KABAR BIREUEN, Bireuen – Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Disperpusip) Bireuen melalui Bidang Perpustakaan menggelar lokakarya literasi digital Tahun 2025.
Kegiatan yang diikuti puluhan peserta, dibuka oleh Plt Kepala Disperpusip Bireuen, Dailami, S.Hut., M.Ling, di ruang baca umum dinas setempat, Kamis 10 Juli 2025.
Dalam sambutannya, Dailami mengatakan, Lokakarya literasi digital ini sebagai upaya untuk membekali kita dengan pengetahuan dan keterampilan yang diperlukan dalam menghadapi tantangan dan memanfaatkan peluang di era digital.
Kegiatan ini dilaksanakan sebagai upaya nyata dalam meningkatkan kesadaran dan kemampuan menggunakan teknologi digital secara efektif dan aman serta mendiskusikan strategi penerapannya, dalam rangka pengembangan konten literasi berbasis kearifan lokal sebagai salah satu penunjang peningkatan budaya baca dan literasi masyarakat
“Oleh karena itu, mari manfaatkan kesempatan ini dengan sebaik-baiknya,” ujar Plt Kepala Disperpusip Bireuen.
Ikuti setiap sesi lokakarya ini dengan antusias, ajukan pertanyaan, dan jangan ragu untuk berbagi pengalaman tentang perkembangan informasi saat ini.
Dailami berharap kegiatan lokakarya ini dapat memberikan manfaat yang besar bagi semua dan menjadi langkah awal dalam mewujudkan masyarakat yang melek digital.
Sebelumnya, Kepala Bidang Perpustakaan Disperpusip Bireuen Darliana, SE melaporkan, lokakarya literasi digital ini bagian dari program transformasi perpustakaan berbasis inklusi sosial yang bertujuan agar perpustakaan benar-benar hadir dan bermanfaat bagi masyarakat.
“Terutama dalam mendorong peningkatan kualitas hidup, pendidikan, ekonomi berbasis pengetahuan dan teknologi,” ujar Darliana.
Disebutkan, tujuan utama kegiatan ini untuk meningkatkan pemahaman konsep literasi digital. Meningkatkan keterampilan digital.
Kemudian, meningkatkan kemampuan berpikir kritis. Meningkatkan kesadaran akan etika digital dan mendorong partisipasi aktif dalam ekosistem digital.
Dirincikan, lokakarya literasi digital tahun 2025 ini diikuti 50 peserta terdiri dari dosen 10 orang, guru 10 orang mahasiswa 10 orang, pelajar 10 orang dan 10 orang pemerhati literasi informasi digital.
“Sumber anggarannya berasal dari Dana Alokasi Khusus (DAK) Non Fisik Bidang Perpustakaan Tahun 2025,” jelasnya.
Lokakarya literasi digital tahun 2025 ini dilaksanakan sehari, Kamis 10 Juli 2025, di ruang baca umum dinas setempat, menghadirkan dua narasumber dari UIN Ar Raniry, yaitu Dr, Nazaruddin Musa, MLIS., Ph.D dan Aditya Aziz Fikri, S.Tr.Kom., M.Kom.
“Semoga dengan lokakarya literasi digital ini berjalan dengan baik dan menambah peserta baru di dunia digital,” tutup Darliana. (Hermanto)











