Datang ke Bireuen, Ini yang Dilakukan Tim Koordinasi dan Supervisi Pencegahan Korupsi KPK

KABAR BIREUEN– Menindaklanjuti komitmen Kepala daerah dan DPRK se Aceh Tahun 2016 tentang pencegahan korupsi, Tim Koordinasi dan Supervisi Pencegahan Korupsi (Korsupgah) Komisi Pencegahan Korupsi (KPK) Wilayah Sumatera Utara, Aceh, Sumatera Barat dan Riau (Sumbagut) melakukan monitoring dan  yang dipusatkan di Kabupaten Bireuen.

Tim Koordinasi dan Supervisi Pencegahan Korupsi KPK Wilayah Sumbagut berada di Bireuen selama tiga hari mulai 13-145 Maret 2018.

Hal itu dikatakan Tim Koordinasi dan Supervisi Pencegahan Korupsi KPK Wilayah Sumbagut. Azril Zah didampingi koleganya Harun Hidayat kepada wartawan disela-sela break rapat dengan pejabat Pemkab Bireuen dan Lhokseumawe di Pendopo Bupati Bireuen, Selasa (13/3/2018).

Selanjutnya, Rabu besok (14/3/2018) rapat dengan pejabat dan SKPK Kabupaten Bener Meriah, Aceh Tengah, Aceh Utara dan Gayo Lues dan pada Kamis (15/3/2018) lusa, dengan Aceh Timur, Langsa dan Tamiang.

Dikatakan Azri Zah, dalam Monitoring dan Evaluasi (Monev) tersebut dibahas terkait perencanaan aksi pencegahan korupsi terintegrasi.

Dimana SKPK sebagai penangungjawab memonev progres dan sejauh mana  telah dilakukan rencana aksi pencegahan korupsi terintegrasi tersebut.

“Beberapa poin  penting yng dibahas adalah perencanaan APBK dengan memakai sistem elektronik. Sehingga tak boleh lagi ada anggaran  titipan yang masuk di tengah jalan tanpa dibahas sebelumnya dalam Kebijakan Umum Anggaran (KUA) dan Priorotas Plafon Anggaran Sementara (PPAS),” sebutnya.

Selain itu, pokok-pokok pikiran anggota dewan diimput dalam akun/aplikasi, ini dapat meneutut celah adanya program titipan.

Selanjutnya, terkiat perizinan, juga harus menggunakan aplikasi elektronik,  jadi bagi siapapun yang mengurus perizinan, dia bisa tahu progres izinya sudah sejauh mana.

“Biaya izin berapa, ada transparansi biaya, termasuk harus ada stempel jika biaya perizinan itu gratis,” ujarnya.

Lalu terkait pengadaan, harus ada kemandirian lembaga, personil Pokja harus permanen, bukan paruh waktu.

Kemudian peran Inspektorat harus lebih berdaya, sehingga jika Isnpektorat kuat, bisa mencegah terjadinya korupsi. Karena akar korupsi suatu dinas atau SKPK, Inspektoratlah yang seharusnya terlebih dahulu mengetahui permasalahnnya, bukan pihak lain, apalagi media.

“Kita mendorong semua hal itu dilaksanakan oleh SKPK terkait dan Pemerintah Daerah,  karena itu upaya pencegahan korupsi terintegrasi. Jika rekomendasi ini tak dijalankan, maka bersiaplah akan menghadapi masalah. Kita akan pantau perkembangan dan melakukan pengawasan proses perencanaan pencegahan korupsi tersebut 3 bulan sekali,” pungkasnya. (Ihkwati)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

BACA JUGA

KABAR TERBARU

Kunjungan ke Penang, Mendagri Sampaikan Salam Presiden untuk Wali Nanggroe

0
KABAR BIREUEN, Penang - Perhatian Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto terhadap kondisi kesehatan Wali Nanggroe Aceh, Paduka Yang Mulia Tgk. Malik Mahmud Al-Haythar, diwujudkan...

368 Mahasiswa Fikom Umuslim Ikuti PKKMB, Siap Menapaki Dunia Kampus

0
KABAR BIREUEN, Peusangan – Fakultas Ilmu Komputer (Fikom) Universitas Almuslim (Umuslim) Peusangan, Bireuen, menyambut 368 mahasiswa baru melalui Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru...

Pertanyakan Data dan Kepastian Pencairan Jadup, Koalisi Gerakan Masyarakat Sipil Bireuen Audiensi dengan BPBD

0
KABAR BIREUEN, Bireuen –Korban banjir yang tergabung dalam Koalisi Gerakan Sipil Bireuen melakukan  audiensi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bireuen di aula...

Bupati Bireuen: Masa Depan yang Kokoh Dirajut dari Kebiasaan Menabung

0
KABAR BIREUEN, Juli – Bupati Bireuen, Ir. Mukhlis, S.T., mengajak pelajar dan santri menjadikan budaya menabung sebagai bagian dari upaya mempersiapkan masa depan. Menurutnya,...

Rombongan Pemain SSB Bijeh Mata Cot Rabo Tiba di Padang Pariaman untuk Berlaga di...

0
KABAR BIREUEN, Padang -Rombongan Tim Sekolah Sepak Bola (SSB) Bijeh Mata U-10 dan U-12 Cot Rabo, Kecamatan Peusangan, Bireuen, yang akan berlaga di Kompetisi...

KABAR POPULER

Kuota dari BPJS Habis, RSUD dr Fauziah Bireuen Tidak Melayani Lagi Pasien Operasi Katarak...

0
KABAR BIREUEN, Bireuen - RSUD dr Fauziah Bireuen tidak dapat melayani lagi pasien operasi katarak teknik Phacoemulsifikasi (sedot) karena kuota diberikan oleh Badan Penyelenggara...

Saladin Terharu dan Bangga, Telah Purna Tugas Masih Dicintai Wartawan

0
KABAR BIREUEN - Mantan Kapolres Bireuen, Kombes Pol (Purn) Teuku Saladin, SH, mengaku, sangat terharu dan bangga. Meski dirinya telah purna tugas, tapi masih...

Waiting List Operasi Katarak Terlalu Lama, Masyarakat Pertanyakan Kebijakan BPJS Kesehatan

0
KABAR BIREUEN, Bireuen - Untuk mendapatkan giliran operasi katarak, sekarang harus menunggu 6 - 12 bulan. Masyarakat pertanyakan kebijakan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS)...

Pemkab Bireuen Salurkan Rp554 Juta Banpol Tahap Pertama untuk Lima Parpol

0
KABAR BIREUEN, Bireuen – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bireuen menyalurkan bantuan keuangan partai politik (banpol) tahap pertama sebesar Rp554,116 juta kepada lima partai politik yang...

Pertanyakan Data dan Kepastian Pencairan Jadup, Koalisi Gerakan Masyarakat Sipil Bireuen Audiensi dengan BPBD

0
KABAR BIREUEN, Bireuen –Korban banjir yang tergabung dalam Koalisi Gerakan Sipil Bireuen melakukan  audiensi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bireuen di aula...