KABAR BIREUEN-Bimbingan Teknis (Bimtek) Peningkatan Kapasitas Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan keluarga (TP-PKK) Kabupaten Bireuen digelar di Hotel Grand Nanggroe, Banda Aceh, Minggu (25/10/2020), dibuka secara resmi istri Plt Gubernur Aceh, Dr Dyah Erti Idawati, MT.

Dalam Pembukaan Bimtek peningkatan kapasitas Ketua TP PKK Kabupaten Bireuen untuk angkatan pertama, Dyah Erti Idawati, yang juga Ketua TP PKK Propinsi Aceh gembira atas semangat yang luar biasa ibu-ibu PKK dari Bireuen dalam mengikuti kegiatan yang digagas Lembaga Peningkatan Kapasitas Aparatur Pemerintahan Indonesia (Lepenkapi), yang diketuai Dr Cut Khairani , M.Si.

Dikatakan, salah satu rekomendasi dari Rakernas TP PKK tahun 2020, menyangkut pentingnya bagi tim penggerak PKK di seluruh daerah, untuk menyiapkan program unggulan, sebagal priorotas kerja tim PKK.

“Perhatian terhadap prioritas unggulan ditujukan agar PKK dapat bekerja lebih fokus sesuai dengan kebutuhan masyarakat itu sendiri. Sehingga langkah untuk menjalankan visi misi membangun keluarga berhikmah, bertakwa, berakhlak mulia, berbudi luhur, hendaknya dapat terwujud,” sebutnya.

Menurut istri Plt Gubernur Aceh itu, untuk menentukan program unggulan, maka disetiap daerah memiliki cara masing-masing dan ada kekhusannya masing-masing pula, yang tentunya program di Bireuen misalnya, tentunya tidak sama program unggulannya dengan daerah lainnya.

Karena hal itu sangat terkait dengan kebutuhan-kebutuhan daerah tersebut. Maka, dalam mengacu pada program-program dimaksud, tentunya dalam pelaksanaan bimtek kali ini, dinilainya sangat baik.

Ini untuk membuka nuansa, mainset atau pemikiran-pemikiran dari Ketua Tim Penggerak PKK gampong, yang saat ini menjadi ujung tombak dari seluruh TP PKK dalam menjalankan seluruh program di gampong-gampong.

Seusai acara pembukaan, Dyah Erti Idawati  berkesempatan pula, menjadi pemateri pertama dalam pelaksanan Bimtek kali ini, yang mengupas habis secara lugas dan tuntas tentang fungsi TP PKK desa/kelurahan.

Tidak mengharankan para perserta tampak sangat antusias dengan isi dari pemateri tersebut, yang muncul dengan dengan berbagai pertanyaan dan saran dari peserta dari Kecamatan Peudada, Samalanga, Pandrah dan Jangka yang berharap jawaban dari Dr Dyah Idawati, MT, baik menyangkut permasalahan Shunting, PAI, Posyandu Remaja, sampah termasuk usulan penambahan dana untuk PKK dimasa mendang.

Semua pertanyaan itu, dijawab dengan sangat cerdas oleh Ny. Nova Iriansyah yang terpaksa harus menghentikan pertanyaan yang diajukan ibu-ibu PKK desa laiinya, mengingat waktu yang terbatas.

Seusai session tanya jawabnya, panitia pelaksana menyerahkan cenderamata kepada Dr Dyah Idawati M.Si yang acara pamungkasnya penyarahan oleh-oleh yang merupakan produk BUMG Desa Meunasah Dayah Bireuen yang siap bersaing dengan produk sejenis BUMG daerah lainnya.

Malah, sebelumnya salah seorang Keuchik Gampong di Bireuen memanfaatkan moment tersebut mengajukan usulannya, agar kegiatan Bimtek ini, untuk terus dilanjutkan pada mendatang, tentu dengan malah dengan skala yang lebih besar.

Dia menilai pgoram ini sangat baik, terutama bagi ibu PKK Desa dan perangkat desa di Kabupaten Bireuen.

Untuk ke depan, dana desa bisa diarahkan untuk pelaksanaan kegiatan ini, sehingga ibu PKK bisa mengkuti acara, bahkan untuk bisa sampai ke Thailand.

“Jangan sampai seperti sekarang, ibu-ibu PKK desa paling jauh hanya sampai ke Banda Aceh, sedangkan dana desa sudah lima tahun kita terima, tentunya sekali-kali kan bisa mengkuti acara sampai Thailand,” ucap Keuchik Mahyiddin dari Gampong Meunasah Dayah yang pernyataannya itu, disambut meriah peserta yang memberikan aplaus ibu-ibu PKK desa, serta undangan yang acara tersebut tetap menerapkan protokol Kesehatan yang ketat .

Sebelumnya, Ketua Panitia Penyelenggara Bimtek Peningkatan Kapasitas TP PKK Kabupaten Bireuen, Cut Khairani menyampaikan,  sesuai Qanun Bireuen Nomor 6 tahun 2018, tim penggerak PKK Gampong berkedudukan sebagai mitra kerja dan membantu Pemerintah Gampong dalam pemberdayaan dan peningkatan kesejateraan keluarga dengan mengajukan kegiatan–kegiatan yang tertuang dalam 10 program pokok PKK.

Tugas pokok TP PKK, antara lain, menyusun rencana kerja PKK gampong, sesuai dengan hasil Rakerda Kabupaten dan RPJM, yang dasar pemikiran tersebut, maka Lepenkapi Bireuen bekerja sama dengan pemerintahan desa dalam Kabupaten Bireuen melaksanakan tugas-tugas dimaksud.

Oleh karenanya materi bimtek yang disiapkan secara umum sudah memenuhi ketentuan sebagaimana amanah dari qanun tersebut.

Sedangkan bimtek gelombang pertama ini, menurut Cut Khairani, diikuti lima kecamatan, yaitu Kecamatan Samalanga, Pandrah, Peudada, Kota Juang, dan Kecamatan Jangka.

Pelaksanaan bimtek TP PKK pada hari terakhir, dilanjutkan kunjungan lapangan/QL ke Desa Meunasaah Mon Cut, Lamlhom, Lhok Nga, mulai pukul 09.00 WIB-15.00 WIB.

Diharapkan kegiatan tersebut menjadi sarana bagi peserta bimtek untuk mendapatkan pengalaman dan wawasan untuk nantinya diimplemantasikan dalam bentuk program dan kegitanan di desanya masing-masing.(REL)

BAGIKAN