KABAR BIREUEN- Bupati Bireuen H Saifannur S.Sos meninjau langsung lokasi pembangunan jalan dua jalur di sepanjang Jalan T Hamzah Bendahara, Kota Juang Bireuen, Selasa sore (10/7/2018) dengan berjalan kaki bersama sejumlah pejabat terkait.
Bupati meilihat langsung kondisi jalan tersebut sampai ke depan pertokoan yang sedang dibangun persis di depan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Fauziah Bireuen.
Informasi yang diperoleh Kabar Bireuen, lebar jalan untuk dua jalur tersebut sekitar 20 meter. Sehingga jika diukur maka sampai ke toko yang sedang dibangun.
Akibatnya, mau tidak mau satu meter lebih bagian toko yang terkena imbas pelebaran jalan tersbeut harus dibongkar.
Bupati Bireuen H Saifannur S.Sos yang dikonfirmasi Kabar Bireuen terkait hal tersebut mengakui, memang ada bagian pertokoan tersebut yang terkena imbas pelebaran jalan dua jalur itu.
“Bagian ujung dari jalan itu memang terkena semeter lebih bagian toko, kita akan bongkar itu,” katanya singkat.
Pada kesempatan itu, Saifannur juga menyebutkan, sampai saat ini, Pemkab Bireuen belum mengeluarkan Izin Mendirikan Bangunan (IMB) pertokoan tersebut.
Sementara itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Bireuen, Fadhli ST melalui Kabid Bina Marga, Fadhli Amir ST kepada Kabar Bireuen menyebutkan, pihaknya menunggu rekanan untuk berkoordinasi terkait pembongkaran pagar seng dan bangunan toko yang terkena imbas pelebaran jalan.
“Saat ini rekanan pembangunan toko ini yaitu Pak Sayed sedang berduka karena orangtuanya meninggal dunia, kita tunggu sampai selesai seuneujoh (tujuh harian), setelah itu kita koordinasi untuk melakukan pembongkaran,” ungkapnya.
Dikatakan Fadli Amir, saat pembangunan pertokoan, rekanan tidak berkoordionasi dengan pihaknya terkait panjang dan lebar jalan yang akan dibangun, sehingga ketika telah dibangun dan dilakukan pengukuran, bangunan toko yang paling ujung kena imbas untuk jalan.
“Tapi saya rasa rekanan bersedia bangunan toko yang kena untuk pelebaran jalan dibongkar. Malah rekanan sendiri nantinya yang mau membongkarnya. Bangunan toko yang kena itu sekitar 1,20 meter untuk jalan,” jelas Fadhli.
Fadhli menerangkan, jalan sdepan rumah sakit memang tak lurus dan miring, sehingga saat dilakukan pengukuran, ternyata satu meter lebih dari bangunan toko kena untuk jalan.
Pembangunan jalan dua jalur untuk mengatasi kesemrautan dan kemacetan yang kerap terjadi di depan rumah sakit plat merah tersebut sudah mulai dikerjakan sejak Sabtu (7/7/2018) lalu, dengan menurunkan alat berat untuk melebarkan jalan dan membuat saluran.
Semua kios dan lapak sepanjang jalan tersebut juga sudah dibongkar, pedagang juga telah mengangkut daganganya dan bersiap berjualan di Pasar Induk Bireuen di Desa Geulanggang Gampong, Kecamatan Kota Juang, Bireuen.
Pun begitu masih ada sedikit kendala , yaitu persis di depan RSUD dr Fauziah Bireuen, pagar seng dan bangunan kios yang terkena pelebaran jalan, sampai saat ini belum dibongkar. (Ihkwati)











