KABAR BIREUEN, Juli — Akses transportasi warga Dusun Kubang Itam, Desa Balee Panah–Desa Seuneubok Dalam, Kecamatan Juli, Kabupaten Bireuen, kembali terhubung setelah jembatan darurat di lokasi tersebut rampung dikerjakan hanya dalam waktu dua hari.
Pembangunan jembatan darurat ini dimulai pada Sabtu, 3 Oktober 2026, dan telah selesai pada Minggu, 4 Oktober 2026. Pantauan pada Senin pagi, 5 Oktober 2026, menunjukkan jembatan tersebut telah berfungsi dan mulai digunakan sebagai akses penghubung bagi warga Dusun Kubang Itam.
Pembangunan jembatan darurat itu dilakukan setelah jembatan sebelumnya ambruk akibat derasnya arus air yang terjadi menyusul hujan lebat di Kabupaten Bireuen.
Razi Irawan, mantan Keuchik Balee Panah yang turut terlibat dalam pencarian material dan koordinasi pembangunan jembatan darurat, menyampaikan apresiasi atas respons cepat Pemerintah Kabupaten Bireuen.
Dia mengucapkan terima kasih kepada Bupati Bireuen, Ir. H. Mukhlis, ST, atas respons cepat terhadap kebutuhan masyarakat yang terdampak runtuhnya jembatan.
Sebelumnya, jembatan darurat yang dibangun pascabencana hidrometeorologi di Sumatra tersebut ambruk pada Selasa malam, 29 September 2026.

Hujan deras yang mengguyur Kabupaten Bireuen menyebabkan debit air pada alur yang berhulu di kawasan perbukitan Cot Sirula meningkat. Derasnya aliran air menuju Krueng Peusangan mengikis bagian penyangga jembatan hingga akhirnya struktur jembatan tersebut runtuh.
Sehari setelah kejadian, Rabu pagi, 30 September 2026, Bupati Bireuen, H. Mukhlis, bersama Kepala Dinas PUPR Bireuen, Fadhli Amir dan Camat Juli, Hendri Maulana, turun langsung ke lokasi.
Dalam kunjungan tersebut, Bupati Bireuen menginstruksikan agar jembatan darurat segera dibangun untuk memulihkan akses transportasi masyarakat.
Instruksi tersebut kemudian ditindaklanjuti dengan pembangunan jembatan yang dimulai pada 3 Oktober 2026. Hanya sehari berselang, proses pembangunan dinyatakan rampung dan pada Senin pagi jembatan telah dapat dimanfaatkan warga.
Dengan berfungsinya jembatan darurat tersebut, akses transportasi warga Dusun Kubang Itam yang sempat terganggu akibat runtuhnya jembatan kembali tersambung. (Hermanto)













