KABAR BIREUEN-Puluhan atlet tinju Bireuen, terpaksa latihan di tempat terbuka dan berpindah-pindah lokasi, dikarenakan, hingga saat ini Pengurus Cabang (Pengcab) Persatuan Tinju Amatir Nasional Indonesia (Pertina) Kabupaten Bireuen, belum memiliki sasana tempat latihan atlet secara permanen.

Berbeda bila dibandingkan dengan sejumlah Pertina kabupaten/kota lainnya di Aceh, yang telah disiapkan sasana tempat latihan secara permanen.

Pelatih kepala Pertina Bireuen, Jhoniful Bahri saat dihubungi Kabar Bireuen, Jumat (30/10/2020) sore menjelaskan, sejak berdirinya Kabupaten Bireuen, Pertina Bireuen belum ada Sasana tinju.

Sementara atlet tinju Bireuen setiap tahunnya ikut menyumbang medali, bahkan meloloskan petinju ke PON, Aceh.

“Untuk itu, Pemerintah daerah melalui KONI setempat diharapkan dapat menyahuti serta menyediakan tempat latihan yang permanen, sehingga memudahkan atletnya berlatih,” kata Jhoniful.

Dijelaskan, untuk kesiapan Pra Pora, atlet tinju Bireuen kini terpaksa harus latihan di pinggir lapangan tenis milik Pemkab Bireuen, kendati atlet tenis itu juga ikut latihan saat mereka sedang latihan. Meski mereka bukan untuk mengejar prestasi, tapi mereka sekedar mengeluarkan keringat sore.

“Sebelumnya kami juga sempat latihan di lapangan Voli Kompi Ban, tapi selama ini lapangan tersebut juga sering digunakan, sehingga kami harus pindah ke lapangan tenis,” ungkapnya.

Karena itu, pihaknya sangat berharap tahun ini, Pertina Bireuen tersedianya Sasana tinju yang permanen guna mempersiapkan atlet menjelang Pra PORA, PORA serta even regional dan nasional.

Dikatakan, sejumlah petinju pemula Bireuen saat ini sedang mempersiapkan diri untuk melakukan even uji coba dengan petinju Kota Langsa di Aceh Tamiang pertengahan November ini.

“Selama persiapan itu, atlet tinju Bireuen ditangani trio pelatih, pelatih kepala Jhoniful Bahri, pelatih Ari Kurniawan dan Rahmad serta Juhari Tanjung,’ sebut Pelatih kepala Pertina Bireuen ini. (Herman Suesilo).