KABAR BIREUEN – Pengumpulan uang oleh Panitia Peringatan HUT RI ke-73 dari keuchik, sekdes, bidan desa, kepala sekolah, ASN di setiap kecamatan dalam Kabupaten Bireuen bukan pungutan liar (pungli).
Demikian disampaikan Bupati Bireuen, H. Saifannur, S.Sos kepada Kabar Bireuen, Kamis (2/8/2018) sore, usai menggelar pertemuan dengan Kepala Kejaksaan Negeri Bireuen Mochamad Jeffry, SH.,M.Hum, Dandim 0111/Bireuen Letkol Inf Amrul Huda, SE.,M.M.,M.Sc dan para camat di Meuligoe Bireuen.
Menurut H. Saifannur, pengumpulan uang yang dilakukan oleh Panitia Peringatan HUT RI ke-73 dari ASN, keuchik, sekdes dan masyarakat di kecamatan-kecamatan bukan pungli. Mengingat kebutuhan untuk kegiatan tersebut tidak dianggarkan.
“Yang dilakukan oleh panitia itu semua hasil musyawarah bersama. Mungkin ada yang tidak dilibatkan seperti guru, dan dianggap sudah diwakili oleh kepala sekolah. Dan uang yang dikumpulkan itu untuk keperluan kegiatan peringatan ulang tahun RI, bukan kepentingan pribadi panitia ataupun camat,” tegasnya.
Ditambahkan Bupati Saifannur, mungkin ada masyarakat yang meragukan dalam penggunaan dana tersebut. Namun dirinya telah meminta agar camat dapat membuat pertanggungjawaban setiap dana yang masuk dan keluar.
“Saya kira kalau dikelola secara terbuka atau transparan tidak ada masalah bagi masyarakat kita. Makanya saya tegaskan kepada panitia harus transparan mengelola dana. Jangan kebutuhan saja disampaikan kepada masyarakat, tapi penggunaannya juga harus dilaporkan,” imbuh Saifannur.
Hal senada diungkapkan Kajari Bireuen, Mochamad Jeffry, SH.,M.Hum. “Menurut yang saya pelajari, itu (pengumpulan uang untuk HUT RI) bukan pungli, tapi sumbangan untuk memeriahkan ulang tahun kemerdekaan RI. Sama halnya dengan sumbangan untuk peringatan maulid,” ungkap Kajari Bireuen.
Namun Kajari juga mengingatkan agar panitia benar-benar mengelola dana sumbangan masyarakat sesuai dengan peruntukannya.
“Jangan sampai terjadi penyimpangan. Kalau nanti ada penyimpangan, baru urusannya dengan penegak hukum,” tegasnya.
Pada kesempatan sama, Dandim 0111/Bireuen Letkol Inf. Amrul Huda, SE.,M.M.,M.Sc menghimbau kepada masyarakat Kabupaten Bireuen agar tidak terpengaruh dengan isu provokasi. Karena dapat melunturkan nilai kecintaan terhadap NKRI.
“Jika sampai di Bireuen gagal acara perayaan HUT RI, bukan hanya bupati yang malu. Tapi semua masyarakat Kabupaten Bireuen malu,” tandas Dandim Bireuen yang juga putra asli Aceh Tamiang. (Rizanur)









