KABAR BIREUEN-Pemantapan ideologi dan bela negara tidak hanya dilakukan oleh pemerintah tetapi semua komponen masyarakat dan pemuda-pemudi mempunyai tanggung jawab sesuai dengan bidang tugas, dan kemampuan yang dimiliki.

Sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Hal itu disampaikan Bupati Bireuen, Dr.H,Muzakkar A Gani.S.H.,M.Si, pada pembukaan acara kegiatan Pemantapan Ideologi dan Pembinaan Bela Negara.

Kegiatan dengan tema “Bela Negara Adalah Wujud Implementasi Cinta Tanah Air Dan Pancasila” berlangsung di Oproom Pusat Pemerintahan Kabupaten Bireuen, Kamis (18/11/2021) pagi.

Dikatakan, generasi muda adalah aset bangsa yang sangat berharga bagi pembangunan suatu bangsa.

Mereka adalah komponen terbesar dalam suatu Negara dan merupakan usia produktif dalam hal pola pikir dan kreativitas serta inovasi.

Suatu bangsa dinilai maju bila generasi mudanya memiliki prestasi dan daya saing yang tinggi dalam suatu era kompetisi persaingan global.

Dari itu semua ada hal yang tidak boleh dilupakan oleh generasi muda, yaitu kesadaran bela Negara dan sikap patriotisme yang harus tetap dimiliki.

Dengan menanamkan nilai-nilai perjuangan dan sikap patriotisme bela negara yang tinggi pada generasi bangsa Indonesia.

Diharapkan berbagai bentuk ancaman dari dalam dan dari luar dapat segera ditangkal, pemuda sebagai komponen terbesar dan pelopor pembangunan bangsa adalah asset bangsa yang harus dijaga, agar tidak terkontaminasi oleh paham-paham yang dapat mengikis nilai-nilai perjuangan.

Bupati sangat mengharapkan kepada seluruh peserta dan para hadirin semua kita harus mampu meraih kemajuan tanpa mengorbankan harga diri dan martabat kita sendiri.

“Sungguh Allah SWT akan menuntun kita semua kalau kita ikhlas, berusaha dan berdoa, semoga kegiatan hari ini bisa bermanfaat dan dapat diterapkan dalam kehidupan sosial kemasyarakatan sehari-hari,” ujar Muzakkar A Gani.

Sebelumnya, Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Kabupaten Bireuen, Mukhsen, S.Ag, melaporkan, kegiatan pemantapan ideologi dan pembinaan bela negara ini diselenggarakan dengan maksud untuk menyatu padukan visi, persepsi dan interprestasi segenap komponen masyarakat bangsa indonesia.

Sehingga dapat mewujudkan satu kesatuan tingkah laku dalam mempersiapkan diri dalam memperkokoh persatuan dan kesatuan bangsa.

Ini, sebutnya, bertujuan untuk mewujudkan sikap dan tingkah laku yang menghargai dan menghormati hak-hak orang lain dalam kehidupan bermasyarakat dan bernegara yang bersatu, kokoh dan tegar dalam menghadapi masa depan yang penuh dengan tantangan.

Dirincikan, kegiatan ini, diikuti 50 orang peserta terdiri dari mahasiswa mahasiswi dalam Kabupaten Bireuen, dan Siswa-Siswi Tingkat SLTA, Tingkat dalam Kabupaten Bireuen.

Menghadirkan pemateri dari unsur Kodim Bireuen, unsur Polres Bireuen dan unsur Pemerintah Daerah Bireuen.

Disebutkan, materi yang akan disampaikan adalah Peran Polres dalam Penguatan Pemantapan Ideologi dan Bela Negara bagi Generasi Muda.

Peran TNI dalam upaya Pemantapan Ideologi dan Bela Negara dalam menjaga Keutuhan NKRI.

“Peran Pemerintah Daerah dalam Pemantapan Ideologi dan Bela Negara,” ujar KaBakesbangpol Bireuen. (Herman Suesilo)