KABAR BIREUEN-Dinas Pemuda, Olahrga dan Pariwisata Bireuen mengadakan Konsolidasi aktivasi jejaring seni pertunjukan dalam rangka penetapan Kabupaten Bireuen sebagai pilot jejaring subsebtor ekonomi kreatif dalam bidang seni pertunjukan oleh Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif.

Kegiatan tersebut berlangsung Senin (20/7/2020) siang di ruang meeting salah satu cafe di Bireuen.

Kadis Pemuda, Olahraga dan Pariwisata Bireuen, Muhammad Al Muttaqin S.Pd M.Pd pada kesempatan itu menyebutkan, berdasarkan surat dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) disebutkan Bireuen satu dari 16 kota yang ditunjuk sebagai jejaring seni pertunjukan.

Dikatakannya, Mengembangkan ekonomi kreatif di bidang masing-masing, sanggar, budaya, entertain dan media.

“Kami tetap akan komit dan menfasilitasi semaksimal mungkin. Di sini nanti akan tampil anak anak Bireuen dalam mengembangkan kreatifitas dalam seni pertunjukkan,” sebutnya.

Pihaknya akan mengakomodir seni pertunjukanndi Bireuen. Hal itu bisa terlaksana jika adanya kerjasama serta dukungan dari semua pihak.

Ketua Dewan Kesenian Aceh (DKA) Bireuen, H Mukhlis A.Md, siap mendukung pengembangan ekonomi kreatif di Bireuen.

“Untuk kemajuan Bireuen apapun kita tempuh,” ujarnya.

Sementara itu, Akademisi Umuslim, Chairul Bariah SE, MM menyebutkan, pada 2017 lalu Bireuen ditetapkan sebagai Kota Kreatif. Karena berdasarkan hasil survey, saat itu yang banyak di Bireuen seni pertunjukkan.

Namun, memang kemudian kegiatan sebagai Kota Kreatif sempat vakum selama 2 tahun, dan kini Bireuen kembali menjadi salah satu yang ditunjuk untuk jejaring subsektor seni pertunjukan.

“Oleh sebab itu harus memanfaatkannya sebaik mungkin dan semua pihak yang mendukung pelestarian budaya di Bireuen,” harapnya.

Se,entara itu, Novianti MR dari DKA Bireuen memaparkan jika Kabupaten Bireuen di tiap kecamatan ada grup rapai, dan itu diapresiasi oleh pihak Kemenparekraf.

“Untuk presentasi selanjutnya, dari dua pilihan Rapai Pulot Gerimpheng dan Rabbani Wahed, kita memutuskan untuk menawarkan seni pertunjukkan Rabbani Wahed, yang memang sudah menjadi warisan budaya tak benda,” papar Novi.

Hadir pada kegiatan tersebut, Kabid Kebudayaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Bireuen, Reza Fitria, S.Si, M.Sc, Kabid Kepemudaan, Akmal Fajri, S.Pd, Kasi Ekonomi Kreatif Disporapar Bireuen, Azhari , serta staf dan Ketua Rangkang Sastra Bireuen, Andri Kurniawan. (Ihkwati/*)

BAGIKAN