KABAR BIREUEN, Bireuen – Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Aceh bekerjasama dengan Kesbangpol Bireuen menggelar Rapat Koordinasi Forum Pembauran Kebangsaan (FPK) Se-Aceh Tahun 2025.
Kegiatan dengan tema Penguatan Nilai Kebangsaan dan Relasi Sosial Dalam Keberagaman Masyarakat di Aceh” dibuka oleh Bupati Bireuen, H. Mukhlis, ST, diwakili Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah (Sekda) Bireuen, Hanafiah, S.P.,CGCAE, di Meeting Room Hotel Bireuen Jaya, Senin 8 September 2025, pagi.
Dalam sambutannya Pj Sekda Bireuen Hanafiah menyampaikan, Pemerintah Kabupaten Bireuen menyambut baik dilaksanakannya acara pada hari ini dengan harapan tercipta wahana pertukaran informasi dan menambah wawasan berkaitan dengan pembauran kebangsaan di Provinsi Aceh.
Dikatakan, Forum Pembauran Kebangsaan merupakan wadah strategis yang memiliki misi mulia, yaitu mempererat persatuan bangsa di tengah keberagaman suku, etnis, agama, dan budaya.
“Keberadaan FPK menjadi pengingat bagi kita semua bahwa Aceh tidak hanya kaya akan sejarah dan perjuangan, tetapi juga kaya akan keberagaman yang harus terus kita rawat bersama,” ujarnya.
Aceh sebagai daerah yang memiliki sejarah panjang perjuangan serta keberagaman, tentu sangat membutuhkan forum ini untuk memperkuat harmoni sosial dan mencegah potensi perpecahan.
Melalui rapat koordinasi ini, diberharapkan akan lahir sinergi program antara Pemerintah Daerah dengan FPK, baik di tingkat provinsi maupun Kabupaten/Kota, dalam rangka menjaga stabilitas, memperkuat persatuan, dan menumbuhkan semangat kebangsaan di tengah masyarakat.
Disebutkan, tema kebangsaan tidak pernah lekang oleh waktu, tantangan globalisasi, perkembangan teknologi informasi, serta dinamika sosial politik sering kali membawa potensi gesekan antar kelompok.
Di sinilah FPK hadir sebagai garda depan yang mempersatukan, menyejukkan, serta memberikan solusi yang arif dan bijaksana.
Dia berharap FPK Aceh Tahun 2025 ini mampu Memperkuat komunikasi lintas etnis, agama, dan budaya di daerah.
Mengoptimalkan peran dalam memberikan rekomendasi strategis kepada pemerintah.

“Dan menjadi mitra yang aktif dalam menjaga kerukunan, persatuan, dan kesatuan bangsa,” harapnya.
“Untuk itu mari kita merapatkan barisan menyambung ukhuwah dan memperkecil kesenjangan sehingga dapat terciptanya kedamaian antar suku, etnis, ras, budaya dan adat istiadat dalam rangka memperkuat persatuan dan kesatuan bangsa yang pluralisme ini,” pesannya.
Sebelumnya, Plt Kepala Badan Kesbangpol Bireuen, H. Mulyadi, S.H., M.M melaporkan, maksud dilaksanakan Rapat Koordinasi Forum Pembauran Kebangsaan se-Aceh ini untuk membangun sinergitas antara FPK Aceh dengan FPK Kabupaten/Kota.
Sehingga mendapatkan bekal dan juga persiapan dalam melaksanakan tugas dan program kerja tahun berikutnya.
“Dengan tujuan diharapkan menjadi sarana dengan tujuan untuk merumuskan setiap masalah dan memecahkan masalah yang ada di FPK,” katanya.
Disebutkan kegiatan ini diikuti sebanyak 50 peserta terdiri kepala badan/kantor Kesbangpol Kabupaten/Kota Ketua FPK Kabupaten/kita se-Aceh, FPK kabupaten/Bireuen.
Rapat Koordinasi Forum Pembauran Kebangsaan se-Aceh ini menghadirkan narasumber yaitu unsur dari Badan Kesbangpol Aceh, Mardiana, SE, MM.
Kemudian, Sekretaris FPK Aceh Munarwansyah, SE., M.M. dan Wakil Ketua FPK Bireuen, Tgk, Saifudin Muhammad, S.H.I, M.H.
“Kegiatan ini dilaksanakan sehari, Senin 8 September 2025, di Meeting Room Hotel Bireuen Jaya, anggaran kegiatan dibebankan pada Anggaran Pendapatan Belanja Aceh pada Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Aceh Tahun 2025,” tutup Plt Badan Kesbangpol Bireuen ini. (Hermanto)










