KABAR BIREUEN, Bireuen – Bupati Bireuen, Mukhlis, ST mengajak kader Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Bireuen untuk membangun karakter dan intelektualitas yang mengedepankan nilai-nilai Islami sebagai dasar perjuangan. Sebab hanya dengan karakteristik yang seperti itu, kelak kader HMI akan mampu berperan dan mewarnai dinamika kehidupan berbangsa dan bernegara.
“HMI sejak lahir dan berkembang seperti saat ini tidak terlepas dari integritas perjuangan pendirinya yang menjadi nilai moral, spiritual, dan gerakan intelektual seluruh kadernya,” ungkap Bupati yang diwakili Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Bireuen, Dr. Muslim, M.Si, saat membuka Latihan Kader I (LK I) HMI Komisariat Universitas Al-Muslim, di aula Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Bireuen, kawasan Buket Teukueh, Kota Juang, Bireuen, Selasa (21/7/2026) malam.
Bupati juga mengajak kader HMI untuk memberikan kontribusi terhadap kemajuan Aceh secara umum dan khususnya Bireuen. Pemerintah Kabupaten senantiasa terbuka terhadap masukan dan gagasan dari mana saja, termasuk dari kader HMI.
Dikatakan, setiap menyuarakan aksi dan aspirasi, HMI jangan ugal-ugalan, apalagi mencaci maki dengan yel-yel yang dapat merusak nilai seorang kader HMI yang sarat dengan nilai-nilai islami.
Menurut Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Bireuen itu, HMI akan disegani jika tetap memperjuangkan nilai perjuangan dasar organisasi. Ia mencontohkan bagaimana perjuangan HMI pada era 1998 dulu.
“Kami harus berdarah-darah dalam setiap pergerakan mahasiswa yang digalang anak-anak HMI dalam menyuarakan ketimpangan politik, sosial, dan ekonomi saat itu,” tukasnya.
Diingatkan, masa depan HMI sangat bergantung pada kemampuan organisasi ini dalam beradaptasi dengan perubahan dan perkembangan zaman.

“Selalu jaga integritas, independensi, serta mencetak kader yang relevan dengan kebutuhan zaman,” ingatnya.
Presidium Korp Alumni HMI (KAHMI) Bireuen, Agus Irwanto, dalam orasi ilmiahnya menyebutkan, HMI yang sudah berusia 79 tahun, telah berproses mulai awal kemerdekaan hingga sekarang, dengan tetap mengusung teguh pada nilai intelektualitas, daya kritis, dan semangat perubahan sesuai dengan dinamika perkembangan zaman.
“Banyak tokoh-tokoh pergerakan bangsa ini lahir dari rahim HMI. HMI telah hidup dalam berbagai kondisi dan situasi bangsa serta telah mewarnai sejarah panjang bangsa ini dengan segala dinamika yang ada,” imbuhnya.
Sebagai salah satu organisasi mahasiswa tertua di Indonesia, HMI memegang tanggung jawab besar untuk menyelaraskan nilai keislaman dan keindonesiaan guna melahirkan kepemimpinan masa depan yang tangguh.
Agus mengajak semua kader HMI untuk terus merawat dan menjaga integritas, intelektualitas, dan daya kritis berdasarkan nilai-nilai islami dan menjauhkan diri dari polarisasi kepentingan kelompok dan pihak tertentu yang memanfaatkan kader-kader HMI jauh dari nilai-nilai di atas.
“HMI lahir dari rakyat untuk rakyat. Jika ada banyak kader HMI yang berperan di banyak lini kehidupan, itu akan semakin bagus. Berarti pengkaderan HMI telah berhasil dan diterima oleh semua pihak,” cetusnya.

Ketua HMI komisariat Umuslim, Deri Renaldi, menyebutkan, entitas pengkaderan HMI senantiasa memegang teguh pada nilai perjuangan islami.
“Sebagai organisasi kemahasiswaan, HMI hari ini akan terus menyuarakan kepentingan rakyat,” lanjutnya.
Ketua Panitia basic training (LK I), Dhaifan menyebutkan, ada 20 orang peserta yang lulus yang berasal dari sejumlah perguruan tinggi di Bireuen, di antaranya Umuslim, UIA Al Muslim, UNIKI, dan UNISAI.
“Mereka yang menjadi peserta telah mengikuti tahapan screening test, dan akan mengikuti masa pengkaderan selama empat hari mulai 21 hingga 25 Juli,” jelasnya.
Sedangkan untuk instruktur dan pemateri selama masa pengkaderan, panitia akan menghadirkannya dari kalangan internal HMI dan pemateri dari luar organisasi.
Hadir Kadis Pendidikan dan Kebudayaan Bireuen, Kepala Badan Kesbangpol, Ketua Bawaslu, Ketua KNPI, Presidium KAHMI, Ketua HMI Bireuen, dan para undangan lainnya. (Red)











