dapat disantap oleh siapa saja, karena rasanya yang gurih. Selama even PKA, peminat Muloh Teupeh selalu ada karena sudah menjadi oleh-oleh khas Pidie.

“Harapan kami semua UMKM kuliner di Pidie bisa berkembang dan bisa membantu sesama. Dengan adanya even PKA ini, masyarakat semakin mengetahui kuliner ini,” demikian pungkasnya. (Advertorial) 

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

BACA JUGA

KABAR TERBARU

Wartawan Senior Diapari Sibatangkayu Meninggal Dunia, PWI Kehilangan Penjaga Integritas Pers

0
KABAR BIREUEN, Jakarta – Dunia pers nasional kembali berduka. Wartawan senior sekaligus Anggota Dewan Kehormatan (DK) PWI Pusat, H. Diapari Sibatangkayu, meninggal dunia pada...

Bidik Prestasi di PORA Aceh Jaya 2026, Atlet PASI Bireuen Mulai Latihan Intensif

0
KABAR BIREUEN, Bireuen – Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PASI) Kabupaten Bireuen memulai kembali program latihan intensif sebagai langkah awal mempersiapkan atlet menghadapi Pekan Olahraga...

Dosen Fikom Umuslim Latih Siswa SMKN 2 Peusangan Kuasai Teknik UV Mapping dan Texturing...

0
KABAR BIREUEN, Peusangan – Sebanyak 23 siswa Jurusan Animasi SMKN 2 Peusangan mendapatkan pelatihan intensif mengenai UV Mapping dan texturing objek 3D menggunakan perangkat...

Petani Tidak Kekurangan Teknologi, Mereka Kekurangan Akses dan Kepercayaan

0
Oleh: Muhammad Farel Cordobi Mahasiswa Program Studi Agribisnis, Fakultas Sains dan Teknologi, UIN Syarif Hidayatullah KALAU kita bicara soal pertanian Indonesia hari ini, yang sering...

Komitmen Tingkatkan Mutu, UMMAH Kirim Delapan Dosen Ikuti Workshop Akreditasi Kualitatif Prodi Keperawatan

0
KABAR BIREUEN, Banda Aceh – Universitas Muhammadiyah Mahakarya Aceh (UMMAH) menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan mutu pendidikan dengan mengirimkan delapan dosen mengikuti Workshop Akreditasi Kualitatif...

KABAR POPULER

Bupati Bireuen Terima Bantuan Excavator dari Kementerian Kelautan dan Perikanan, Siap Percepat Pemulihan Tambak...

0
KABAR BIREUEN, Jakarta – Bupati Bireuen, Ir. Mukhlis, ST, menerima bantuan satu unit excavator dari Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) Republik Indonesia untuk mempercepat...

Satgas PRR Dorong Penggunaan Mekanisme Dana Siap Pakai, Usulkan Bantuan Rp80 Juta Per Unit...

0
KABAR BIREUEN, Jakarta-Percepatan penyediaan hunian tetap bagi penyintas pascabencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat terus diupayakan Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi...

Bidik Prestasi di PORA Aceh Jaya 2026, Atlet PASI Bireuen Mulai Latihan Intensif

0
KABAR BIREUEN, Bireuen – Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PASI) Kabupaten Bireuen memulai kembali program latihan intensif sebagai langkah awal mempersiapkan atlet menghadapi Pekan Olahraga...

Komitmen Tingkatkan Mutu, UMMAH Kirim Delapan Dosen Ikuti Workshop Akreditasi Kualitatif Prodi Keperawatan

0
KABAR BIREUEN, Banda Aceh – Universitas Muhammadiyah Mahakarya Aceh (UMMAH) menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan mutu pendidikan dengan mengirimkan delapan dosen mengikuti Workshop Akreditasi Kualitatif...

Dosen Fikom Umuslim Latih Siswa SMKN 2 Peusangan Kuasai Teknik UV Mapping dan Texturing...

0
KABAR BIREUEN, Peusangan – Sebanyak 23 siswa Jurusan Animasi SMKN 2 Peusangan mendapatkan pelatihan intensif mengenai UV Mapping dan texturing objek 3D menggunakan perangkat...