KABAR BIREUEN, Bireuen – Polres Bireuen cepat tanggap menangani laporan pengancaman terhadap wartawan Dialeksis.com di Bireuen, Fajrizal (Fajri Bugak).
Kapolres Bireuen AKBP Jatmiko SH.MH melalui Kasat Reskrim Polres Bireuen, Iptu Adimas Firmansyah, S.Tr. K., S.I.K M,.M.Si kepada wartawan, Kamis (18/4/2024),
menyampaikan, pihaknya sudah memeriksa terlapor (TR) dan saksi-saksi.
“Hari ini terlapor sudah diperiksa oleh penyidik selama tiga jam. Kepada penyidik, terlapor mengakui perbuatannya telah melakukan pengancaman terhadap Fajri Bugak wartawan Dialeksis.com di Bireuen via telpon,”ungkap Iptu Adimas Firmansyah yang didampingi Kanit Pidum Aipda Asra Dinata.
Menurut Kasat Reskrim, sekarang tinggal menunggu keterangan ahli bahasa. Setelah semua unsur terpenuhi, baru penetapan tersangka.
“Perkara ini terus berproses sesuai SOP yang ada,” jelas Adimas Firmansyah.
Sebagaimana diberitakan sebelumnya, oknum sopir Camat Kota Juang berinisial TF diduga mengancam wartawan Dialeksis.com liputan Bireuen, Fajri Bugak.
Pengancaman melalui tersebut dua kali diduga dilakukan TF dalam waktu berbeda.
Kejadian pertama terjadi Jumat malam (12/4/2024) sekitar pukul 22.48 Wib. Saat itu , Fajri menerima telepon dari seorang pria yang tak diketahui identitasnya.
Kemudian setelah dilakukan penelusuran nomor telepon diketahui pria tersebut berinisial TF yang berprofesi sebagai sopir Camat Kota Juang.
Saat menelpon, TF melontarkan kata-kata cacian dan pengancaman. “Lage asee kah. Pat kah jinoe. Kaliput berita yang kon-kon. Kapreh kah. Pue kah abeh umu atau kee abeh umu,” (Seperti anjing kau. Di mana kamu sekarang. Kamu liput berita yang bukan-bukan. Tunggu saja kalau bukan aku yang habis umur, kamu yang habis umur,)”ancam TF.
Setelah kejadian Jumat malam tersebut, Fajri Bugak beranggapan pengancaman tersebut sudah selesai. Namun, pada Sabtu malam (13/4/2024) sekira pukul 19.40.WIB, TF kembali menelpon Fajri dengan ancaman yang makin menjadi-jadi.
Bahkan kali ini, TF diduga sampai mengancam culik Fajri. Selain itu, dia juga mengancam tikam Fajri di lehernya.
Karena jiwanya terancam dan tidak nyaman lagi bekerja, malam itu juga Fajri melaporkan dugaan pengancaman tersebut ke Polres Bireuen. (Suryadi)











