KABAR BIREUEN, Peusangan Selatan – Semangat berbagi dan kepedulian terhadap sesama mewarnai Gathom Meuseuraya Festival yang dilaksanakan di Meunasah Nibong, Desa Uteuen Gathom, Kecamatan Peusangan Selatan, Kabupaten Bireuen, Jumat (21/8/2026).
Dalam kegiatan yang diinisiasi mahasiswa KKN Tanah Rencong UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta tersebut, sebanyak 23 kantong darah berhasil dikumpulkan dari warga dan peserta donor.
Kegiatan yang digelar sejak pukul 08.30 WIB hingga menjelang salat Jumat itu merupakan bagian dari rangkaian peringatan HUT ke-81 Republik Indonesia. Selain donor darah, warga juga mendapatkan layanan pemeriksaan kesehatan secara gratis.
Antusiasme warga Desa Uteuen Gathom dari berbagai kalangan terlihat dalam kegiatan sosial tersebut. Sebelum mendonorkan darah, para peserta terlebih dahulu menjalani pemeriksaan kesehatan, termasuk pengecekan tekanan darah dan kadar hemoglobin (Hb), untuk memastikan kondisi tubuh memenuhi persyaratan sebagai pendonor.
Ketua Kelompok KKN Tanah Rencong UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, Nazira Niswah, mengatakan, Gathom Meuseuraya Festival lahir dari kolaborasi berbagai pihak sebagai bentuk aksi nyata dalam memperingati HUT ke-81 RI.
“Kami berharap seluruh kegiatan dapat berjalan dengan lancar sesuai rencana dan memberikan banyak manfaat bagi seluruh warga Desa Uteuen Gathom,” ujar Nazira.
Pembukaan kegiatan dilakukan Camat Peusangan Selatan Juliadi, S.E. Dia mengapresiasi inisiatif mahasiswa KKN Tanah Rencong UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta menggelar festival tersebut.
Menurutnya, kegiatan itu dapat menjadi langkah awal untuk membangun agenda sosial dan kesehatan yang berkelanjutan di tingkat desa. Dia berharap, kegiatan donor darah dan pemeriksaan kesehatan gratis dapat dilaksanakan secara rutin serta menjadi contoh bagi desa-desa lain di Kecamatan Peusangan Selatan.
“Kami sangat mengapresiasi kegiatan yang diinisiasi mahasiswa KKN Tanah Rencong UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. Ini menjadi pondasi awal agar kegiatan seperti ini dapat terus dilaksanakan dan menjadi contoh bagi desa-desa lain, khususnya di Kecamatan Peusangan Selatan,” kata Juliadi.

Karena itu, dia mendorong agar kegiatan serupa dapat digelar setiap tiga atau enam bulan sekali di desa.
“Donor darah merupakan kegiatan kemanusiaan yang memiliki manfaat besar bagi masyarakat. Setetes darah sangatlah berharga,” ujarnya.
Juliadi juga menyampaikan terima kasih kepada mahasiswa KKN Tanah Rencong UIN Sunan Kalijaga yang telah melaksanakan pengabdian di Desa Uteuen Gathom. Dia berharap, berbagai program yang dijalankan selama KKN dapat terus memberikan manfaat bagi masyarakat.
Pembukaan Gathom Meuseuraya Festival ditandai dengan pemotongan pita secara simbolis oleh Camat Peusangan Selatan. Setelah seremoni dan foto bersama, warga langsung mengikuti pemeriksaan kesehatan gratis dan donor darah.
Salah seorang mahasiswa KKN Tanah Rencong, Muhammad Asyraf Murfid, mengaku sempat merasa takut sebelum mengikuti donor darah. Namun, setelah menjalani pemeriksaan dan dinyatakan memenuhi syarat, dia memutuskan untuk ikut mendonorkan darah.
“Setelah mengikuti donor darah, tubuh saya justru terasa lebih segar dan bugar. Sebelum proses donor dimulai, saya sempat khawatir dan takut mengalami pusing,” kata Asyraf.
Dia mengaku, proses donor darah ternyata tidak sesakit yang dibayangkan. Pengalaman tersebut membuatnya semakin yakin untuk mengajak masyarakat berpartisipasi dalam kegiatan donor darah.
“Saya mengajak masyarakat Desa Uteuen Gathom dan sekitarnya untuk tidak ragu ikut berpartisipasi dalam kegiatan donor darah. Mari bersama-sama berbagi dan membantu sesama karena setetes darah yang kita berikan dapat menjadi harapan dan menyelamatkan nyawa bagi mereka yang membutuhkan,” ujarnya.
Hal senada disampaikan pemuda Desa Uteuen Gathom, Syukron, yang turut mendonorkan darahnya. Da mengaku, sempat merasa sedikit pusing dan lemas setelah donor, tetapi kondisi tersebut tidak berlangsung lama.

“Secara keseluruhan, pengalaman donor darah ini cukup positif bagi saya. Saya tidak kapok untuk mendonorkan darah. Justru, ke depannya saya ingin kembali mendonorkan darah dan mengajak masyarakat lainnya untuk turut berpartisipasi,” katanya.
Sementara itu, warga Desa Uteuen Gathom, Ayu Irma, juga mengaku senang dapat berkontribusi melalui kegiatan tersebut.
“Saya merasa lebih lega dan nyaman setelah melakukan donor darah. Rasanya tubuh menjadi lebih ringan dan pikiran pun terasa lebih plong setelah dapat berkontribusi membantu sesama,” ujarnya.
Ayu berharap, dapat kembali mendonorkan darah apabila kondisi tubuhnya memungkinkan dan memenuhi persyaratan.
Diisi Beragam Kegiatan
Gathom Meuseuraya Festival tidak hanya diisi dengan donor darah dan pemeriksaan kesehatan gratis. Rangkaian kegiatan juga dilanjutkan dengan berbagai perlombaan yang melibatkan masyarakat.
Di antaranya lomba merangkai sirih yang diikuti ibu-ibu Desa Uteuen Gathom serta lomba mewarnai bagi anak-anak usia taman kanak-kanak (TK).
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari kolaborasi mahasiswa KKN Tanah Rencong UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta bersama pemerintah desa dan masyarakat dalam menghadirkan kegiatan sosial, edukatif, dan menyehatkan.
Selain memperkuat kepedulian terhadap sesama melalui donor darah, festival tersebut juga menjadi momentum untuk mempererat kebersamaan warga Desa Uteuen Gathom dalam memeriahkan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Kegiatan itu turut dihadiri Camat Peusangan Selatan Juliadi, S.E., unsur Muspika, Danposramil Peusangan Selatan Peltu Novriadi, Kapospol Aipda Hendra Saputra, Ketua DPD IKAN Bireuen Mukhlis, S.E., M.M., Keuchik Uteuen Gathom Juhari, tenaga transfusi darah dari PMI, serta tenaga kesehatan Puskesmas Peusangan Selatan. (Red)












