Senin, 15 Juni 2026

Datang ke Bireuen, Ini yang Dilakukan Tim Koordinasi dan Supervisi Pencegahan Korupsi KPK

KABAR BIREUEN– Menindaklanjuti komitmen Kepala daerah dan DPRK se Aceh Tahun 2016 tentang pencegahan korupsi, Tim Koordinasi dan Supervisi Pencegahan Korupsi (Korsupgah) Komisi Pencegahan Korupsi (KPK) Wilayah Sumatera Utara, Aceh, Sumatera Barat dan Riau (Sumbagut) melakukan monitoring dan  yang dipusatkan di Kabupaten Bireuen.

Tim Koordinasi dan Supervisi Pencegahan Korupsi KPK Wilayah Sumbagut berada di Bireuen selama tiga hari mulai 13-145 Maret 2018.

Hal itu dikatakan Tim Koordinasi dan Supervisi Pencegahan Korupsi KPK Wilayah Sumbagut. Azril Zah didampingi koleganya Harun Hidayat kepada wartawan disela-sela break rapat dengan pejabat Pemkab Bireuen dan Lhokseumawe di Pendopo Bupati Bireuen, Selasa (13/3/2018).

Selanjutnya, Rabu besok (14/3/2018) rapat dengan pejabat dan SKPK Kabupaten Bener Meriah, Aceh Tengah, Aceh Utara dan Gayo Lues dan pada Kamis (15/3/2018) lusa, dengan Aceh Timur, Langsa dan Tamiang.

Dikatakan Azri Zah, dalam Monitoring dan Evaluasi (Monev) tersebut dibahas terkait perencanaan aksi pencegahan korupsi terintegrasi.

Dimana SKPK sebagai penangungjawab memonev progres dan sejauh mana  telah dilakukan rencana aksi pencegahan korupsi terintegrasi tersebut.

“Beberapa poin  penting yng dibahas adalah perencanaan APBK dengan memakai sistem elektronik. Sehingga tak boleh lagi ada anggaran  titipan yang masuk di tengah jalan tanpa dibahas sebelumnya dalam Kebijakan Umum Anggaran (KUA) dan Priorotas Plafon Anggaran Sementara (PPAS),” sebutnya.

Selain itu, pokok-pokok pikiran anggota dewan diimput dalam akun/aplikasi, ini dapat meneutut celah adanya program titipan.

Selanjutnya, terkiat perizinan, juga harus menggunakan aplikasi elektronik,  jadi bagi siapapun yang mengurus perizinan, dia bisa tahu progres izinya sudah sejauh mana.

“Biaya izin berapa, ada transparansi biaya, termasuk harus ada stempel jika biaya perizinan itu gratis,” ujarnya.

Lalu terkait pengadaan, harus ada kemandirian lembaga, personil Pokja harus permanen, bukan paruh waktu.

Kemudian peran Inspektorat harus lebih berdaya, sehingga jika Isnpektorat kuat, bisa mencegah terjadinya korupsi. Karena akar korupsi suatu dinas atau SKPK, Inspektoratlah yang seharusnya terlebih dahulu mengetahui permasalahnnya, bukan pihak lain, apalagi media.

“Kita mendorong semua hal itu dilaksanakan oleh SKPK terkait dan Pemerintah Daerah,  karena itu upaya pencegahan korupsi terintegrasi. Jika rekomendasi ini tak dijalankan, maka bersiaplah akan menghadapi masalah. Kita akan pantau perkembangan dan melakukan pengawasan proses perencanaan pencegahan korupsi tersebut 3 bulan sekali,” pungkasnya. (Ihkwati)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

BACA JUGA

KABAR TERBARU

Terjunkan 445 Petugas, Pemkab Bireuen dan BPS Resmi Canangkan Sensus Ekonomi 2026

0
KABAR BIREUEN, Bireuen – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bireuen bersama Badan Pusat Statistik (BPS) setempat resmi mencanangkan pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 (SE26), dengan menerjunkan sebanyak...

Reses Yah Fud di Peudada, Warga Minta Perbaikan Irigasi yang Rusak Akibat Banjir

0
KABAR BIREUEN, Peudada – Kerusakan jaringan irigasi akibat banjir dan longsor yang menyebabkan petani gagal menggarap sawah selama beberapa tahun terakhir menjadi aspirasi utama...

Tingkatkan Kompetensi, Kemnaker Buka Pendaftaran Program Pemagangan Jepang dan Pelatihan Kaigo

0
KABAR BIREUEN, Jakarta—Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) membuka pendaftaran Program Pemagangan Jepang dan Pelatihan Kaigo melalui platform Skillhub dalam ekosistem SIAPkerja. Program ini menjadi bagian dari upaya...

Abu Doto Mantan Gubernur Aceh Meninggal Dunia

0
KABAR BIREUEN, Banda Aceh-Innalillahi wa inna ilaihi raji'un. Telah berpulang ke Rahmatullah mantan Gubernur Aceh periode 2012–2017, dr. Zaini Abdullah atau yang akrab disapa...

Buka Lomba SKJ Tingkat Pelajar dan Mahasiswa, Ketua TP-PKK Bireuen Ajak Generasi Muda Budayakan...

0
KABAR BIREUEN, Bireuen – Sebanyak 12 tim dari berbagai sekolah dan perguruan tinggi di Kabupaten Bireuen ambil bagian dalam Lomba Senam Kesegaran Jasmani (SKJ)...

KABAR POPULER

Reses Yah Fud di Peudada, Warga Minta Perbaikan Irigasi yang Rusak Akibat Banjir

0
KABAR BIREUEN, Peudada – Kerusakan jaringan irigasi akibat banjir dan longsor yang menyebabkan petani gagal menggarap sawah selama beberapa tahun terakhir menjadi aspirasi utama...

Buka Lomba SKJ Tingkat Pelajar dan Mahasiswa, Ketua TP-PKK Bireuen Ajak Generasi Muda Budayakan...

0
KABAR BIREUEN, Bireuen – Sebanyak 12 tim dari berbagai sekolah dan perguruan tinggi di Kabupaten Bireuen ambil bagian dalam Lomba Senam Kesegaran Jasmani (SKJ)...

Dikunjungi Direktorat Jenderal Perkebunan Republik Indonesia, Pabrik Kelapa di Bireuen

0
KABAR BIREUEN -  Direktur Tanaman Semusim dan Rempah, Direktorat Jenderal Perkebunan Republik Indonesia Dr, Ir. Agus Wahyudi, MM serta rombongan berkunjung ke pabrik berbahan...

Terjunkan 445 Petugas, Pemkab Bireuen dan BPS Resmi Canangkan Sensus Ekonomi 2026

0
KABAR BIREUEN, Bireuen – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bireuen bersama Badan Pusat Statistik (BPS) setempat resmi mencanangkan pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 (SE26), dengan menerjunkan sebanyak...

Anggaran Mulai Mengalir, Satgas PRR Pacu Kementerian dan Lembaga Eksekusi Pemulihan Permanen

0
KABAR BIREUEN, Jakarta-Langkah pemulihan permanen di wilayah terdampak bencana hidrometeorologi di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat terus dipercepat seiring mulai terealisasinya anggaran rehabilitasi...