Cuaca Buruk, Nelayan tak melaut, boat tertambat di dermaga Kuala Raja, Kecamatan Kuala, Bireuen

KABAR BIREUEN – Sudah sepekan ini nelayan di Bireuen tak melaut akibat gelombang tinggi disertai angin kencang yang melanda perairan Selat Malaka. Akibatnya, harga ikan melambung tinggi.

Hal itu seperti diungkapkan Hasbi, salah seorang nelayan di Kuala Raja, Kecamatan Kuala, Kabupaten Bireuen kepada Kabar Bireuen, Minggu (18/11/2018) menyebutkan, dia sudah dua hari tak melaut, karena angin kencang terjadi di tengah laut hingga ke bibir pantai.

Cuaca buruk tersebut, katanya, membuat para nelayan di Kuala Raja memilih menambat boatnya di dermaga.

Nelayan memanfaatkan waktu tak melaut tersebut untuk memperbaiki pukat atau jala ikan di dermaga TPI Kuala Raja.

‘Akibata nelayan tak emlaut, harga ikan melambung tinggi. Ikan tongkol misalnya,  sebelumnya dijual Rp 15 ribu-Rp 20 ribu per kilogram, kemarin naik menjadi Rp 26 ribu-Rp 28 ribu per kilogram,” sebutnya.

Sementara itu, Panglima Laot Bireuen, Badruddin Yunus alias Abu Laot menyebutkan, meski cuaca saat ini buruk dan angin kencang, namun ada juga nelayan yang tetap melaut untuk memenuhi kebutuhan hidup mereka.

“Saya setiap hari selalu memantau perkembangan cauca dan nelayan di kabupaten tersebut. Karena itu, say imbau seluruh nelayan di Bireuen dan sekitarnya, untuk selalu memantau cuaca di laut,” katanya..

Dikatakannya, jika terjadi angin kencang atau badai dan hujan lebat disertai gelombang tinggi, sebaiknya nelayan tidak melaut. Ini guna menghindari hal-hal yang tidak diinginkan di tengah laut. (Ihkwati)

 

BAGIKAN